
Ayunda merasa gugup saat Elin menanyakan rahasia yang masih ia simpan saat ini. Elin menarik tangan Ayunda agar mengikutinya menuju kamar tamu, membuat Ayunda bingung apa ia harus mengatakannya kepada ibu mertuanya itu. Elin bisa menebak apa yang terjadi pada menantunya.
Saat ini Elin menatap Ayunda dengan tatapan penasaran. Walaupun ia bisa menduga apa yang terjadi, tapi ia bingung kenapa Ayu memilih untuk tidak mengatakan apapun kepada dirinya ataupun semua keluarnganya. Ayunda menghela napasnya, baginya berita ini menyenangkan tapi mungkin tidak bagi suaminya.
"Mi, Ayu hamil lagi" ucap Ayunda merasa malu, karena kehamilam ini sama sekali tidak diperkirakan. Ayunda menundukkan kepalanya membuat Elin tersenyum.
"Loh kamu nggak senang?" tanya Elin segera memeluk Ayunda sambil tersenyum.
"Senang Mi tapi Kak Guna kan belum mau Ayu hamil Mi, jadi Ayu harus gimana?" tanya Ayunda sendu.
"Bilang aja sama Guna kalau kamu hamil lagi kenapa mesti takut gitu. Kamu bisa hamil lagi karena siapa? kalian kebobolan pasti karena Guna yang ngajakin... "
"Mi... nggak usah dijelasin kayak gitu Mi, Ayu kan malu!" ucap Ayuda memotong ucapan Elin.
"Udah kamu periksa?" tanya Elin tersenyum lembut.
"Belum Mi, katanya kehamilan Ayu beresiko Mi karena Ayu kan lahirannya operasi. Lagian Mas Guna masih trauma ngelihat Ayu kesakitan. Dia juga pernah bilang cukup punya Ghavin aja sudah cukup atau kalau mau hamil lagi tunggu Ghavin besar," jelas Ayunda membuat Elin menghela napasnya.
"Kalau nggak mau punya anak, burung bangaunya itu harus dikondisikan. Nggak mau punya anak tapi mau begituan terus" ucap Elin membuat wajah Ayunda kembali memerah karena malu mendengar ucapan mertuanya yang rasa teman ini.
"Mi... " tergur Ayunda memembuat Elin terkekeh.
"Hehehe...nggak usah malu dan takut gitu dong nak, banyak juga kasus seperti kamu. Kamu konsultasi sama Gemal aja nanti biar Mami juga tahu apa yang harus kamu lakukan agar bayi dan kondisi kamu sehat sampai melahirkan nanti!" ucap Elin.
"Mas Guna pasti mintanya dokter kandungan perempuan Mi," ucap Ayunda yang sangat mengenal Gunadarma suaminya.
"Sama Adik sendiri pakek cemburu si Guna, dulu aja Mami dorong dia agar mendekati kamu nggak mau. Tapi setelah kamu cium eh... dia mau" ucap Elin mengingat tingkah laku putra sulungnya. "Gemal nanti yang menangani kamu, kalau Guna berani nolak kamu jangan mau tinggal sama Guna Yu. Kabur aja kayak di film-film!" ucap Elin membuat Ayunda tersenyum.
"Kebanyakan nonton film nih Mami," ucap Ayunda membuat mereka berdua tertawa.
"Hahaha..."
"Pantesn aja Ghavin nggak mau minum ASI kamu Yu," ucap Elin.
"Kok gitu Mi?" tanya Ayunda bingung.
"Makanya Mami bisa nebak kalau kamu hamil lagi, biasanya memang gitu balita nggak mau nyusu sama ibunya kalau ibunya sudah hamil lagi" jelas Elin. "Kamu jujur saja sama Guna paling dia ngambek beberapa hari sama kamu!"
"Ayo kita keluar, Kamu aja nanti bilang langsung sama Guna. Mami nggak akan bilang siapa-siapa," ucap Elin.
Ayunda dan Elin keluar dari kamar tamu. Keduanya mendekati Guna yang ternyata sedang berbincang bersama Raka. Guna dan Raka sedang duduk di meja makan sambil memakan rujak buah yang bawa Raka.
"Astaga Mas, Om. Makan rujak siang-siang begini. Jadi Om yang ngidam juga?" tanya Ayunda membuat Elin yang berada dibelakang Ayunda tertawa. Ghavin saat ini sedang bermain bersama Felisa dan dijaga kedua pengasuh mereka.
"Iya kayaknya, semenjak Adinda hamil kalau siang nggak makan rujak bawaan jadi kesal aja Yu," ucap Raka.
"Ini kok Mas makan rujak juga? setahu Ayu mas nggak suka makan makanan asem" ucap Ayunda menatap Guna yang saat ini sedang memakan nanas dan mangga mentah dengan lahap.
"Ngeliat Om Raka makan rujak jadi pengen juga makan rujak" ucap Guna. "Kamu mau sayang?" tanya Guna. Ayunda menggelengkan kepalanya.
"Nggak, " ucap Ayunda.
Raka dan Guna terilhat sangat menikmati rujak bumbu kacang yang saat ini sedang mereka santap. "Ini beli dimana Om? besok janjian aja Om, makan rujak bareng kita!" ucap Guna membuat Elin tertawa.
"Hahaha...jadi para pencinta wanita mau makan bersama nih?" goda Elin.
"Mi, gimana sih kalau kita bukan pencinta wanita, kita nggak akan jadi pejantan tangguh" ucap Gemal yang baru saja datang dan langsung menuju dapur saat menengar suara para keluarganya yang saat ini sedang berkumpul didapur.
"Kamu belum tangguh Gem, Vian belum meleduk," ucap Elin.
"Tenang aja Mi, nanti dalam setahun Gemal langsung kasih dua," ucap Gemal. "Ambil dipanti Mi hehehe..." ucap Gemal membuat mereka semua terkekeh.
"Dinda mana?" tanya Ayunda mencari keberadaan Adinda.
"Pergi ke butik sama Vian," jelas Raka.
"Kok nggak ngajakin Ayu sih?" ucap Ayunda kesal dengan adik bungsunya itu.
"Katanya kamu sedang sibuk beres-beres" ucap Raka membuat Ayunda bertambah kesal.
"Ayu kok kayaknya kamu... " ucap Gemal membuat Ayunda melototkan matanya dan memberikan isyarat agar Gemal tidak melanjutkan ucapannya.
tbc...