CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Malu banget


Ayunda saat ini sangat malu dengan ulah adiknya yang mengatakan semua rahasianya kepada suaminya. Ayunda menatap Guna dengan malu mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Saat ini ia sedang berada didalam kamar sambil berbaring di atas ranjang dan Guna juga duduk disebelahnya. Kaki Ayunda terasa pegal karena kegiatan berbelanja tadi.


Guna memandang Ayunda dan menunggu Ayunda untuk menkonfirmasi kebenaran yang dikatakan Adinda. Melihat istrinya itu tidak kunjung membuka suaranya membuat Guna gemas dan akhirnya ia yang lebih dulu membuka suaranya. "Jadi dulu, kamu memang suka ngintipin aku?" tanya Guna tersenyum saat melihat wajah Ayunda memerah.


Ayunda mengerjapkan kedua matanya dan kemudian dengan malu-malu ia memeluk Guna dengan erat. Sebenarnya ia hanya ingin terlihat cantik saat bertemu Guna waktu itu. Ia terbiasa mendengar cerita Elin Maminya Guna yang saat ini menjadi mertuanya, selalu memuji Gunadarma putra sulungnya.


"Mas mau dengar ceritanya dong Yu!" ucap Guna sambil mengelus rambut Ayunda dengan lembut dan merayu istrinya itu agar menceritakan tentang perasaan Ayunda dulu padanya.


"Ya udah Ayu cerita tapi Mas nggak boleh ketawain Ayu ya Mas!" pinta Ayunda. Guna menganggukkan kepalanya.


Flasback.


Dua sosok perempuan cantik saat ini sedang ribut hanya karena sinetron atau drama korea yang mereka sukai. Keduanya sering kali berdebat ketika menonton bersama tentang siapa yang paling ganteng atau jika Ayunda mengatakan peran utama perempuannya tidak cocok, maka Adinda pasti mengatakan Cocok dari pada Ayunda yang jadi peran utama. Membuat Alfa sebagai kakak sulung harus menghukum keduanya. Kali ini Alfa sedang meminta keduanya berdiri satu kaki sambil menyanyikan lagu kemesraan, lagu favorite Mama mereka.


"Kak udah yah, Ayu capek!" ucap Ayunda menatap Alfa dengan tatapan memohon.


"Iya Kak, kita janji deh nggak akan berantem lagi hanya gara-gara film!" ucap Adinda. "Ini semua karena Mbak Ayunda yang sok cantik Kak, masa dia bilang peran utama jelek cantikan dia! kaca dikamar dia udah segede apa, tapi masih juga nasrsinya nggak ketulungan. Sadar Mbak, Mbak itu nggak secantik yang Mbak kira buktinya masih jomblo!" teriak Adinda.


"Terima kenyataan dong Din kalau Mbak memang lebih cantik dari kamu, apalagi semua pasti bilang Mbak lebih cantik dari artis itu coba tanya Mama sama Mami Elin! Sayangnya Din, Mbak nggak mau jadi artis!" ucap Ayunda. Menurut Alfa perdebatan keduanya itu tidak penting tapi inilah realita yang dihadapi keluarganya sejak dulu.


"Kak kaki Ayu sakit nih udahan ya!" pinta Ayunda lagi dengan wajah memelasnya.


"Iya Kak, capek nih!" ucap Adinda menyebikkan bibirnya.


"Udah sering Kakak dengar kalian berantem kayak gini dan damai kalau dihukum, tapi besok kalian pasti akan ulangi lagi berantem nggak jelas. Lihat rumah ini udah kayak kapal pecah!" jelas Alfa kesal dengan sifat kekanak-kanakan kedua adiknya ini.


Ayunda mendengar suara mobil yang sepertinya berada disebrang rumahnya dan ia segera menyudahi hukumannya. Ia melangkahkan kakinya mengintip dari balik pintu depan rumahnya, terlihat sosok tetangganya yang tampan baru saja pulang dari luar negeri. "Itu kayaknya Kak Guna yang pulang ya Mbak?" tanya Adinda yang tiba-tiba berada dibelakangnya dan juga ikut mengintip rumah megah yang ada dihadapan mereka.


"Iya Mami Elin tadi bilang katanya suami masa depan Mbak pulang!" ucap Ayunda membuat Adinda memutar bola matanya.


"Emang dia mau sama Mbak? ngarep banget!" ucap Adinda.


"Kamu tahukan Mbakmu ini cantik, jadi wajar kalau dia jatuh cinta sama kecantikan Mbakmu ini!" ucap Ayunda memuji dirinya sendiri membuat Adinda ingin sekali mencibir Ayunda.


"Mbak nggak malu kepedean banget, sok cantik tuh lihat di cermin muka Mbak itu kusam butuh perawatan!" ejek Dinda.


Ayunda menutup pintunya "Yang benar kamu Din? masa muka cantik Mbak ini kusam?" ucap Ayunda.


"Kusam banget Mbak" ejek Adinda. Ia sengaja ingin membuat Ayunda kesal dan memulai perang dunia kedua dengan perang bantal yang pastinya akan memicu keributan dengan suara keduanya yang saling berteriak membuat Alfa kesal dan kembali menghukum keduanya.


Ayunda melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamarnya diikuti Adinda yang berada dibelakangnya. Ayunda menatap wajahnya dicermin dan ia menghela napasnya. "Din beneran kusam dan pakek ada jerawat lagi satu biji di jidat!" ucap Ayunda.


"Mbak kan mau main ke Rumah tetanggaku idolaku Din, jadi mesti cantikan gitu biar berasa wah gimana gitu!" Ayunda mengambil bedak dan meletakan bedak itu ke wajahnya. Bedak bayi yang selalu ia pakai. Ayunda membuka jendelanya dan melihat Guna dan Gemal yang berada didepan pagar rumahnya.


"Din, anaknya si Mami yang ganteng itu pulang, ini bedak mbak tebal nggak?" ucap Ayunda kegenitan membuat Adinda menghela napasnya.


"Itu anak tetangga ada dua, yang mana yang mbak suka sih?" tanya Adinda menatap Ayunda dengan sinis.


S**udah tahu mereka pulang masih aja nanya. batin Adinda


"Yang paling gantenglah Din, Kak Guna. Kalau Gemal pecicilan sama kayak kamu nggak cocok sama Mbak!" ucap Ayunda.


"Emang Kak Guna cocok sama Mbak?" tanya Adinda.


"Nggak tahu juga sih tapi bisa aja kan si ganteng itu nanti suka sama mbak Dinda!" ucap Ayunda membuat Dinda mencibir Ayunda dari belakang.


"Yayaya semoga Mbak memang berjodoh dengannya!" ucap Adinda "Tapi awas ya Mbak kalau Mbak kelihatan suka banget sama dia, dianya bisa ilfil tahu!" ucap Adinda.


"Nggaklah, Mbak mana mau ngejar-ngejar cowok Dinda sayangku. Kita anggap saja dia Ji Chang wook atau Lee min hoo. kagumi wajahnya doang Hahaha..." tawa Ayunda. "Udah Ah, Mbak mau kerumah Mami Elin dulu siapa tahu si Guna bawain Mbak oleh-oleh" ucap Ayunda.


"Mana ada paling dia kalau ngeliat Mbak itu, dia mau guna-guna Mbak, biar Mbak nggak muncul dari hidupnya lagi. Mbak itu bikin hebo nggak jelas mana sok cantik lagi! Lagian Kak Guna pasti bosen dengerin Maminya selalu minta padanya agar nikahin Mbak! ckckck ngapain juga Maknya Kak Guna ingin Mbak jadi menantunya, kayak nggak ada cewek kalem aja! " ejek Adinda.


"Kamu ini bukannya belain mbak bisa hanya ngejek mulu. Ini mbak udah cantik belum?" tanya Ayunda memutar tubuhnya.


"Cantik kayak itik" ejek Adinda.


"Kalau Mbak kayak itik kamu kayak maknya gendrowo!" ucap Ayunda melangkahkan kakinya bak model meninggalkan Adinda yang saat ini menatap punggung Ayunda dengan sinis.


Flasback off


"Jadi dari dulu udah merhatiin Mas ya Yu?" tanya Guna.


"Mas itu dulu bagi Ayu kayak aktor korea Mas. Istilahnya sih idola. Ayu nggak genit ya Mas!" ucap Ayunda.


"Genit kok, kalau nggak genit sama Mas, Mas nggak akan tertarik sama kamu sampai ingat bibir kamu yang monyong-monyong ciumin Mas saat mabok!" ucap Guna membuat Ayunda menyebikkan bibirnya. "Kamu kan kalau mau cium saat mabok hanya cium orang yang kamu kenal, sahabat-sahabat kamu, keluarga dan orang yang memang benar-benar ingin kamu cium kayak Mas kan Yu?" ucap Guna.


"Iya itu semua gara-gara Mami Elin kirim fotomu Mas tiap hari dan ingatin Ayu kalau Ayu kuliah Ayu harus ingat, kalau calon suami Ayu lebih ganteng dari pada cowok-cowok dikampus!" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum dan harus berterimakasih kepada Maminya yang ternyata membantunya mendapatkan hati wanita yang saat ini sedang ia peluk.


tbc..