CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kekesalan Adinda


Setelah resmi menjadi tunangan Raka, Adinda pikir Raka akan bersikap sedikit baik padanya dan sedikit lembut, tapi ternyata dugaannya salah. Raka tetap sama tidak mau mengalah dan bersikap seenaknya hingga memancing perdebatan mereka seperti saat ini. Adinda harus mengikuti semua kelas yang diajarkan Raka dengan dalih supaya Adinda pintar dan juga karena Adinda merupakan asisten Raka.


"Om hari ini jadwal Om kan padet banget dikampus dan Dinda nggak ada jadwal kuliah, soalnya Pak Syamsul nggak masuk hari ini. Jadi Dinda nggak usah kekampus ya Om! " pinta Adinda.


Raka menatap Adinda dengan tatapan datar. Pagi ini mereka ada rapat jam delapan tadi sekarang sudah jam sembilan dan Raka akan mengajar dikampus jam sepuluh. "Kamu mau makan gaji buta?" ucap Raka membuat Adinda membuka mulutnya.


"Astaga Om, kok gitu banget ya sama tunangannya sendiri. Om perhitungan banget sih sama Dinda, beda banget sama Kak Guna!" kesal Adinda menyebikkan bibirnya dan duduk disopa dengan terkulai lemah.


Raka menutup berkas yang ia baca "Kamu itu biar pinter makanya harus masuk kedalam ke kelas yang saya ajar Dinda!" ucap Raka.


"Tapi kan itu kelasnya untuk anak S1 Om, Masa Dinda dari pagi jam sepuluh kuliah juga dengerin ocehan Om di kelas!" kesal Adinda.


"Ocehan saya itu selalu bermanfaat kalau kamu lupa. Saya ini dosen yang selalu disukai mahasiswa dan mahasiswi dikampus Dinda. Jadi harusnya kamu bersyukyur bisa mendengarkan semua ilmu saya Dinda. Memahami terori dasar akan beruguna untuk kamu di S2 bahkan S3 nanti!" ucap Raka membuat Adinda membuka mulutnya.


Astaga gila aja si Om, dia pikit anak S1 dengan senang hatu masuk kelasnya? Nggak. Om itu pelit sama nilai dan tugas harua bagua kalau mau dapat skor penilaian tinggi. Om itu disukai karena wajah Om itu tampan dan Om belum menikah. kalau Om sudah punya istri mereka mana mau terlihat cari perhatian sama Om.


"Dinda kuliah hanya batas S2 aja soalnya kalau dosenya Om kepala Dinda bisa pecah!" ucap Dinda.


"Ayo sebentar lagi kelas saya akan dimulai. Saya paling tidak suka orang yang suka terlambat!" ucap Raka.


"Paling nggak suka terlambat, kemarin aja terlambat jemput Dinda," singgung Adinda kesal.


"Itu beda Dinda, jam diluar kampus dan diluar kantor status kamu kan tunangan saya jadi nggak masalah kalau saya terlambat menjemput kamu!" ucap Raka.


Raka mengambil lem isolasi plastik bening yang berada di atas mejanya dan mengguntingnya. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Dinda dan menempelkan mulut Adinda dengan lem. "Udah ayo ke kampus dan jangan banyak omong!" ucap Raka.


Dinda menarik lem yang ada dibibirnya "Om tega banget sih, inikan sakit Om!" ucap Adinda berpura-pura sakit.


Raka menaikkan kedua alisnya dan kemudian mendekati wajah Adinda cup... ia mengecup bibir Adinda dengan cepat membuat Adinda kesal. "Kenapa cium-cium Dinda?" teriak Adinda.


"Saya suka dan nggak ada alasan kenapa saya suka cium-cium bibir kamu, bibir kamu kan milik saya jadi terserah saya!" ucap Raka.


"Bibir Dinda milik Dinda emang dasar Om itu mesum akut!" ucap Adinda.


Raka memang sangat overproktetif kepadanya, Adinda bahkan tidak bisa pergi bersama teman-temannya untuk sekedar nongkrong di cafe ataupun karoke bersama seperti dulu. Raka itu jauh berbeda dengan Gunadarma dan Gemal. Raka bagi Adinda spesies langkah yang suka membuat emosinya memuncak alih-alih bersikap normal seperti pasangan lain.


"Om hari ini aja ya biarkan Dinda pergi sama teman-teman Dinda nonton bioskop jam dua siang!" ucap Adinda membuat Raka menatap sinis Adinda. Akhirnya tunangannya ini mengatakan apa yang ia inginkan.


"Tidak, Kamu pikir saya tidak tahu kalau Dion suka sama kamu?" ucap Raka. Adinda membuka mulutnya. Dion adalah salah satu mahasiswa S2 yang mendekati Adinda. Adinda memang tidak menyadari jika Dion menyukainya, tapi sebagai sesama laki-laki Raka tahu jika tunangannya itu diminati Dion karena tatapan mata Dion selalu terlihat tertuju pada Adindanya.


"Om kalau cemburu jangan keterlaluan dong!" kesal Adinda.


"Pokoknya kamu hadir dikelas saya Dinda. kamu tidak boleh pergi sembarang bersama teman-teman kamu tanpa izin dari saya!" ucap Raka tidak mau dibantah.


tbc...