
Adinda mengajak Vivian menuju rumah Farhan dengan menggunakan mobil Vivian. Saat ini Vivian dan Adinda berada didalam mobil. Adinda bisa melihat wajah Vivian terlihat pucat membuatnya merasa khawatir.
"Vi, lo kaya orang kurang gizi Vi, lo nggak makan berapa hari sih? lo kurus dan pucat banget " ucap Adinda.
"Gue makan tapi nggak banyak hanya sesuap aja tiap makan, makanya Gemal ngamuk sama gue Din!" ucap Vivian.
"Lo tenang aja, di rumah Kakek Mbak Ayu katanya masak tomyam loh. Tadi dia telepon gue ngajakin makan tomyam!" ucap Adinda.
"Gue mau belajar masak sama mbak Ayu!" ucap Vivian karena Gemal sering mengatakan jika masakannya tidak enak. Vivian merasa Gemal akan sulit mencintainya karena ia tidak seperti Ayunda perempuan yang pernah disukai Gemal. "Gemal juga bilang masakan Mbak Ayu enak dibandingkan masakan gue!" ucap Vivian.
"Pasti dia mau ngajari lo masak Vi, atau belajar sama gue aja, gini-guni gue jago masak!" ucap Adinda.
"Masak apa?" tanya Vivian sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"Masak air" ucap Adinda membuat Vivian tertawa.
"Hahaha... lo Din bisa aja bencanda mulu!" tawa Vivian yang lepas membuat Gemal menatap Vivian dengan datar. Ia mengetuk jendela mobil membuat Vivian menghentikan tawanya. Vivian menurunkan kaca mobilnya.
"Mau kemana?" tanya Gemal.
"Ke Rumah Kakek" ucap Vivian pelan.
"Biar saya yang nyetir!" ucap Gemal meminta Adinda segera pindah ke belakang dan Vivian pindah ke samping.
Vivian tidak menyangka jika Gemal berada di Rumah. Karena hari minggu biasanya Gemal bermain basket bersama teman-temannya. Gemal menjalankan mobilnya dengan santai dan sesekali ia melirik Vivian yang memilih diam.
"Din ribut dong! sepi gini nggak enak!" ucap Gemal.
"Lo sih suka marahin Bini jadi gini kan Bini lo jadi pendiam gini" ejek Adinda.
"Lo tumben nggak pergi sama Om Raka?" tanya Gemal.
"Om nggak mau diajak ke taman bermain. Gue mau ngajakin Om naik komedi puter!" ucap Adinda.
"Hahaha... jelaslah dia nggak mau, lo ngajakin main permainan anak-anak. Om Raka dewasa Dinda kalau mahasiswanya memlihatnya kayak gitu, mau dimana ditaruh mukanya!" ucap Gemal.
"Kalian itu para laki-laki yang nggak asyik" ejek Adinda. "Gue dan Vian habis ini mau ke Taman bermain sambil jalan-jalan ngilangin stres" ucap Adinda.
"Emang saya ngijin kamu pergi?" tanya Gemal melirik Vivian.
"Memang nggak boleh?" tanya Vivian pelan.
"Nggak jadi kita nonton aja Vi, nggak asyik banget kalau jalan sama Gemal kecuali nonton" ucap Adina.
Adinda ingat dulu ia pernah pergi bersama Gemal dan Ayunda saat mereka remaja bersama Elin ke taman bermain. Gemal, Ayunda dan dirinya mabok saat menaiki wahana membuat Elin segera memutuskan pulang padahal mereka baru satu jam bermain. Apalagi Gemal berpura-pura sakit perut membuat Adinda kesal. Usut punya usut ternyata Gemal memang tidak suka pergi ke Taman bermain yang ramai.
"Gemal itu pemabuk dulu jadi sering nyusahin kita!" ucap Adinda.
"Itu dulu Dinda, sekarang gue nggak mabok lagi, lo dan Ayunda yang pemabok sampai sekarang kata kak Alfa. Makanya lo kalau ke wahana hanya berani naik komedi puter iya kan?" ucap Gemal.
"Terserah deh yang penting sore ini gue sama Vivian mau jalan! lo sebagai suami Vian kalau mau ngintilin kita silahkan saja tapi jangan gangguin kita!" ucap Adinda.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di Kendiaman utama Farhan Candrama. Vivian mencari Farhan dan ia tersenyum melihat Farhan tertawa bersama Ayunda saat menonton drama korea. Sedangkan Raka dan Guna sibuk membaca ipadnya dan sambil memakan kripik kentang yang berada didalm toples.
"Kek" panggil Vivian membuat Farhan tersenyum dan meminta Vivian duduk disampingnya. "Kamu kenapa nggak tinggal sama Kakek Vian, biar rumah ini rameh. Kakek kangen sama kamu!" ucap Farhan menepuk puncak kepala Vivian dengan lembut.
"Vian juga kangen sama Kakek tapi Vian ikut Gemal Kek!" ucap Vivian.
"Gemal kalian tinggal disini saja semuanya biar Kakek nanti yang bilang sama Elin dan Adit!" ucap Farhan.
"Iya kek" ucap Gemal.
Sementara itu Adinda menuju dapur dan mencicipi masakan Ayunda. Adinda berbicara dengan maid jika ia ingin memasak kue bolu marmer saat ini. Mereka menyiapkan bahannya dan Adinda segera membuatnya.
Raka mendekati Adinda dan berdiri tepat dibelakang Adinda. "Masak apa?" tanya Raka.
"Bolu Om" ucap Adinda. "Om nggapai kesini?" tanya Adinda karena jarak keduanya begitu dekat membuat jantung Adinda berdetak dengan kencang.
"Jangan salah paham saya mau mengambil gelas ini!" ucap Raka yang ternyata mengambil gelas yang berada dilemari atas.
"Dinda pikir Om mau ci... " ucapan Adinda terhenti karena ia membalik tubuhnya dan menatap Raka dengan senyum manisnya "Maksud Dinda kirain Om mau cuci piring!" ucap Adinda.
"Oo... kalau kamu mau saya cium kamu ke kamar saya saja! Nggak enak kalau disini dilihatin sama yang lain!" ucap Raka membuat para maid tersenyum mendengar ucapan Raka.
"Hus... sana Om...ngeselin banget!" usir Adinda.
*Si Om makin hari omes banget. Untung gue bisa jaga diri. Pokoknya gue nggak mau dekat-dekat Om Raka lagi, mulai sekarang gue harus berjarak dua meter dari dia.
tbc*