
Adinda segera melangkahkan kakinya menuju parkiran. untung saja hari ini hanya satu mata kuliah jika tidak pembicaraannya dengan Raka harus ditunda lagi. Adinda mendekati motornya dan beberapa orang laki-laki tersenyum melihat Adinda. seperti itulah Adinda yang terbiasa mendapatkan tatapan kagum para lelaki sejak dulu. Adinda menghidupkan motornya dan bergegas melaju dengan kecepatan sedang menuju Restauran. Adinda melihat Raka turun dari mobilnya. mobil milik Raka memang bukanlah mobil yang wah yang seharusnya Raka miliki sebagai seorang Candrama.
"Tunggu Om!" teriak Adinda mendekati Raka dan tersenyum manis kepada Raka.
Raka melangkahkan kakinya diikuti Adinda yang berada dibelakangnya. mereka masuk dan duduk disalah satu meja yang ternyata telah Raka pesan. Adinda duduk tepat dihadapan Raka dan ia menatap keselilingnya. Tempat ini bukanlah pertama kali ia datangi. ia sering makan di restauran ini berasama Rifki mantan pacarnya.
Adinda terseyum manis saat seorang pelayan memberikannya menu padanya. "Terimakasih Mbak" ucap Adinda.
Raka menatap Adinda dengan tatapan angkuhnya dan menuggu perempuan cantik itu berbicara padanya. "Saya pesan nasi kebuli satu sama ayam bakar madu, minumnya teh tarik mbak. hmmm... Bapak nggak pesan makanan?" tanya Adinda.
"Kopi dan japanese cake" ucap Raka.
"Dinda juga mau Om japanese Cakenya" ucap Adinda tanpa malu dan Raka menganggukkan kepalanya.
wah, coba aja si Om jadi pacar gue pastinya perut gue bakalan kenyang terus. si Om beda sama Rifki. Dulu setiap makan sama Rifki pasti dia marah kalau gue makannya banyak. dia nggak mau gue gemuk...
"Udah mbak itu aja!" ucap Adinda kepada pelayan restauran dan pelayan itu segera pamit untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Om nggak laper? hanya makan kue dan kopi?" tanya Adinda.
"Saya mau bermain basket sore ini, saya tidak mau perut saya kenyang dan saya sulit untuk bergerak" jelas Raka.
"Pantesan badan Om bagus, Om diet juga ternyata" ucap Adinda.
"Saya tidak diet, nanti setelah olahraga baru saya makan" jelas Raka.
"Beneran Om nggak diet? kok saya jadi penasaran ya Om. apa iya Om bukan laki-laki yang suka diet Om?"
"Apa urusan kamu saya mau diet atau nggak?" tanya Raka mengerutkan dahinya melihat tingkah wanita yang ada dihadapanya yang selalu menyulut emosinya.
"Soalnya ya Om, saya agak gimana gitu sama cowok belok. Apalagi Om itu Om saya jadi saya harus mengingatkan Om biar nggak terjerumus Om!" ucap Adinda membuat Raka menatap tajam Adinda.
"Sebenarnya kamu mau bicara apa sama saya? belok apa maksud kamu? " kesal Raka dan emosinya benar-benar memuncak saat ini.
"Hehehe, Belok kiri belok kanan om masuk saya. Hmm...sambil makan ya Om, Dinda ceritanya!" ucap Adinda. seorang pelayan membawakan makanan untuk mereka.
Adinda memakan makanannya dengan lahap membuat Raka mengamati tingkah Adinda yang saat ini mengunyah makanannya tanpa malu. "Om mau?" tanya Adinda mengangkat sendoknya dan menngarahkannya kearah mulut Raka. "Ini benar-benar enak lo Om!" ucap Adinda membuat seseorang yang berada dimeja tidak jauh dari mereka saat ini terilihat sangat kesal.
"Om cobain dulu dong!" pinta Adinda. beberapa orang menatap kearah mereka membuat wajah Raka memerah karena malu dan dengan terpaksa ia membuka mulutnya. Adinda segera menyuapkan nasi itu kedalam mulut Raka.
"Wah anak Mama pinter!" ucap Adinda tersenyum manis.
"Saya tidak ada waktu melayani tingkah konyol kamu!" ucap Raka kesal.
"Iya om hehehe, jangan. esmosi ya Om nanti Dinda kasih Es krim!" goda Dinda membuat tatapan Raka menajam "Becanda Om hehehe. gini Om, Kak Guna dan Gemal pengen ketemu Om karena ada beberapa hal yang mau mereka bahas tapi sepertinya Om nggak mau ya Om?" tanya Adinda.
"Saya lagi sibuk" ucap Raka.
"Om kalau saya jadi Om, apapun kesalahan orang tua kita dimasalalu sebaikanya kita maafkan om. karena ketika mereka tidak ada lagi maka yang akan kita dapati hanyalah penyesalan Om. Kakek Farhan sekarang sedang sakit Om, Kakek Farhan sakit jantung dan ginjal. beliau tidak ingin dioperasi Om dan keingainan terbesar beliau yaitu bertemu dengan Om Raka" jelas Adinda menjelaskan apa yang ingin disampaikan Gemal dan Guna. Gemal mengatakan kepada Adinda jika Raka terlihat tidak ingin menemui mereka maka Dinda harus mengatakan penyakit Kakek mereka.
"Maaf Om, Dinda bukan ingin menggurui Om. walau bagaimanapun Kakek Farhan sangat menyayangi Om dan Kakak Om, Papi Adit menunggu kepulangan Om. mereka keluarga Om dan saya tahu Om sebenarnya menyayangi mereka. Penyesalan mungkin datang terlambat, tapi jika kita ikhlas dan mencoba untuk menyelesaikan semuanya maka penyesalan itu tidak akan terjadi Om. penyesalan tidak akan melukai hati Om, luka hati hanya akan menjadi penyakit yang membuat hidup Om tidak tenang dan akhirnya Om tidak akan merasa bahagia" jelas Adinda.
Adinda melihat ekspresi terluka diwajah Raka "Mereka keluarga Om dan akan selalu menjadi keluarga Om" ucap Adinda membuat Raka menatap Adinda dengan tatapan penuh arti.