
Adinda tidak tahu kemana Raka akan membawanya pergi. Raka itu penuh misteri hingga kejutan kecil seperti ini saja telah membuat Adinda baper. Raka tiba-tiba menarik tangan Adinda agar memeluknya membuat Adinda tersenyum dan mengikuti keinginan Raka dengan memeluk pinggang Raka dengan erat. Hembusan angin siang itu membuat rambut panjang Adinda berkibar. Tanpa Adinda sadari saat ini ketika Adinda memeluk pinggang Raka membuat seulas senyum manis terpancar dari wajah dingin yang selalu Raka perlihatkan.
Terik matahari tak membuat Adinda merasa kepanasan. Raka ternyata telah menyiapkan perjalanan ini ini, terlihat dari helem lucu bewarna kuning nyetrik yang dipakaikan Raka khusus untuknya. Adinda memang tidak mengatakan terimakasih kepada Raka karena telah memberikan helem lucu ini, namun cukup dengan pelukan ini saja ia merasa Raka telah mengetahui isi hatinya.
Raka berhenti di sebuah tempat nongkrong khas anak muda yang membuat Adinda terkejut karena sosok kutu buku tampan yang satu ini ternyata memiliki sisi lain yang belum ia ketahui. "Ayo turun!" ucap Raka.
Raka mematikan mesin motornya dan memarkirkannya. Beberapa orang tersenyum melihat kedatangan Raka. "Om sering kemari?" tanya Adinda.
"Dulu iya tapi sekarang sudah agak jarang paling saya hanya mampir sebentar beli kopi" ucap Raka.
Adinda tahu cafe ini dari status IG teman-temannya. Cafe ini terbilang unik karena bentuk bangunannya mirip bus besar dan d memiliki interior klasik yang khas anak-anak motor. Bukan hanya terkenal dengan kopinya, tapi cafe ini juga menyediakan makanan menu makanan yang cukup banyak dan lezat. Raka memegang tangan Adinda dan mengajak Adinda masuk kedalam cafe. Semua karyawan Cafe tersenyum melihat kedatangan Raka dan Adinda.
Raka mengajak Adinda duduk di sebuah ruangan khusus dan seorang perempuan manis mendekati mereka. "Selamat siang Kak Raka" ucapnya membuat Adinda merasa sedikit kesal.
Dia ramah sama Om Raka kenapa gue yang kesel ya.
"Apa kabar Ranti?" tanya Raka.
"Baik Kak, sekarang Ranti lagi nungguin ijazah SMA Kak dan rencananya mau kuliah makanya Ranti kerja di Cafe bang Tegar" jelas Ranti.
"Saya dulu juga begitu Ranti, kuliah sambil kerja" jelas Raka. Adinda hanya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Ini Ibunya Felisa? biasanya Kak Raka kesini sama Felisa. Kok Felisa beberapa hari ini nggak pernah diajak Kak?" ucap Ranti membuat Adinda terkejut.
Felisa? siapa? Om jangan-jangan Om sudah punya anak nih... kok nggak cerita sama Dinda...
"Adinda ini Ranti, dia ini adiknya Bang Tegar pemilik Cafe ini!" ucap Raka mengalihkan pembicaraannya tentang Felisa membuat Adinda kesal.
"Saya Ranti Mbak" ucap Ranti menatap Adinda dari atas kebawah dan kemudian tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Adinda menjabat tangan Ranti. Sebenarnya Adinda tidak suka ditatap seperti itu, namun ia memilih diam karena saat ini ia berada diwilayah pertemanan Raka dan ia tidak ingin membuat kencannya berantakkan. Tapi tetap saja, Adinda penasaran dengan sosok Felisa.
"Saya Adinda" ucap Adinda tersenyum ramah.
"Dia Bundanya Felisa" ucap Raka membuat Adinda terkejut namun ia memilih untuk diam saat ini karena tidak ingin perdebatannya bersama Raka didengar Ranti.
"Mau pesan apa Mbak?" tanya Ranti terlihat tidak begitu bersemangat saat mendengar jika dirinya diakui Raka sebagai bundanya Felisa.
"Ayam bakar sama nasi bakar satu, steaknya dua, Mocachino satu, capuchino satu dan air mineral dua" ucap Adinda karena dia yakin Raka setuju dengan pilihannya.
"Kak Raka pesan apa?" tanya Ranti tersenyum manis.
"Sudah itu saja!" ucap Raka.
"Oke kak ditunggu pesanannya" ucap Ranti tersenyum dan ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini.
Adinda menatap Raka dengan kesal karena Raka tidak segera menceritakan siapa Felisa. jika Raka telah memiliki seorang anak kenapa Raka tidak menceritakan semuanya padanya bukankah sebentar lagi mereka akan menikah. Jika saja Raka tidak mengajaknya kesini sampai kapan Raka akan merahasiakan kehadiran Felisa padanya.
Adinda terisak membuat Raka yang sejak tadi fokus menatap sekellingnya terkejut. "Hiks...hiks...". Raka mengalihkan pandangannya dan menatap Adinda dengan bingung.
"Kamu kenapa?" tanya Raka.
"Om bohong sama Dinda, Om punya anak dari wanita lain katanya Om belum pernah menikah" ucap Adinda segera menghapus air matanya.
"Kalau saya punya anak apa kamu masih mau menerima saya?" tanya Raka.
"Kalau Om bilang jujur pasti Dinda mau, tapi Dinda nggak suka dibohongi!" kesal Adinda.
Penyebab ia putus dengan Rifki karena Rifki tega berselingkuh dan membohonginya. Harusnya ia membatalkan pernikahanya lagi kali ini? Rasanya Adinda tidak sanggup untuk berpisah dari Raka.
Raka tersenyum dan kemudian memeluk Adinda "Udah nggak usah nangis malu, sebentar lagi pemilik cafe ini mau kesini dan kenalan sama kamu! setelah ini saya akan cerita sama kamu tentang Felisa!" ucap Raka menghapus air mata Adinda dengan jemarinya.
tbc
jangan lupa vote, like dan komentarnya. terimakasih.