CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Tantangan


Guna mengikuti arahan Raka dan ia telah memerintahkan asistennya untuk mengirimkan berkas penarikan investasi di perusahaan Hartono. Raka dan Guna memang pembisnis yang luar biasa, prediksi keduanya pun ternyata benar. Akibat penarikan sejumlah investasi dari Candrama grup membuat para investor lainnya ikut menarik investasinya hingga kerugian Hartono grup saat ini semakin besar. Mereka sulit untuk bangkit karena membutuhkn suntikan dana secepatnya.


Hartono grup kemudian menghubungi Brian sesuai dugaan Raka, mereka ingin menjual saham kepada Brian namun Brian berencana untuk menolaknya sesuai permintaan Raka. Mendengar kabar dari Guna mengenai Hartono grup yang saat ini kesulitan membuat Raka tersenyum senang. Raka menunggu Indra dan Elysa meminta maaf kepada istri dan anaknya.


"Om mau jemput Adinda?" tanya Guna karena saat ini Adinda sedang berada di Rumah orang tuanya.


"Iya, dia minta jemput!" jelas Raka.


"Om sepertinya harus ikut kita karena Brian memberikan tantangan untuk bertanding bola Basket, Om! ucap Guna membuat Raka mengerutkan dahinya.


"Kalian ribut lagi?" tanya Raka.


"Nggak, Om hanya saja dia bosan butuh saingan katanya," jelas Guna membuat Raka menghela napasnya.


"Kapan pertandingannya?" tanya Guna.


"Jam empat sore ini," ucap Guna membuat Raka menaikan sebelas alisnya.


"Mendadak Ka, kalau Om ada jadwal ngajar gimana?" ucap Raka kesal.


"Kata Brian yang mendadak itu baru tantangan Om, kalau menolak tantangan berati kita kalah," jelas Guna.


"Dasar kenak-kanakan," ejek Raka. "Nggak ada permainan lain yang lebih menantang?" tanya Raka.


"Katanya dia hanya ingin main basket," jelas Guna.


"Tolak aja Gun, Om lagi malas!" pinta Raka. Sebenarnya Raka ingin pulang cepat dan ingin mengajak Felisa dan Rayhan bermain.


"Om, Brian bilang kalau kita tidak menerima tantangan ini, dia akan membeli saham Hartono dan berinvestasi disana!" ucapan Guna membuat Raka kesal.


"Kurang ajar, dia lupa siapa Om? Om ini kakak iparnya!" ucap Raka dingin.


"Om tahu sendiri siapa Brian, dia mana mau diperintahkan tanpa syarat Om. Katanya kalau Om menolak kunjungan Om ke rumahnya harus dibatasi menjadi sebulan sekali!" ucap Guna menunjukkan ponselnya yang berisi pesan yang dikirimkan Brian di grup mereka.


"Saya mau melihat Mami saya dan adik saya sesuai aturan dia? Dia belum tahu siapa saya Guna," kesal Raka.


"Om, Brian itu licik, ikuti saja permainan yang dia inginkan. Apalagi hanya bermain basket," ucap Guna.


"Skema pertandingannya bagaimana?" tanya Raka ingin mengatur strategi agar bisa menang dari Brian.


"Om, kamu dan Gemal. Lalu tim dia siapa?" tanya Raka penasaran.


"Adam, Akmal dan Brian," ucap Guna membuat Raka menghela napasnya.


"Kamu harusnya tahu Guna, Adam itu mantan atlit basket dan Akmal juga bermain basket di club sampai sekarang," jelas Raka.


"Jadi gimana Om?" tanya Guna.


"Menurut kamu kita akan menang?" tanya Raka.


"Menang," ucap Gemal baru saja masuk kedalam ruangan Raka setelah mendapatkan kabar dari Guna jika mereka akan bertanding bola basket sore ini. Gemal. membawa kantung kresek berisi tiga pasang sepatu basket. "Usaha dulu dong Om, walau kita tahu Om yang pastinya akan menyusahkan kita karena umur tidak membohongi kekuatan tubuh," ejek Gemal membuat Raka menatap Gemal dingin.


"Apa kalian lupa saya hanya beberapa tahun lebih tua dari pada dia!" ucap Raka menujuk Guna membuat Guna terkekeh.


"Hehehe... nggak usah kesal Om, sekarang kita harus mencari cara agar kita bisa menang melawan mereka!" jelas Guna.


Raka tersenyum sinis "Yang Om khawatirkan itu kalian berdua, Om pernah menjadi juara di SMA dan juga mpv basket di Universitas Om," jelas Raka membuat Gemal dan Guna saling berbisik. "Apa yang kalian katakan? tidak usah berbisik seperti itu!" tana Raka sambil menantap keduanya dengan sinis


"Begini Om katanya siapa yang kalah, dia yang akan membayar semua biyaya liburan keluarga. Gemal nggak ikut-ikutan ya Om. Gemal kan mau nabung buat klinik Gemal Om!" ucap Gemal.


"Om tahu kan tabunganku sudah menjadi milik istri dan Ayunda nggak akan mau boros Om!" ucap Guna.


"Kalian ingin berkhianat? kalian ingat kan janji kalian bedua?" tanya Raka membuat Gemal dan Guna saling menatap dan keduanya pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha," tawa Gemal dan Guna. Mereka bertiga memang memiliki perjanjian nyaitu masalah apapun yang nanti muncul dihadapan mereka, mereka akan saling membantu berbagi beban bersama karena mereka adalah keluarga.


"Kita ingat Om, gini nih kalau bicara sama pakar ekonomi mulai deh menghitung kalau kalah," ucap Gemal.


"Gem, selama ini uangmu kemana?" tanya Guna.


"Invetasi Kak, Vian juga pintar mengelolah uang jadi aman," jelas Gemal.


"Sebelum kita bertanding lebih baik kita duduk di hotel kita yang berada didekat sini!" ucap Guna.


"Hubungi wasitnya dan pastikan kalau Brian tidak berbuat curang!" ucap Raka.


"Siap bos," ucap Gemal segera menghubungi wasit yang akan mengawal pertandingan mereka.