
"Yu, sekarang hubungi Dinda dan tanya dia dimana!" pinta Raka.
"Om bisa nggak minta tolong dengan nada lembut Om, Ayu nggak suka Om perintah-perintah kayak gitu!" kesal Ayunda sambil memeluk lengan Guna.
"Tolongi Om ya Yu, tanyain dimana Adinda!" ucap Raka menunjukkan senyum palsunya membuat Farhan, Ayunda dan Guna tertawa.
"Hahaha... Ka, kalau kayak gini kamu menggemaskan banget pasti Adinda bakalan ketawa sama kayak Papi!" tawa Farhan.
"Papi tega, Papi mau ngerjain Raka ya Pi?" kesal Raka.
"Nggak kok nak, hehehe" kekeh Farhan "Yu hubungi Dinda Yu!" ucap Farhan membuat Ayunda segera menghubungi Adinda.
Bunyi nada dering diponsel Adinda membuat Raka benar-benar kesal karena seperti dugaannya jika Adinda telah sengaja memblokir nomor ponselnya.
"Assalamualikum".
"Walaikumsalam, Din. Kamu dimana?" tanya Ayunda.
"Kenapa Mbak?" tanya Adinda.
"Mau nanya aja kamu dimana sekarang? kalau kamu mau nginap disini mbak mau kamu beliin Mbak nasi bakar!" ucap Ayunda.
"Nggak Mbak, Dinda nggak mampir ke rumah Kakek. Dinda sekarang di Mall, lagi nonton Mbak!" ucap Adinda.
"Sama siapa kamu, Dek?" tanya Ayunda sambil memperhatikan ekspresi wajah Raka yang terlihat kesal saat ini.
"Sama teman Mbak" jujur Adinda.
"Teman apa teman? nggak pergi sama si Om?" goda Ayunda.
"Dia ngambek sama Dinda, memangnya si Om belum pulang ya Mbak?" tanya Adinda.
"Udah pulang, baru saja" jelas Ayunda.
"Mbak udah yah! Dinda dipelototin sama orang-orang nanti. Dinda mau fokus nonton dulu, Assalamualikum".
"Walaikumsalam" ucap Ayunda sambil menutup sambungan ponselnya. Ia kemudian tersenyum menatap Raka yang terlihat salah tingkah saat ini "Om kenapa ngambek?" goda Ayunda.
"Saya nggak ngambek Yu!" ucap Raka kesal.
"Idih mukannya merah Kek hahaha...lucu benget" tawa Ayunda membuat Guna tidak bisa menahan tawanya lagi melihat wajah Omnya memerah karena malu.
"Hahaha... Om" tawa Guna membuat Raka melempar sendok yang ada diatas meja kearah Guna.
"Dia nonton dimana Yu?" tanya Raka mengabaikan rasa malunya yang telah terlanjur ia perlihatkan kepada Papi dan keponakannya ini.
"Ayu lupa tanyain Dinda Om, tapi Dinda pergi sama siapa ya? kalau sendirian pasti dia bakalan dapat kenalan cowok-cowok cakep deh Om" goda Ayunda sengaja menjadi kompor agar Raka kesal. "Om nggak mau nyusulin dia Om?" tanya Ayunda membuat Raka menggelengkan kepalanya pada hal didalam hatinya ia ingin sekali menyusul Adinda dan membawanya pulang.
"Mas Guna, kalau Ayu ngambek Mas harus rayu Ayu ya Mas! Jangan di diemin ya Mas kalau perlu cari Ayu Mas dan bawa pulang kalau Ayu pergi!" ucap Ayunda menatap Guna dengan penuh cinta.
"Kalau ada masalah baiknya memang harus diselesaikan dan jangan dibiarkan berlarut-larut Yu!" ucap Guna sambil melirik Raka yang saat ini terlihat sedang memikirkan ucapannya.
Raka menghela napasnya, ia kemudian menatap Ayunda dengan tatapan kesal "Yu tanyain Dinda dimana!" pinta Raka.
"Om cemburu" ucap Raka kesal membuat Guna dan Farhan saling bertatapan hingga keduanya pun kembali tertawa terbahak-bahak diikuti Ayunda yang juga tertawa.
"Hahaha... "
"Oke, gitu dong Om. Om harus ada pengakuan ke kita kalau Om sudah cinta sama adik Ayu. Kata cemburu membuktikan kalau Om cinta sama Adinda. Jadi Ayu akan menanyakan Dinda nonton dimana sekarang!" ucap Ayunda.
Ayunda mengambil ponselnya dan segera chat dengan Adinda untuk menayakan dimana Adinda sekarang.
Ayunda :
Dek nonton dimana?
Adinda :
Di XX7 di Alexsander Mall yang nggak jauh dari hotel Mbak.
Ayunda :
Jam berapa selesainya?
Adinda:
Bentar lagi Mbak sekitar lima belas menit lagi.
Ayunda :
Kalau sudah selesai filmnya jangan keluyuran!
Adinda :
Oke Mbakku.
Ayunda menunjukkan isi percakapannya kepada Raka membuat Raka segera berdiri. "Pi, Raka pamit jemput Adinda" ucap Raka mencium punggung tangan Farhan.
Guna tersenyum melihat Raka yang melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. "Raka..." panggil Farhan membuat Raka menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya.
"Kenapa Pi?" tanya Raka.
"Enggak ciun pipi Papi dulu kayak Gemal?" goda Farhan sambil tersenyum membuat Ayunda dan Guna tertawa.
"Hahaha... " tawa mereka.
"Nggak Pi makasi mending Raka cium bibirnya Dinda!" ucap Raka membuat Ayunda berdiri.
"Awas ya Om!" teriak Ayunda membuat Raka terkekeh.
Raka mempercepat langkahnya dan segera menuju garasi mobilnya. Ia segera membuka pintu mobil sport miliknya dan masuk kedalamnya. Raka memacu kendaraannya dengan santai. Ia masih penasaran dengan siapa Adinda pergi. Jika Adinda berani pergi dengan laki-laki lain apalagi jika itu Adam adik tirinya Raka akan segera memaksa Adinda menikah sekarang juga dan memberikan foto rahasia yang ia simpan kepada kedua calon mertuanya.
Awas kamu Dinda, kalau kamu cuekin saya nanti kamu bakalan terima akibatnya. Apalagi kalau kamu jalan sama Adam.