
Perasaan Ayunda saat ini gugup, apalagi saat ini ia akan segera dioperasi untuk mengeluarkan bayinya. Ayunda masuk kedalam ruangan yang dipenuhi alat-alat medis. Guna telah memakai pakaian khusus untuk memasuki ruang operasi. Ia menggenggam tangan Ayunda. Tadi Ayunda telas di sutikan bius. Bius yang digunakan adalah bius lokal agar sebagian tubuh Ayunda mati rasa sehingga mengurangi rasa sakit dirahim, leher rahim pada saat proses melahirkan. Setengah tubuh Ayunda di tutupi kain pembatas. Ayunda mendengar bisik-bisik dokter dan juga bunci alat perlengkapan yang digunakan dokter untuk mengularkan bayinya. Guna mendampinginya sambil menatapnya dengan tatapan temang. Gemal memang mengatakan padanya agar bersikap tenang dan berpikir positif mengenai persalinan Ayunda.
Guna mengelus kepala Ayunda dengan lembut. Proses Operasi telah berlangsung sejak tadi dan tiba-tiba tangisan bayi terdengar membuat Guna tersenyum senang. Gemal menggendong bayi perempuan cantik yang saat ini berada dipelukannya. Gemal memperlihatkannya kepada Guna wakah bayi cantik itu membuat Guna tersenyum.
"Kita bersihkan dulu ya Kak nanti udah bersih bisa kakak gendong!" ucap Gemal membuat Guna menganggukkan kepalanya.
Setelah persalinan selesai, Ayunda membersihkan diri dibantu kedua orang Suster. Guna keluar dari ruangan dengan raut wajah bahagia membuat mereka semua tersenyum.
"Bayinya laki-laki apa perempuan?" tanya Elin.
"Perempuan Mi," ucap Guna.
"Alhamdulilah Mami senang, bisa ajak cucu Mami beli boneka," ucap Elin.
Guna mencium punggung tangab Bagas dan juga mencium punggung tangan Ratna. "Selamat nak," ucap Bagas.
"Terimakasih Pa, ma" ucap Guna sambil tersenyum kepada Ratna. Ratna teharu dan matanya berkaca-kaca karena senang Ayunda bisa melahirkan bayinya dengan selamat.
Aditya memeluk Guna dan menepuk bahu Guna "Selamat Nak," ucap Aditnya.
"Selamat juga buat Papi karena dapat cucu perempuan!" ucap Guna.
"Papi dulu sayang banget sama Ayunda karena kita nggak punya anak perempuan dan alhamdulilah dapat cucu perempun ya Pi" ucap Elin.
"Iya sampai dulu Ayunda nggak dibolehin Mami pulang ke Rumahnya," jelas Aditnya.
"Guna dan Ayu juga sudah memutuskan kalau Papi, Mami, Papa dan Mama saja yang kasih nama untuk putri kita," ucap Guna membuat Elin, Ratna, Bagas dan Aditya saling berpandangan dan kemudian mereka tersenyum.
"Gayatri," ucap Aditya.
"Iya Gayatri hehehe... ternyata Papi ingat" ucap Elin mencubit lengan suaminya itu dengan manja.
"Pasti ingat dong Mi, dulu itu saat kamu hamil kamu manja banget sama Papi," ucap Aditya membuat mereka terkekeh.
"Papa dan Mama mau cucunya siapa namanya?" tanya Guna melihat kearah Bagas dan Ratna.
"Gayatri Ayudarma Candrama," ucap Bagas membuat Ratna, Elin dan Aditya menganggukan kepalanya sambil kembali menunjukkan senyumannya.
"Guna setuju Pa Gayatri Ayudarma Candrama," ucap Guna.
"Gayatrinya mana Guna?" tanya Ratna karena ia sudah tidak sabar melihat cucu perempuannya
"Diruang bayi Ma, bisa dilihat dari luar ruangan Ma," ucap Guna. Tadi saat ia keluar dari ruang operasi bayi mungilnya telah mandi dan menyusu pada Ayunda.
"Mami nggak sabar, melihat Gayatri, dia mirip kamu apa Ayu?" ucap Elin.
"Mirip Ayu Mi, cantik," ucap Guna.
"Kalau Ayu memang cantik dari dulu Gun, makanya kamu setuju-setuju aja dijodohin sama Ayu," goda Elin membuat mereka semua tersenyum karena wajah Guna memerah karena malu.
Tentu saja tawaran menikah dengan Ayunda saat itu ditanggapi Guna dengan dingin namun Guna tidak menolak dan juga tidak mengiyakan. Sampai ketika Ayunda benar-benar telah membuatnya tergoda, hingga seorang Guna darma akhirnya tidak bisa lagi menuda pernikahaan mereka. Bibir penuh pesona itu membuat hatinya terjebak. Perkara ciuman Ayunda yang tidak bisa ia hidari karena ternyats ia juga menyukainya bibir manis itu.