
Gemal menatap tajam Vivian, ia kesal Vivian tidak mengikuti keinginannya. Apalagi Vivian tidak terlihat takut dengan tatapan tajamnya. Vivian tetap kukuh ingin memilih kejujuran dari pada tantangan. "Saya kepala rumah tangga dan sebagai istri kamu harus setuju keputusan saya!".
"Nggak Adil banget, Kak Guna aja ngalah sama Mbak Ayu!" kesal Vivian.
"Kita pilih tantangan!" ucap Gemal.
"Oke deal ya Vian itu suami kamu yang sudah memilih tantangan!" ucap Ayunda dan mau tidak mau Vivian hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Oke kalau gitu aku akan memberi tantangan buat kalian hehehe... Gemal kamu peluk Vian dengan erat satu menit!" ucap Ayunda membuat Vivian melototkan matanya sedangkan Gemal menatap datar Ayunda.
"Sekarang tantang dari Dinda, Kalau Dinda maunya hehehe, Gemal cium dahi, kening, hidung lalu hehehe...bibir Vian lama ya satu menit deh" ucap Adinda membuat Gemal menghembuskan napasnya.
"Nggak mau Din, kok kamu tega sih Din!" ucap Vivian kesal.
"Kalau suami istri kan nggak dosa Vian" ucap Adinda dan diangguki mereka semua kecuali Gemal.
"Tapi kan itu bukan tontonan umum!" ucap Vivian kesal.
"Namanya juga tantangan!" ucap Ayunda.
"Kak Guna, Om Raka bantuin Vian dong kasih tantangan yang lain aja!" pinta Vivian.
"Gimana Gem, nggak berani?" goda Guna membuat Vivian membuka mulutnya dan Gemal menghela napasnya.
"Kak Alfa belum" ucap Adinda.
"Karina mau tantang mereka apa?" tanya Alfa kepada istrinya.
Karina tersenyum dan ia menujuk gitar yang ada diatas panggung. "Gemal main gitar dan Vian nyanyi!" ucap Karina.
"Setuju" ucap Adinda.
"Setuju banget!" teriak Ayunda.
"Udah Gem, terima hukuman dari kita. Bukanya tantangan ini enak semua loh Gem, dari pada kita minta kamu cium banci kan lebih baik kamu cium istrimu sendiri!" ucap Guna.
"Din ternyata orang pendiam itu menyimpan suatu hal yang tidak bisa diduga. Om Raka diam-diam mesum!" ucap Ayunda membuat Adinda terkekeh.
"Iya, tahu nggak Mbak suami Dinda ini ngajakin Dinda... " Ucapan Adinda segera terhenti saat telapak tangan Raka menutup mulut Adinda.
"Mau diceritain? nanti kamu sendiri yang malu!" bisik Raka.
Adinda langsung memeluk Raka "Makasi Kak hampir saja Dinda keceplosan ini semua karena Mbak Ayu!" kesal Adinda membuat Ayunda terkekeh. Dinda seperti biasa sangat mudah dipancing dan akhirnya ia akan menceritakan rahasianya tanpa sadar.
"Terus dek cerita dong!" ucap Ayunda.
"Nggak mau!"kesal Adinda.
"Ayo Gem, tantangannya segera dilakukan!" pinta Raka sengaja memotong pembicaraan Ayunda dan Adinda karena jika tidak, Ayunda akan kembali memancing istrinya dan bisa saja menceritakan semua apa yang ia lakukan kepada istrinya dua malam ini.
Gemal menghembuskan napasnya dan ia menarik Vivian lalu mengajak Vivian naik ketas panggung bersamanya. Vivian dengan pasrah mengikuti Gemal. Gemal duduk sambil memegang gitar dan ia segera memetik gitarnya. "Mau nyanyi apa?" tanya Gemal.
"Pura-pura lupa" ucap Vivian.
Gemal segera memetik gitar dan Vivian memejamkan matanya dan kahirnya mengeluarkan suara merdunya yang membuat semua orang menatap kearahnya. Aluna gitar dan suara Vivian membuat mereka semua kagum karena keduanya terlihat serasi.
Setelah selesai menyanyikan sebuah lagu, Gemal melepaskan gitarnya dan memeluk Vivian dengan erat. Ayunda berdiri dan berteriak sambil menghitung "Satu, dua, tiga, empat hingga hitungan ke enam puluh bersama pengunjung lain yang ikut berteriak mengikuti aksi Ayunda.
Tepuk tangan meriah membuat Vivian malu, Gemal mencium dahi, hidung dan kemudian bibir Vivian dengan lembut. Membuat Ayunda dan Adinda hebo. Keduanya melompatkan tubuhnya bersorak riang seolah mendapatan tontonan yang sangat menyenangkan.
Gemal menjauhkan tubuhnya dan berbisik "Ini hanya tantangan jika tidak, saya tidak akan mempermalukan diri saya sendiri didepan mereka semua hanya untuk membuat kamu senang!".
tbc..
Jangan lupa jempol, komentar dan votenya!
Terimakasih 🙏