
Ayunda dan Guna sampai di Rumah Sakit, hari adalah jadwal pemeriksaan kandungan Ayunda. Sebenarnya Guna ingin memeriksakan kandungan Ayunda kepada Dokter perempuan dan bukan kepada adiknya sendiri. Tapi Ayunda lebih memilih Gemal menjadi Dokter kandungannya karena ia lebih mudah bertanya kepada adik iparnya itu. Saat ini antrian pasien terlihat sangat panjang.
"Kamu udah daftar?" tanya Guna.
"Belum Mas, soalnya Ayu bosan jadi pasien yang diutamakan dan tidak perlu antri untuk ketemu Gemal. Ayu pengen kayak ibu hamil yang antri sama suaminya untuk ketemu Dokter Mas!" ucap Ayunda tersenyum manis membuat Guna hanya bisa menunjukan senyumannya. Istrinya ini memang selalu memberi kejutan sama seperti adiknya Adinda.
"Mas daftarkan dong!" pinta Ayunda mengerjapkan kedua matanya membuat Guna kembali tersenyum geli.
"Oke," ucap Guna.
Guna melangkahkan kakinya mendekati kedua suster dan kemudian menyerahkan kartu pasien kepada Suster dan keduanya tersenyum karena mereka mengenal Gunadarma Candrama yang merupakan Kakak kanding Dokter Gemal Candrama atasan mereka.
"Kenapa nggak telepon aja Pak, seperti biasa?" tanya salah satu suster .
"Istri saya mau ikut antrian pasien Sus," jelas Guna membuat keduanya tersenyum. "Nanti dipanggil sesuai antrian saja ya Sus!" pinta Guna.
Jika istrinya dipanggil duluan nanti pasti istrinya itu akan kesal kepadanya. Ayunda memang ngin menikmati kebersamaannya bersama Guna. Ia bahkan ingin Guna meluangkan waktunya di hari minggu hanya untuk keluarga kecil mereka dan Guna tentu saja pasti akan mengabulkan keinginan istrinya itu. Ia akan selalu ingat pesan Kakeknya Farhan Candrama, yang memintanya untuk mengutamakan keluarga. Keluarga adalah hal yang pertama dari pada bisnis. Keluarga harus menjadi nomor satu di hati, karena harta menjadi tidak penting ketika keutuhan keluarga hancur.
Guna kembali mendekati istrinya dan duduk disebelah istrinya. Ayunda menyandarkan kepalanya dibahu Guna dan ia menarik tangan Guna agar mengelus perutnya. Lagi-lagi Guna tersenyum dengan tingkah manja Ayunda.
"Adegan kayak gini kamu tonton di film apa Yu?" tanya Guna membuat Ayunda terkekeh.
"Hehehe...memang setiap Ayu jadi manja kayak gini Ayu lihat di film apa?" tanya Ayunda mengelus pipi Guna dengan lembut.
"Biasanya kan gitu," ucap Guna.
"Sesibuk apapun suami, istri yang hamil pasti ingin ditemani oleh suaminya untuk memeriksakan kandungannya. Walau terkadang dia merasa mungkin dia bisa sendiri, tapi tetap saja dia ingin suaminya menemaninya untuk mengetahui perkembangan buah hatinya!" jelas Ayunda membuat Guna menganggukkan kepalanya.
"Jadi kamu minta kita untuk antri ketemu Gemal karena ingin merasakan hal romantis seperti ini?" tanya Guna menatap wajah istrinya yang cantik itu sambil tersenyum lembut.
"Iya Mas, Ayu kan ingin sesekali kita antri begini dan merasakan bagaimana menunggu dan deg-degan saat ketemu Dokter. Walau Dokternya itu Gemal Mas hehehe...". kekeh Ayunda.
"Iya Ratuku," ucap Guna mencium dahi Ayunda dan kemudian menepuk-nepuk pelan kepala Ayunda.
"Mas maunya bayi kita laki-laki apa perempuan?" tanya Ayunda. Ia memegang tangan Guna.
"Bagi Mas, laki-laki atau perempuan itu sama saja Ayu. Kalau anak kita laki-laki semua nanti kamu juga bisa dapat anak perempuan," ucap Guna.
"Memang Mas mau nambah anak lagi setelah yang ini?" tanya Ayunda.
"Nggak Ayu, dua sudah cukup. Maksud Mas nanti kita dapat anak menantu perempuan juga jadi kalau kita nggak mendapatkan anak perempuan juga tidak apa-apa. Lihat Mami mendapat anak perempuan yang cantik kayak kamu dan Vian!" ucap Guna.
"Iya Mas," ucap Ayunda tersenyum lembut.
Mereka melihat kearah pintu dan melihat satu persatu pasien Gemal keluar dari ruangan dengan berbagai ekspresi, ada yang bahagia, tanpa ekspresi, dan ada juga yang menangis haru bahkan menangis.
"Mas semua orang pernah merasakan sedih dan takut sama seperti Mas Guna yang punya ketakutan jika Ayu kesulitan saat melahirkan anak kita nanti. Tapi bagi Ayu yang lebih menyakitkan jika Ayu menyerah begitu saja dengan keadaan. Mas harus percaya kalau Ayu bisa kuat saat persalinan nanti. Keinginan Ayu itu melihat anak-anak kita dewasa dan kita berdua menua bersama," ucap Ayunda. "Namun jika keinginan Ayu tidak bisa tercapai, Mas harus yakin jika itulah yang terbaik," ucap Ayu sambil tersenyum.
Guna menganggukkan kepalanya "Mas percaya kamu adalah perempuan, istri, dan ibu yang kuat sayang!" ucap Guna membuat Ayunda menganggukan kepalanya dan ia memeluk Guna dengan erat.