CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Pelukannya


Ayunda keluar dari kamar mandi dan ia menghebuskan napasnya karena Guna sepertinya telah pulang kerumahnya. ia membaringkan tubuhnya dengan pelan. suara pintu terbuka membuat Ayunda terkejut saat melihat Guna membawakan sate madura kesukaan Ayunda.


Dinda dikasih apa sama Mas Guna sampai Mas Guna tahu sate kesukaanku.


"Makan dulu!" ucap Guna.


"Mas nggak usah repot-repot beliksn aku sate!" ucap Ayunda.


"Adinda yang beli bukan Mas, Mas suapin ya!" ucap Guna membuat Ayunda merasa sikap Guna sedikt lembut dan perhatian padanya.


Guna menyuapkan sate kedalam mulut Ayunda dam dengan terpaksa Ayunda segera membuka mulutnya dan mengunyahnya dengan pelan. Ada sedikit haru saat Ayunda melihat Guna dengan sabar menyuapkannya makanan dan menyeka bekas makanan yang ada dibibirnya.


Guna juga segera memberi Ayunda segelas air ketika ia melihat Ayunda tampak sulit menelan makanan yang ia berikan. Tanpa terasa sate yang ada dipiring telah habis. Guna segera membawa piring ke luar kamar. ia kemudian segera masuk ke kamar Ayunda dan menatap Ayunda. Ia berbaring disamping Ayunda hingga membuat Ayunda terkejut.


"Kenapa Mas masih disini?" tanya Ayunda.


"Mas ikut kamu nginap disini!" ucap Guna.


"Mas pulang aja!" usir Ayunda.


"kalau saya pulang, kamu juga harus ikut saya pulang!" ucap Guna dingin.


Ayunda memiringkan tubuhnya mengindari tatapan Guna padanya. "Tangan kamu nggak boleh banyak bergerak!" ucap Guna.


"Mas nggak usah pedulikan Ayu!" ucap Ayunda.


Guna memeluk Ayunda membuat Ayunda kesal dan ingin melepaskan tangan Guna yang memeluk tubuhya. "Mas udah lapor polisi tentang kecelakaan kamu" ungkap Guna.


"Nggak usah hanya kecelakan kecil" ucap Ayunda.


"Saya hampir saja kehilangan kamu Ayu, saya tidak akan membiarkan penabrak itu lari begitu saja! tadi teman Mas bilang penabraknya sudah tertangkap!" jelas Guna.


"Astagfirullah Ayu, kamu istri Mas. tugas Mas menjaga kamu, melindungi kamu dan membahagiakan kamu!" ucao Guna.


Ayunda meneteskan air matanya "Tapi Mas nggak bisa jaga persaan Ayu Mas hiks... hiks.. Mas mau ngebahagiain Ayu tapi apa Mas pikir Ayu bahagia ngeliatin Mas di rapat tadi disanjung dipuji sama Vivian dan semua orang kantor bilang Mas itu sama Vivian pasangan serasi!" jelas Ayunda.


"Ayu, sejujurnya pernikahan kita mungkin awalnya suatu keterpaksaan tapi saya tidak menyesal menikahi kamu. saya merasa beruntung memiliki istri yang baik, cantik dan apa adanya seperti kamu!" jelas Guna.


"Aku tidak pantas mendampingi Mas Guna. aku hanya pegawai rendahan Mas hiks...hiks" ucap Ayunda.


Guna menarik tubuh Ayunda agar menghadapnya. "Jangan bicara seperti itu, kamu sangat berharga bagi saya. Bagi Mas kamu adalah wanita yang paling pantas mendampingi Mas. saya memang masih harus banyak belajar sama Papi bagaimana memperlakukan istri dengan baik. Saya banyak kekurangan, saya minta maaf tapi jangan siksa saya dengan pergi kerumah orang tua kamu sedirian!" ucap Guna membuat Ayunda menatap wajah tampan Guna dengan terkejut.


kok aku merasa kasihan lihat kamu Mas. Aku **** banget ya dirayu dikit kayak gini aku luluh gitu. aku harus bisa kuat...


"Ayu mau resign Mas" ucap Ayunda.


"Kenapa?" tanya Guna


"Ayu nggak sanggup melihat Mas bersama Vivian di kantor!" jujur Ayunda.


"Terserah jika kamu masih mau bekerja atau kamu tidak usah bekerja. saya tidak akan memaksamu Ayu. Tapi kamu harus percaya walaupun kakek memintaku menikahi Vivian sekalipun aku tidak akan pernah mengabulkannya. Aku akan mundur jadi pewarisnya jika Kakek memintaku menikahi Vivian!" ucap Guna.


*A*ku nggak bisa marah lama kalau begini. Aku sebenarnya juga nggak mau pisah.


"Janji?" tanya Ayunda.


"Janji" ucap Guna. "Jangan ngambek lagi!" pinta Guna.


"Iya" ucap Ayunda.


Guna menarik selimut mereka "Kita tidur ya!" ucap Guna dan Ayunda menganggukkan kepalanya.