
Raka mengeluarkan amplop coklat yang berisi tentang foto-foto indra dengan perempuan yang ternyata adalah istri keduanya. "Silahkan lihat sendiri!" ucap Raka membuat Indra menegang sedangkan Elysa segera mengambil amplop coklat itu.
Elysa segera ingin membuka amplop coklat itu namun Indra segera menariknya. Elysa menahan amplop itu agar ia bisa membuka amplop itu. Terjadi tarik-menarik diantara keduanya dan akhirnya amplop itu robek hingga foto-foto yang ada didalamnya berserakkan. Elysa menutup mulutnya saat melihat foto Indra sedang menggendong seorang bayi dan seorang wanita cantik berdiri disampingnya. Tangis Elysa pecah karena ia tidak percaya jika suaminya telah berselingkuh darinya.
"Aku tidak percaya kau berselingkuh dariku Indra!" teriak Elysa membuat Raka menaikan sudut bibirnya.
Sebenarnya Raka tidak ingin ikut campur masalah ini namun ketika mengingat putrinya dan istrinya terluka karena prilaku Elysa dan Indra membuat Raka kesal. Raka ingin sekali menghancurkan kesombongan keduanya. "Mami salah paham!" ucap Indra mencoba menjelaskan kepada istrinya.
Guna menghembuskan napasnya dan drama yang ia lihat saat ini sungguh memuakan. Raka melihat ekspresi kesal dari Guna dan ia saat ini sepertinya akan membuat Raka bertambah kesal karena ia akan segera pergi bersama Adinda meninggalkan Guna yang harus menyaksikan drama rumah tangga Elysa dan Indra lebih lama.
"Ayo Dinda kita pergi!" ucap Raka.
"Tapi Kak," ucap Adinda menatap Raka dengan bingung.
"Biarkan mereka yang menyelesaikan semuanya, bagi Kakak urusan dengan mereka sudah selesai dan biarkan Guna yang memutuskan apa ia akan memberikan ivestasi itu!" bisik Raka. Sebenarnya Raka telah memiliki empat puluh lima persen saham milik perusahaan Hartono.
Adinda tentu saja akan menuruti keinginan suaminya agar mereka segera pulang. Ia juga tidak ingin berlama-lama berada disana mengingat Elysa masih saja terlihat angkuh dan sombong padanya meskipun telah meminta maaf.
"Sekali lagi saya minta kebijaksanaan dari Pak Raka agar bisa menyelesaikan masalah ini saat ini saat ini juga Pak Raka!" pinta Herman.
Elysa saat ini menatap Raka dengan tatapan sendu. Ia benar-benar terpukul karena suaminya telah membohonginya selama ini. "Terimakasih karena telah memberitahukan kepada saya tentang perselingkuhan suami saya!" ucap Elysa namun ditanggapi Raka dengan dingin seperti biasanya.
"Tidak perlu berterimakasih," ucap Raka.
Raka memegang tangan Adinda dan mengajaknya segera keluar dari ruangan ini. Keduanya segera keluar dari Kantor utama Candrama grup dan menuju ke kediaman Candrama. Mereka saat ini berencaba untuk menyusul keluarga mereka yang lainnya yang saat ini telah berada di hotel Sakura. Raka menggegam tangan Adinda dan sebelah tangannya yang lainya menahan stir mobilnya.
Adinda tersenyum bahagia melihat tangan Raka yang saat ini memegang tangannya dengan erat. Cintanya dengan Raka Candrama tumbuh tanpa ia duga. Perselingkuhan Rifki membuatnya akhirnya menyadari jika Rifki bukanlah pria yang berjodoh dengannya. Perpisahannya dengan Rifki membuatnya menjadi lebih dewasa dan ia berusaha tegar menerima jika pernikahaan itu harus batal. Disaat ia telah mulai melupakan Rifki, Raka datang membuatnya jatuh cinta setelah mengenal dosen galaknya itu.
"Dinda sayang banget sama Kanda!" ucap Adinda.
"Kakak bukan hanya sayang sama kamu Dinda tapi sangat Cinta!" ucap Raka membuat Adinda melototkan matanya dan kemufian tersenyum karena ia tahu suaminya sangat mencintainya