CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Tetangga jadi cinta


Ayunda meminta Guna membuka mulutnya lalu ia menyuapkan sesendok makanan kedalam mulut Guna. Melihat adegan itu, membuat Gia tersenyum karena kagum dengan keromantisan keduanya. Ayunda memang selalu menyempatkan diri untuk datang ke kantor Guna jika Guna tidak pulang makan siang dirumah. Kesibukan Guna membuat Ayunda harus mengerti, karena tanggung jawab suaminya itu sangat besar dan menyangkut kesejahteraan ribuan karyawannya.


Mereka berempat makan bersama dan sesekali Guna melirik Gia dan Kalandra yang terlihat lucu. "Kenapa kalian sampai dijodohin sama Oma?" tanya Guna.


"Itu semua karena dia Kak," ucap Gia menunjuk Kalandra.


"Gia kamu bisa sopan nggak sama Kalandra? dia lebih tua dari kamu!" tegur Guna karena adik sepupunya ini terkadang memang suka melakukan hal sesukanya hingga sering menimbulkan masalah.


Seperti kemarin Gia berbelanja dengan salah satu temannya di sebuah Mall dan keduanya terlibat pertengkaran dengan tiga orang pengunjung Mall lainnya. Guna yang sibuk akhirnya meminta Gemal yang kebetulan sedang libur dinas di Rumah Sakti untuk datang ke Mall dan menyelesaikan kekacauan yang telah dilakukan Gia. Karena kenakalan Gia ini akhirnya Guna, Arjun dan Gemal sepakat untuk memaksa Gia bekerja di perusahaan.


"Kak Guna, tolong hubungi Papa Gia dong, Papa Gia lagi marah sama Gia dan kartu Gia diblokir sama Papa!" ucap Gia.


"Jangan mau Pak Guna, anak cengeng dan manja kayak dia tahunya hanya menghabiskan uang orang tuanya. Dia ini mesti dididik agar tahu bagaimana susahnya mencari uang!" ucap Kalandra membuat Guna setuju dengan ucapan Kalandra.


"Kamu kenapa sih ikut campur urusan orang?" kesal Gia.


"Gia, Kalandra ini sahabat Mbak, Mas Guna dan Arjun. Dia juga cucu menantu pilihan Oma yang artinya dia termasuk keluarga kita. Kamu kan calon istrinya, jadi wajar kalau Kalandra ikut campur!" goda Ayunda.


"Mbak Gia pulang duluan ya, Gia kesal sama Mbak Ayu dan Kak Guna!" ucap Gia.


"Emang kamu punya uang Gi?" tanya Guna membuat Ayunda tersenyum melihat ekspresu kesal Gia.


"Kak... pinjamin Gia uang dong, Gia mau nonton bioskop sama teman Gia, Kak!" ucap Gia manja membuat Kalandra menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Gia.


"Kalandra katanya mau ketemu Oma dan dia mau mampir ke Rumah kita. Kamu pulang diantar Kalandra, soalnya supir sudah Kakak suruh pulang. Kakak sama Mbakmu mau ke Rumah Sakit jadwal rutin periksa sama Gemal," ucap Guna.


"Kasih ongkos taksi aja deh Kak, Gia bisa pulang sendiri atau Gia ikut Kakak sama Mbak aja ya!" ucap Gia.


"Tadi kamu bilang mau pulang? kok sekarang nggak jadi malah mau ikut kita. Atau gini aja deh kamu sama Kalandra pergi nonton aja!" ucap Ayunda membuat Gia melototkan matanya sedangkan Kalandra hanya mengangkat bahunya.


"Saya akan mengantaranya," ucap Kalandra sengaja ingin membuat Gia kesal.


"Arghhh... tahu gitu Gia nggak usah ikut ke Kantor tadi Mbak," ucap Gia sambil menyebikkan bibirnya membuat mereka semua tertawa.


Gia terpaksa mengikuti Kalandra keluar dari ruangan Guna. Tak ada pilihan bagi Gia karena Omanya ternyata menghubungi Kalandra dan meminta Gia mengajak Kalandra untuk menemui Oma Mawar. Sementara itu diruangan ini hanya tinggal Guna dan Ayunda. Ayunda tersenyum lembut sambil memeluk Guna dengan erat. Sejauh ini, ia berharap kandunganya sehat terus hingga lancar sampai persalinan nanti.


"Ayo kita periksa ke Rumah Sakit!" ucap Guna.


"Iya Mas," ucap Ayunda tersenyum senang. Keduanya segera keluar dari ruangan Guna lalu memasuki lift.


Semua karyawan telah mengenal Ayunda dan bagi mereka cerita cinta Ayunda dan Guna seperti cerita cinderlla. Pada hal keduanya memulai kisah mereka karena ikatan persahabatan antara Elin dan Ratna. Elin dan Ratna yang kompak sejak dulu memilih tinggal disatu komplek perumahan agar bisa saling mengunjungi dengan mudah. Tapi pada akhirnya, keduanya berhasil membuat anak-anak mereka jatuh cinta dan menikah. Mereka sampai di parkiran dan keduanya masuk kedalam mobil. Guna menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang.


"Mas temanku pernah nanya gimana cara aku bisa mendapatkan kamu," ucap Ayunda.


"Kamu jawab apa?" tanya Guna penasaran dengan jawaban Ayunda.


"Aku bilang karena kita berdua sama-sama penasaran. Ayu penasaran sama Mas yang selalu diceritakan Mami dan Mama," ucap Ayunda.


"Saya menyukai kamu karena senyuman kamu. Dulu kamu selalu tertawa bersama Gemal dan Adinda. Tapi satu hal yang Mas sangat suka denganmu Ayu,"


"Apa Mas?" tanya Ayunda.


"Cara kamu mencintai Mas dan juga kamu satu-satunya perempuan yang berani mencium Mas duluan," ucap Guna membuat wajah Ayunda memerah.


"Habis Mas Guna dulu nyebelin banget dan ngeselin. Padahal kita tetangga dan Ayu tiap hari main dirumah Mas. Mas kayak nggak nganggep Ayu ada. Mas nggak mau pergi bareng Ayu ke kantor," ucap Ayunda.