
Pesta pernikahan Karina dan Alfa cukup mewah karena Alfa adalah seorang perwira, maka pada pesta ini tadi telah diadakan pesta pedang pora oleh rekan-rekannya. Acara sangat hikmat dan haru. Apalagi mengingat perjalanan cinta Alfa dan Karina tidaklah mudah. Adinda terlihat sangat cantik dengan kebaya bewarna pink miliknya yang seragam dengan kebaya yang dipakai Ayunda dan keluarganya yang lain. Ayunda telah pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu tapi Ghavin masih belum boleh diajak pulang. Ayunda duduk dikursi roda karena Guna tidak memperbolehkan Ayunda banyak bergerak.
Ayunda melihat raut wajah sendu dari kakak iparnya karena pernikahannya ini tidak dihadiri oleh keluarga besarnya kecuali Sakti Kakak Karina dan adik ibu kandung Karina. Karina sebenarnya sangat mengharapkan kedatangan keluarga besarnya.
"Dinda sejak tadi kerjaan kamu makan terus" ucap Ayunda melihat adiknya yang saat ini duduk di meja khusus keluarga bersamanya sambil. memakan beberapa makanan yang ada diatas meja. "Nanti kalau gemuk bahu tahu rasa!" ejek Ayunda.
"Dinda mau lihat kalau badan Dinda gemuk apa si Om masih mau sama Dinda" ucap Adinda.
"Kamu ini ada-ada aja Dinda ckckckc..." ucap Ayunda.
"Kanda" teriak Adinda memanggil Raka yang saat ini berdiri disamping Guna dan Gemal dengan jas melekat ditubuhnya membuat Adinda terpesona. "Tiap kali dilihat kayak gini kadar kegantengan si Om naik dua kali lipat Mbak" ucap Adinda. Raka menatap Adinda sekilas dan kemudian kembali mengalihkan pamdanganya untuk berbicara dengan beberapa orang tamu.
"Wah sombong banget" ucap Adinda kesal. Adinda melihat sosok cantik yang berdiri disamping Raka.
Siapa dia awas saja dekat-dekat sama calon suami gue!
"Nggak usah cemburu, itu adik bungsunya Om Raka" ucap Ayunda membuat Adinda. membuka mulutnya.
"Mbak dikasih tahu kalau itu adiknya dan aku nggak dikasih tahu sama si Om? Dasar pembohong. Dinda marah Mbak sama si Om" kesal Adinda.
"Ngapain marah Din, kamu itu masih calon bukan istri, nggak usah ambekan terus buat malu aja! Harusnya kamu cari tahu dong tentang si Om. Om Raka aja udah jadi menantu yang baik disini kamu aja sekarang udah jarang main ke rumah besar!" ucap Ayunda.
"Dinda kan sibuk ngurusin Mbak dan juga perisapan pernikahan Kak Alfa!" kesal Dinda. " Mbak adik ipar aku sombong nggak? jangan-jangan dia mirip kayak Maminya" bisik Adinda.
"Mungkin" ucap Ayunda.
Tamu yang hadir sangat banyak membuat para keluarga sangat bahagia karena pernikahan ini terlihat sukses digelar dengan lancar "Nanti kalau Dinda nikah nggak usah sehebo ini Mbak!" ucap Adinda.
"Memangnya kamu mau gimana?" tanya Ayunda.
"Dinda mau yang sederhana saja, walaupun Om Raka bisa membuatkan pesta yang mewah buat Dinda" ucap Dinda membuat Ayunda tersenyum.
Adinda memang bukanlah perempuan yang suka dengan kemewahan. Hanya saja kata-katanya saja yang ia sengaja terlihat seperti perempuan manja. Ayunda jadi mengingat masa lalu ketika mereka bertiga masih kecil. Adinda selalu mengalah padanya jika ia merengek ingin membeli sesuatu yang sama dengan Adinda. Adinda dengan rela memberikannya walaupun barang itu ia juga menyukainya.
"Kata kamu kemarin mau yang mewah pestanya" goda Ayunda.
"Nggak Mba, itu mah kata-kata Dinda becandaan doang" jelas Adinda. "Mbak Dinda kagum deh sama Kak Guna, udah baik, tampan dan sayang banget sama istrinya. Waktu mbak dioperasi, aduh Dinda aja yang adik mbak panik setengah mati apalagi Kak Guna sedih banget mbak. Tadi aja ya Mbak, Dinda kan mau bantuin Mbak mandi terus kata Kak Guna nggak usah biar dia aja yang mandiin mbak. Wah...romantis banget, selema Mbak lahiran Kak Guna tersus yang merawat Mbak" puji Dinda membuat Ayunda tersenyum malu.
Adinda kembali menatap Raka dan ia kesal saat melihat sosok wanita yang ia kenal berbicara dengan Raka. Adinda mematap mereka dengan tajam membuat Ayunda memeukul tangan Adinda. "Ngapain matanya begitu Dinda kayak mau makan orang aja".
"Itu cewek yang disebelah adiknya Om Raka Mbak cantik banget dan Dinda nggak secantik itu!" ucap Adinda menggit bibirnya karena rasa cemburu mulai menyerangnya.
"Itu sih kata Mbak karena Mbak itu saudari Dinda" ucap Adinda.
"Dekati sana si Om dan tunjukkan kalau kamu itu pemilik si Om. Tunjukan kalau si Om itu sudah punya tunangan!" ucap Ayunda menahan tawanya melihat kecemburuan Adinda.
"Nggak Mbak, Dinda nanti terkesan nggak dewasa dan nggak mau Om Raka marah sama Dinda hari ini. Soalnya Dinda mau coba sehari tanpa berdebat dengan si Om!" ucap Adinda.
"Hahaha...Mbak yakin mana bisa!" ejek Ayunda.
"Indira, ambilkan Mbak rendang tapi nggak usah pakai nasi. Jangan sampai salah ambil ya Dir nanti yang kamu ambil laosnya bukan rendangnya!" ucap Adinda membuat Ayunda menghela napasnya.
"Iya Mbak" ucap Indira segera mengambilkan makanan untuk Adinda.
"Indira makin gede makin cantik, tahun ini tamat sekolah dan dia mau kuliah disini!" ucap Ayunda. Indira adalah sepupu mereka yang tinggal di Bandung.
"Pasti nggak mau tinggal di rumah kita!" ucap Adinda.
"Iya dia nggak mau ngerepotin kita!" jelas Ayunda.
Sementara itu Guna, Raka dan Gemal sedang berbicara sepeninggalan adik Tiri Raka dan temannya yang tiba-tiba datang menemuinya. Raka tampak kesal karena ucapan Adik tirinya itu sangat mengganggunya. Raka memilih untuk tidak membahasnya saat ini.
"Jadi rencanannya gimana?" tanya Gemal.
"Minggu depan dan Om minta bantuan kalian!" pinta Raka.
"Oke" ucap Guna.
"Jangan lupa ya Om traktirannya!" ucap Gemal.
"Itu gampang" ucap Raka. "Gem katanya kemarin lo habis mesra-mesraan sama Vian?" goda Raka.
"Mana ada" ucap Gemal menggaruk kepalanya.
"Papi cerita Gun, katanya Gemal kepergok Papi mau cium Vian diruang Tv" ucap Raka.
"Wahahaha... udah bilang aja cinta sama Vian Gem sok-sokan nggak cinta tapi masih mau nyosor aja tu bibir!" ejek Guna.
tbc..
makasi buat like dan votenya teman-teman 🙏🙏🙏