
Adinda mendekati Akmal dan Raka. Ia bisa menduga ada sesuatu yang tidak beres saat ini. Ia duduk disebelah Akmal dan membasahi kapas dengan obat pembersih luka. Adinda ingin mengangkat tangannya dan membantu Akmal membersihkan lukanya. Namun Raka segera menarik lengan Adinda dan mengambil alih kapas itu dari tangan Adinda. Dengan sorot matanya Raka meminta Adinda untuk menggeser tubuhnya menjauh dari Akmal. Adinda segera berdiri dan menjauh dari Akmal.
Raka menekan luka Akmal dengan kapas ditangannya. "Awww...." ucap Akmal namun Raka tidak peduli dan sengaja membersihkan luka Akmal dengan kasar membuat Adinda tertawa karena setidaknya Raka bersikap akrab kepada Akmal. "Pelan-pelan Kak!" pinta Akmal. "Aduh... "rintih Akmal.
"Sakit ya?" tanya Raka.
"Ya Kak" ucap Akma yang dulunya terlihat angkuh dan sombong sekarang terlihat seperti anak kecil yang mengiba kepada kakaknya agar Kakaknya tidak marah padanya dan menghetikan gerakannya yang mengobati wajahnya dengan kasar "Sakit Kak..." ucap Akmal karena Raka kembali menekan luka diwajah Akmal.
"Kalau kamu tidak tahan rasa sakit dari luka kecil ini, kamu jangan sombong hingga setiap orang ingin sekali merotokan gigimu atau membuat wajahmu ini hancur karena sikapmu itu!" ucap Raka dingin.
Akmal hanya diam saat Raka mencoba menasehatinya. Selama ini tidak ada yang pernah mengatakan padanya atau protes dengan sikapnya yang terlihat somobong dan angkuh itu . Bahkan Mamanya selalu memujinya hingga ia selalu merasa diatas angin. Tapi ketika perusahaan menanggung hutang miliaran rupiah Maminya seolah tidak peduli dan menyalahkan dirinya. Pada hal dana perusahaan telah habis karena kebiasaan hidup Maminya yang suka berfoya-foya.
"Apa yang kamu lakukan sampai mereka menghajarmu?" ucap Raka yang akhirnya mau mencoba mendengarkan masalah yang dihadapi Akmal.
"Hutang Mami Kak, dia meminjam kepada direktur FC dengan menggadaikan surat rumah dan menjanjikan Radina untuk dia nikahi padahal Radina telah menikah dengan Brian" ucap Akmal.
Raka menghela napasnya dan ia akhirnya tahu kenapa Lastri bersih keras membujuk Radina untuk pergi dan bercerai dari Brian jika Brian tidak memberi sejumlah uang kepada Lastri. Raka memang baru di dunia bisnis tidak seperti Guna yang lebih lama terjun menggantikan Papinya. Beberapa hari yang lalu Raka masuk perkumpulan pengusaha yang dibentuk salah satu pengusahan elit dan disana ia bertemu direktur FC yang terkenal licik dan sombong.
Adinda mendengar pembicaraan mereka. Ia tahu suaminya ini dibalik sikapnya yang terlihat cuek dan sedikit menyebalkan jika belum mengenalnya, terdapat hati yang lembut. Apalagi menyangkut keluarga dan orang-orang yang ia sayangi.
"Perusahaanmu masih bisa diselamatkan jika, kau merubah semua tatanan jabatan dan juga pembaharuan sistem" jelas Raka karena diam-diam ia menyelidiki perusahan yang dikelola keluarganya.
"Aku bingung Kak, semua aset walau udah diserahkan pengelolaanbya kepada Mami tapi kita tidak bisa menjual beberapa aset karena sebenarnya perusahan itu diperuntukan untukmu Kak, ada perjanjian tertulis dari Pak Farhan dan Mami Kak" ucap Akmal.
Raka menarik sudut bibirnya ternyata inilah yang telah dilakukan Papinya untuk dirinya. Meskipun perusahaan itu dikelolah oleh mereka namun pemilik sebenarnya adalah dirinya. Jika perushaan mengalami kerugian, tetap saja aset perusahaan tidak bisa diperjual belikan karena keluarganya bukan pemilik. Status mereka hanya mengelolah dan bukan pemilik. Raka tahu aset yang dimiliki perusahaan itu bahkan bisa melunasi hutang dan juga membangkitkan perusahan itu kembali walau aset mereka setengahnya hilang.
"Aku tidak bisa menjual aset perusahaan itu Akmal" ucap Raka membuat Akmal menganggap jika mungkin Raka masih dendam padanya. Kehadiran dirinya dirahim sang Mami yang membuat rumah tangga Farhan dan Maminya berakhir. Raka juga harus kehilangan kasih sayang Maminya.
"Saya akan membantumu tanpa menjual aset milik saya!" ucap Raka menekan ucapannya agar Akmal mengerti siapa dirinya di keluarga mereka.
"Iya Kak" ucap Akmal karena ia tidak bisa mengelak kalau Kakak sulungnya ini, lebih berhak mengelolah perusahaan karena memang Raka adalah pemilik yang sebenarnya.
Bukan perusahaan yang Raka inginkan, tapi ia menginginkan adik-adiknya belajar seperti dia dulu agar bisa kuat dan mengerti proses kerja bukan hanya langsung mendapatkan posisi tinggi disebuah perusahaan.
"Iya Kak" ucap Akmal dan pertarungan Akmal menjadi karyawan biasa dimulai. Tak akan ada mobil mewah apalagi baju-baju mahal yang akan Akmal gunakan.
Setelah selesai mengobati luka Akmal, mereka menandatangani perjanjian tertulis yang ditandatangi Akmal dan Raka. Raja meminta Akmal untuk tidak pulang karena khawatir penangih hutang akan menyetang Akmal lagi. Raka meminta istrinya untuk menyiapkan salah satu kamar tamu agar Akma bisa beristirahat.
Saat ini Raka merangkul Adinda dan melangkahkan kakinya menuju kamar mereka namum sebelum sampai dikamar mereka, Adinda sengaja ingin menggoda Raka. Ia menghentikan langkahnya tetap didepan kamar Felisa.
"Pengen bobok sama Felisa" ucap Adinda membuat Raka segera menggendong tubuh Adinda dan membuat Adinda tertawa.
"Bagaimana bisa kau membiarkan malam ini menjadi begitu dingin bagi suamimu Dinda?" ucap Raka membuat Adinda tersenyum.
"Iya Suamiku, nanti kalau kita punya anak lagi gimana? Suamiku bakal gini juga?" tanya Adinda.
"Berbagi waktu kalau siang kamu milik mereka kalau malam kamu milik saya Dinda!" ucap Raka membuka pintu kamarnya dan membaringkan tubuh Adinda di ranjang.
Raka mengecup pipi Adinda, mata, hidung lalu bibir Adinda dan seperti biasa malam ini akan menjadi malam panjang pergulatan mereka untuk saling memiliki. Tidak ada kata bosan bagi Raka menyentuh bidadari miliknya. Sama halnya Adinda yang tidak akan pernah melepaskan laki-laki tampan bernama Raka Candrma suaminya.
"Hanya kamu yang membuat saya hilang kendali Dinda" bisik Raka membuat Adinda tersenyum. Disela-sela percintaan panas keduanya masih sempat saling memuji bahkan mengatakan keinginan mereka.
"Katakan pada Dinda kalau Kakak mau ikut bersama Dinda ke ke Singapura menjenguk Mami Kakak" ucap Adinda.
"Kenapa kau begitu baik padanya? Dia tidak menyukaimu" Raka mengelus kepala Adinda dengan lembut lalu kembali mencium Adinda dengan ******* kecil hingga Adinda selalu saja jatuh dalam kenikamatan sentuhan suaminya.
"Mami Lastri telah berjuang melahirkanmu Kak, aku sangat berterimakasi kepadanya. Sebagai seorang menantu aku ingin berbakti padanya walau mungkin dia akan menolaknya, tapi kalau belum di coba kenapa harus menyerah untuk mendekatinya!" ucap Adinda.
"Oke, karena itu yang kamu inginkan kita akan mengunjunginya!" ucap Raka.