CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Alfa


"Hiks...hiks... Ayu nangis bukan karena Gemal tapi karena Mas" ucap Ayunda membuat Gemal terbahak-bahak melihat Guna terkejut dan juga bingung kenapa ia menjadi penyebab istrinya menangis.


"Mas salah apa sayang?" tanya Guna.


"Mas perginya lama banget hiks...hiks... katanya Mas perginya sebentar. Mas nggak ketemu Vivian kan?" tanya Ayunda membuat Gemal kembali tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun lo tambah kocak aja Ayu" ucap Gemal mencubit pipi Ayunda membuat Guna memukul tangan Gemal dan menjauhkan Ayunda dari Gemal. "Ya ampun Mas, pelit banget" kesal Gemal.


"Jangan nangis sayang, Mas tadi pulangnya cepat kok dan Mas lihat kamu lagi tidur jadi Mas ikut tidur juga tapi setelah itu Mas bangun dan kerja diperpustakaan" jelas Guna.


"Mas bukan pergi ketemu Vivian?" tanya Ayunda.


"Nggak sayang, Mas nggak akan membuat kamu kecewa. Mas sayang sama kamu dan..."


"Mas cinta sama kamu" ucap Gemal memotong ucapan Guna dan menirukan gaya bicara Guna membuat Guna menatap Gemal dengan tatapan tajam.


"Kita ke Rumah mama kamu aja ya! biar nggak diganggu Gemal. orang jomblo suka iri" ucap Guna merangkul Ayunda membuat Gemal membuka mulutnya karena kesal melihat tinggam Ayunda dan Gemal.


"Iya Mas, di Rumah Mama kan ada es krim" ucap Ayunda. keduanya melangkahkan kakinya menuju lantai dasar dan meninggalkan Gemal yang saat ini menatap punggung keduanya dengan sinis.


Ayunda dan Guna menuju pintu keluar dan mendekati pagar rumah. mereka kemudian segera menyebrang jalan dan menuju rumah yang ada dihadapan rumah yang mereka tempati saat ini.


"Mas, kalau kita punya rumah sendiri jangan jauh-jauh dari rumah Mama dan Mami ya Mas!" pinta Ayunda. "Itu Mas Ayu mau rumah yang kayak rumah baru itu!" tunjuk Ayunda pada rumah yang berada di samping rumah orang tuanya. "Rumah lama itu di renovasi dan jadi sebagus itu Mas" puji Ayunda.


Guna tersenyum "Insyallah kamu doakan semoga rezeki kita lancar!" ucap Guna.


"Aminnn" ucap Ayunda. keduanya pun segera masuk ke halaman rumah orang tua Ayunda.


"Mama" teriak Ayunda mendekati Ratna dan segera memakan kue yang berada diatas. "Bolu Marmer, tumben Mama masak bolu kesukana Kak Alfa" ucap Ayunda.


Bagas tersenyum dan meminta Guna untuk duduk disampingnya. Guna segera duduk disamping Bagas. "Pa suami Ayu jangan diajak main catur!" ucap Ayunda membuat Bagas terkekeh. "Ma, enak banget, kalau ada Kak Alfa bisa ludes ini" puji Ayunda.


Ayunda mengalihkan pandangannya saat mendengar suara yang menyapanya "hai dek" ucapnya membuat Ayunda segera berdiri dan mendekati Alfa yang tersenyum padanya. Ayu memeluk Alfa dengan erat membuat Alfa terkekeh.


"Kamu apa kabar?" tanya Alfa.


"Baik tapi Ayu tetap kesal sama Kakak. kenapa sih nggak pulang saat Ayu nikah?" ungkap Ayunda.


"Kakak belum bisa ambil cuti!" ucap Alfa. Alfa adalah seorang perwira polisi yang bertugas didaerah lain. Alfa sangat mirip dengan Papanya. Alfa memiliki hidung yang mancing, berkulit putih dan memiliki badan tegap serta tinggi.


"Kok tambah putih si Kak? harusnya Kakak hitam. kan polisi banyak yang hitam" ucap Ayunda.


"Siapa bolang?" goda Bagas.


"Nggak ada yang bilang, Ayu aja yang nebak" jelas Ayu.


Guna berdiri dan menjabat tangan Alfa. "Apa kabar?" tanya Guna.


"Baik Gun, kamu bisa-bisanya mau menikahi si centil ini. kamu nggak menyesal?" tanya Alfa menatap Guna dengan tatapan seriusnya.


"Nggak ada penyesalan menikahi Ayunda tapi ada satu kesalahan yang aku perbuat" ucap Guna membuat Ayunda menyebikkan bibirnya "Kenapa sejak dulu aku tidak menikahinya" lanjut Guna membuat Ayunda menatap Guna dengan haru.


tbc...