
Kediaman Bagas dan Ratna telah ramai sejak pagi. Saat ini Adinda merasa jantungnya berdetak dengan kencang menunggu kehadiran kakanda tercinta yang sangat ia rindukan. Sejak subuh tadi, ia telah dibangunkan oleh Ayunda dan Karina pada hal ia masih sangat mengantuk. Penata rias telah membuat penampilan Adinda terlihat sangat cantik saat ini.
Adinda dan Raka memang sudah tidak bertemu selama enam hari, tapikeduanya sangat sering video call dengan alasan Felisa merindukan Ayahnya. Adinda bahkan meminta Felisa merengek kepada Bagas dan Ratna agar meminta Raka untuk datang, tapi ternyata akal-akalan Adinda ini ketahuan oleh Bagas karena Bagas bertanya siapa yang meminta Felisa ingin bertemu Raka. Felisa pun menjawab dengan jujur jika Bundanya yang memintanya untuk bertemu Raka dan membujuk dirinya dan istrinya agar mengizinkan Raka datang kerumahnya.
"Lama banget ya Mbak, Kakandaku datang?" ucap Adinda membuat Ayunda menatap Adinda sinis.
"Udah nggak tahan lagi ini anak, kamu buat malu Mbak aja Dinda. Jadi cewek itu jangan gampangan yang kalem gitu. Masa ini kamu yang keganjenan pengen ketemu Om Raka!" kesal Ayunda.
"Namanya juga kangen Mbak, Dinda kan deg-degkan kayak nggak pernah ngerasain aja sih Mbak. Oya Dinda lupa dulu kan Mbak pura-pura nggak mau sama Kak Guna padahal dulu deg-degan minta ampun. Tiap Kak Guna mau pulang dari luar negeri mulai deh beli baju baru, bebedakan, beli parfum dan beli sepatu," ungkap Adinda membuat Guna yang baru saja datang ingin memberi tahu kedatangan Raka menatap istrinya dengan senyuman.
"Iya ya Din, dulu Mbakmu begitu tingkahnya?" tanya Guna.
"Iya Kak itu rahasia sebenarnya tapi hehehe...itu jadi bonus aja deh buat Kak Guna karena sudah jadi kakak ipar Dinda yang super duper baik," ucap Adinda.
"Nanti kalau ada rahasia Ayu lagi, kasih tahu ya Din!" ucap Guna
"Siap kak banyak pokoknya yang mau Dinda ceritain!" ucap Adinda membuat Ayunda melototkan matanya kepada Adinda. Karina tertawa mendengar ucapan Adinda.
"Keluarga Candrama sudah datang..." ucap Guna membuat Adinda terkekeh.
"Hahaha... kayak Kak Guna bukan keluarga Candrama aja!" tawa Adinda.
"Dek yang kalem dikit ini mau nikah loh... ketawanya gede banget nggak malu kamu?" kesal Ayunda membuat Guna mengelus punggung istrinya itu dengan lembut.
"Mama nanti ya kita bahas rahasia yang tadi!" bisik Guna membuat wajah Ayunda memerah karena malu.
Adinda tersenyum ketika melihat sosok Vivian yang ternyata datang ke pestanya dan segera masuk kedalam kamar Adinda. Mata Vivian tampak sayu membuat Karina, Adinda dan Ayunda khawatir. "Vian...Dinda kira kamu nggak datang!" ucap Adinda. Ponsel Vivian memang tidak aktif untung saja beberapa hari yang lalu ia mengaktifkannya dan membaca seluruh pesan dari Adinda serta keluarganya yang lain.
"Maafin Vian ya Din!" ucap Vivian.
"Nggak apa-apa yang penting kamu datang dan jangan pergi lagi ya Vian!" pinta Adinda membuat Vivian tersenyum.
Sosok Gemal masuk kekamar Adinda dengan wajah khawatirnya namun Adinda segera melarang Gemal untuk masuk. "Eits... jangan buat masalah ya Gem, besok aja kalau mau berantem sama Vian. Hari ini Dinda nikah jadi stop bikin drama telenovela!" ucap Adinda membuat Gemal mengepalkan tangannya sambil menatap Vivian yang menundukkan kepalanya.
Acara saat ini sedang berlangsung sebelum akad nikah diucapan Raka, Adinda tidak akan keluar dari kamarnya. Raka merasa baru kali ini, ia dilanda kegugupan membuat Farhan yang duduk disampingya itu memegang bahu Raka. "Tidak usah gugup nak!" ucap Farhan.
Raka melihat kesamping dan tatapannya tertuju pada sosok Lastri yang saat ini memakai kebaya seragam keluarga dan tersenyum menatapnya. Raka bisa menduga kedatangan Lastri pasti ada kaitanya dengan Adinda. Ada perasaan hangat dihati Raka ketika ia memiliki kedua orang tua yang lengkap saat ini. Hal yang selalu ia impikan selama ini dan hari ini akhirnya terjadi.
Penghulu membacakan nasehat-nasehatnya dan kemudian mulai menyiapkan berkas. Raka membacakan ayat suci Al-Qur'an membuat Adinda terharu apalagi suara Raka yang merdu membuat semua orang memuji Raka.
"Baiklah apa semua sudah siap?" tanya Pak. penghulu.
"Siap" ucap Raka membuat semua orang tertawa. Radina dan Adam tersenyum melihat kakak sulungnya yang kembali terlihat bersemangat setelah tadi ia terlihat begitu gugup.
Aditya mengangkat jempolnya membuat Raka tersenyum. Kakak yang sangat diidolakannya itu, saat ini terlihat sangat mendukung dan menyayanginya. Raka memejamkan matanya dan ia kemudian segera menyambut uluran tangan Bagas. Dengan satu tarikan napas Raka berhasil menjadikan Adinda istrinya. Semua yang hadir diacara akad nikah ini mengatakan kata SAH, membuat Adinda yang berada dikamarnya meneteskan air matanya. Alfa menuju lantai dua sesuai perintah Pak Penghulu untuk membawa adiknya mendampingi suaminya.
Alfa terlihat tampan dan gagah dengan balutan jasnya berjalan menghampiri adiknya yang saat ini menteskan air matanya karena mulai hari ini Adinda akan menjadi tanggung jawab Raka dan sebagai Kakak, Alfa ikut bahagia dan haru.
Alfa mengulurkan tangannya mengajak Adinda ikut bersamanya "Jadi istri yang baik ya Dek, jangan melawan suami. Jangan suka kelayapan tanpa izin suami!" ucap Alfa membuat Ayunda menangis tersedu-sedu mendengar ucapan kakak sulungnya. Akhirnya adik bungsu mereka menikah. Ayunda menggandeng sebelah lengan kiri Adinda dan Alfa memegang sebelah kanan lengan Adinda.
Ayunda memilih diam dan tidak mengatakan apapun saat ini sama dengan Adinda yang meneteskan air matanya karena haru. Ketiganya melangkahkan kakinya turun dari tangga, membuat Ratna menangis karena semua ketiga anaknya saat ini telah memiliki keluarga sendiri. Ia ingat dulu ketiganya masih kecil dan selalu menjadi penyemangatnya dan suaminya dalam keseharian mereka. Elin memeluk Ratna dengan erat sambil mengelus punggung Ratna ikut haru melihat kebahagian Ratna.
"Aku tidak menyangka kedua putrimu telah menjadi bagian dari keluarga besarku Ratna! kau berharsil mendidik keduanya dengan begitu baik!" ucap Elin membuat Ratna semakin terisak.
Adinda duduk disamping Raka saat ini. Raka terpesona dengan sosok perempuan cantik yang telah menjadi istrinya mulai hari ini. Ayunda mencium punggung tangan Raka membuat semuanya bersorak riang. Raka dan Adinda menandatangi berkas yang ada dihadapan mereka.
Mecintaimu bukanlah rencanaku Raka Candrama. Aku menemukanmu disaat luka yang aku dapatkan akan cinta yang dikhiananti begitu besar. Kau membuatku menemukan suatu rasa yang berbeda dan menyakinkanku jika kali ini pernikahan yang telah direncanakan tidak akan gagal lagi seperti sebelumnya. Terimakasih Kak Raka aku mencintaimu.
Ungkapan hati seorang Adinda yang saat ini sangat bahagia karena telah menjadi istri dari seorang Raka Candrama. Tatapan saling mengagumi terlihat jelas diwajah keduanya. Apalagi keduanya telihat sangat tampan dan cantik. Raka dan Adinda naik ke pelaminan bersama keempat orang tua mereka. Farhan dan Lastri membuang ego mereka dan bersanding bersama buah hati mereka dihari yang sangat bahagia bagi Raka. Raka tidak tahu bagaimana caranya membujuk atau mengatakan niatnya kepada Maminya jika ia ingin Maminya mendampinginya hari yang bahagia ini, tapi perempuan cantik yang bernama Adinda yang saat ini telah menjadi istrinya membuat segalanya terwujud.
tbc...
Jangan lupa amplopnya ya teman-teman berupa vote, like dan komentarnya terimakasih 😘😘😘😘
selamat menikmati hidangannya!!!