
Gemal membuka kertas yang ia dapat dan ia segera membacanya "Mengendarai jet ski dan mengambil perintah selanjutnya di banana boad" ucap Gemal.
"Permainan apa ini sungguh membosankan" ucap Raka.
Gemal tersenyum jahil "Ini permainan lebih cocok dimainkan untuk paket bulan madu" ucap Gemal.
"Iya masa main jet ski, nggak ada permainan lain apa?" kesal Adinda.
"Kalau Vivian dia jelas bisa berenang dari kecil nah kalau kamu? ckckc kemarin aja baru dipinggir kolam udah berhasil jungkir balik dan kalau berenang langsung K.O. jangan-jangan kamu nggak pernah naik Jet ski?" tanya Raka.
"Pernah" bohong Adinda.
Adinda tidak pernah bermain jet ski karena ia takut jatuh dan tenggelam karena ia tidak bisa berenang "Jet ski itu yang kayak motor itu kan?" tanya Adinda.
"Iya hehehe motor di air bahasa kerennya" ucap Gemal.
"Vivian lebih berpeluang menang karena dia juga bisa mengendarai jet ski" jelas Raka.
"Jangan gitu dong Om, jahat banget sih ngebuat Dinda berkecil hati buat menang. Harusnya Om kasih semangat dong!" ucap Dinda.
"Mana mau menang kalau kamu berenang aja nggak bisa, bisanya hanya gaya batu" ejek Raka.
"Makanya nanti setelah geme ini ajarin Dinda berenang ya Om, biar Om dapat pahala karena baik sama Dinda!" ucap Adinda.
"Kenapa haru saya?" tanya Raka dingin.
"Nggak mungkin kan sama Gemal atau Kak Guna nanti marah istrinya. Secara sekarang Om jomblo akut jadi nggak ada yang marah, paling Om yang bakal marah-marah. Kalau sama Kak Alfa dianya suka males ngajarin Dinda. kalau Om Raka kan cekatan ngurus mahasiswanya jadi kalau hanya ngajarin Dinda berenang itu mah kecil ya Om!" ucap Adinda membuat Vivian yang sejak tadi memilih diam malah tertawa.
"Hahaha, Om pasti nggak akan nolak ngajarin kamu Din" ucap Vivian dan membuat ekspresi Raka sangat kesal Mendengarnya.
"Nah udah Dinda duga kalau Om Raka sebenarnya baik hanya saja Om Raka itu tidak mengumbar kebaikannya!" jelas Adinda sambil tersenyum manis kepada Raka.
"Kayaknya memang hanya kamu ya Din yang bilang Om Raka baik hahaha... " tawa Gemal.
"Udah makannya?" tanya Raka kesal. "Kalau udah ayo pergi, saya capek ngeladeni permainan nggak guna kayak gini!" kesal Raka.
"Kalau sama Dinda, Om nggak capek kan?" goda Dinda menurun-naikkan alisnya.
"Capek banget, kamu itu nyiksa saya!" ucap Raka lagi-lagi membuat mereka semua tertawa.
"Ya deh maafin ya Om, nanti Dinda pijitin tapi pijat min-min ya Om bukan pijat plus-plus" ucap Adinda membuat Raka menghela napasnya. ia terlihat seperti Om-om tua yang suka bermain wanita pada hal umurnya saja tidak terlalu tua dan hanya berbeda satu tahun dari keponakan tertuanya.
"kita berangkat kesana sama-sama saja!" ucap Raka.
Raka memberikan kertas yang ia dapat "Tiket pass agar sainganmu bisa menjadi temanmu untuk menyelesaikan misi selanjutnya" jelas Gemal.
"Oke, kalau gini seru. Ayo sebelum mereka yang tersesat dilabirin bisa keluar dengan selamat" ucap Gemal.
Mereka berempat menuju tempat bermain jet ski menurut petunjuk isi peta yang mereka dapatkan. seorang laki-laki yang merupakan panitia acara ini memberikan sepatu kepada Adinda. "Tunggu, Mbak Adinda. ini sepatunya!" ucapnya.
Adinda dan Raja menghentikan langkahnya sedangkan Vivian dan Gemal yang berada didepannya melanjutkan langkah kkai mereka. Adinda memakai sepatu itu dan ia merasa ujung tumit kakinya yang lecet terasa perih. "Mana plester untuk lukanya?" tanya Raka kepada karyawan itu, membuat Karyawan itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
"Ini pak!" ucapnya memberikan plaster itu kepada Raka. Raka membuka plaster itu dan dengan isyarat mata ia meminta Adinda segera duduk. Adinda menurutinya duduk dan Raka menjongkokkan tubuhnya.
"Kita tunggu disana ya Om!" teriak Gemal sambil menunjuk sebuah pohon yang rindang
"Iya" teriak Raka.
Raka mengambil kaki Adinda dan segera memasang plaster di kedua tumit kaki Adinda. ia juga membantu Adinda memakai sepatunya, setelah itu ia berdiri lalu mengulurkan tangannya agar Adinda memegang tangannya. Adinda merasakan jatungnya berdetak dengan kecang namun ia harus segera menepis perasaannya karena tidak ingin jatuh cinta pada sosok Raka.
Mereka kemudian mendekati Gemal dan Vivian, lalu melangkahkan kakinya bersama menuju pantai. saat dipantai suasana begitu indah, terlihat Ayunda yang sedang duduk bersama Guna sambil meminum segelas jus yang ada ditangannya.
"Si bos udah enak-enakan nyatai. Dia yang ulang tahun kita yang repot" ejek Gemal.
"Nanti kalau Om yang ulang tahun kalian harus bisa menyenangkan hati Om!" ucap Raka membuat Gemal menatap Raka sinis karena ia juga bingung bagaimana membuat sosok yang ia panggil Om ini bisa senang.
"Dasar Om senang" ejek Adinda.
"Setahu kita ya Om, hanya nikah mungkin yang bisa membuat Om keluar dari kesedihan Om karena dilangkahi kedua keponakan Om!" ucap Gemal membuat Adinda tertawa.
"Hahaha, iya Gem. Cari aja perempuan yang sanggup di jelitin sama Om dan dicuekin sama Om!" ucap Adinda membuat Gemal tersenyum karena ia tahu siapa yang paling cocok buat Raka.
"Kamu sepertinya cocok buat saya siksa dan saya pelototin seumur hidup kamu!" kesal Raka membuat Adinda menelan ludahnya.
"Ya udah habis ini Om minta Kakek ngelamar Adinda hahaha" tawa Gemal membuat Raka menatap Gemal dengan tatapan horor.
"Kalau mau piring terbang menghiasi rumah tangga kita ayo!" tantang Adinda.
"Sebelum piring-piring itu terbang kamu dulu yang bakalan saya ikat dan saya buat kamu jadi kucing manis!" ucap Raka.
"Udah bahasan ini males Dinda dengarnya!" ucap Adinda dengan wajah memerah. ia tidak bisa membayangkan bagaimana ia dan Raka menjadi sepasang suami istri yang akur dan juga mesra. Dulu hanya Rifki yang selalu ia bayangkan menjadi masa depannya.
"Tapi Om, denger-denger sih Dinda berniat CLBK sama mantan pacarnya loh!" ucap Gemal mencoba membuat seorang Raka marah.
"Itu bukan urusan saya, Ayo kita selesaikan semua misi ini!" ucap Raka. Adinda merasa tidak suka jika Raka tidak memperdulikannya, entah mengapa sekarang ia ragu untuk memulai hubungannya lagi dengan Rifki. Apa mungkin sosok Raka yang perlahan membuatnya menyukainya? entalah Adinda tidak mampu menterjemahkan rasa yang ada dihatinya.