
Setelah menyelesaikan masakannya Guna segera mendekati Ayunda dan Gemal yang sedang asyik berbincang. "Nasi gorengnya udah masak Mas?" tanya Ayunda.
"Sudah, Mama lagi menata nasi gorengnya biar cantik katanya" ucap Guna.
"Hahaha... Mama mau Ayu makan aja langsung nggak usah dipercantik segala makannya!" ucap Ayu.
"Kamu dari mana?" tanya Guna melihat penampilan adiknya yang terlihat lelah. "Dari club" ucap Gemal membuat Guna mengergutkan dahinya. Gemal iti tidak suka dengan musik keras yang membuat telingannya sakit. apalagi juga Gemal tidak suka meminum alkhol.
"Kenapa kesana?" tanya Guna.
"Paling Gemal cari pacar Mas, makanya ke sana. maklum jomblo Mas" ejek Ayunda membuat Gemal menghela napasnya.
"Jemput Vivian" ucap Gemal.
"Kamu ke rumah kakek?" tanya Guna.
"Iya, sekalian bilang sama Kakek kalah aku bersedia menggantikan Mas Guna menikahi Vivian!" ucap Gemal membuat segelas kopi yang dibawa Elin untuk putra bungsunya itu terjatuh.
prang...
Guna segera berdiri dan mendekati Maminya dan ia meminta Maminya untuk menjauh dari pecahan gelas. Dua orang maid segera membersihkan pecahan gelas itu. Elin mendekati Gemal dan menatap Gemal dengan tatapan kecewa.
"Gemal... " teriak Elin.
"Apa Mami cantik?" goda Gemal.
"jelasin sama Mami apa maksud kamu?" tanya Elin kesal. ia tidak menyangka jika anak kesayangannya ini mendatangi Ayah mertuanya dan bersedia menikahi cucu angkat Ayah mertuanya yang tidak ia sukai.
"Gemal datang ke rumah Kakek dan bilang mau nikahin Vivian" ucap Gemal.
"Kapan?" tanya Elin.
"Dua hari yang lalu" jelas Gemal sambil memakan cemilan yang berada diatas meja.
"Tega kamu Gem sama Mami" Elin menatap Gemal dengan tatapan kecewa. "Mami tidak mau dia jadi menantu Mami!" teriak Elin membuat Aditya yang berada di kamarnya mendekati mereka diruang tengah. ia menatap mereka semua dengan tatapan penasaran.
"Papi... " panggil Elin mendekati suaminya dan memeluk suaminya dengan erat sambil terisak.
"Gemal Pi, Gemal jahat sama Mami. Gemal tega Pi" adu Elin.
"Gemal, bisa jelaskan sama Papi apa ulah kamu?" tanya Aditya dingin.
Gemal menyunggingkan senyumannya "Gini Pi, Gemal mau nikahin Vivian. Dengerin penjelasan Gemal dulu Mi!" pinta Gema ketika Elin ingin memotong ucapannya. "Gemal kasihan sama Kakek. Gemal kemarin di rumah sakit ketemu Dokter Edo, Dokter pribadi Kakek. Gemal tahu Papi juga tahu kondisi Kakek karena selama ini Papi juga selalu memantau Kakek dari Dokter Edo" jelas Gemal.
"Iya, walau bagaimanapun Kakek adalah orang tua Papi" jelas Aditya.
"Kondisi Kakek saat ini sebenarnya mengkhawatirkan. kakek tidak ingin operasi jantung dan juga ginjal. mungkin selama ini Gemal selalu menentang Kakek dan Kak Guna selalu menuruti Kakek. Tapi sekarang kondisinya berbeda, Kak Guna sudah menikah dan tidak mungkin menikahi Vivian" ucap Gemal.
"Kenapa harus Guna atau kamu Gemal yang menikahi Vivian?" kesal Elin.
"Kakek hanya ingin memastikan ada yang menjaga Vivian setelah Kakek tidak ada lagi Mi. Kakek merasa bersalah dan behutang budi kepada orang tua Vivian. Ayah Vivian meninggal karena kecelakaan mobil yang harusnya dikendarai Kakek dan ibu Vivian meninggal dalam keadaan hamil karena stres memikirkan kematian suaminya hingga membuatnya jatuh sakit" jelas Gemal.
Elin terisak, ia bingung apa ia harus menyetujui keinginan Gemal karena ia tahu bagaimana sikap Vivian. "Kakek sudah lebih dari cukup membesarkannya dan memberikannya banyak uang" ucap Elin.
"Apa tidak ada solusi lain?" tanya Guna. Ia ingin adiknya bahagia dengan pernikahaanya seperti dirinya. ia tidak rela Gemal berkorban dengan menikahi Vivian wanita yang tidak ia cintai.
"Kakek tidak percaya siapapun kecuali keluarganya. Vivian tidak akan bisa berbuat sesuka hatinya jika menjadi istri Gemal" jelas Gemal.
"Apa kau mencintainya?" tanya Guna.
Gemal tersenyum "Aku hanya merasa menjadikannya istri adalah solusi yang tepat buat keluarga kita. aku bisa mengendalikannya dan membuatnya belajar menghargai orang lain. Papi, Mami dan Kak Guna tahu siapa Gemal" ucap Gemal tersenyum.
"Apa yang akan kau lakukan nak?" tanya Elin.
"Mendidiknya menjadi istri yang baik, menantu yang baik dan ipar yang baik untuk Ayunda" ucap Gemal membuat Ayunda membuka mulutnya karena kesal. "Dia harus merasakan kesusahan Mi dan awalnya Gemal akan membuatnya ya... ya tersiksa dengan tidak memanjakannya seperti Kakek. jangankan uang yang banyak yang bisanya ia miliki. ia akan mendapatkan uang jika dia bekerja di rumah dan dia akab berhenti dari perusahaan untuk waktu yang tidak bisa ditentukan!" ucap Gemal.
"Jadi siapa yang akan membantu Kakek menjaga perusahan?" tanya Elin.
"Kak Guna akan kembali memegang perusahan keluarga" ucap Gemal tersenyum penuh kemenangan membuat Guna menatap sinis Gemal. sepertinya ada sesuatu yang tidak Gemal ceritakan tentang hubungannya dengan Vivian.
tbc...