
"Kalau kamu kapan dek cium Om Raka?" tanya Ayunda membuat Adinda menelan ludahnya.
"Dinda dicium nggak sengaja gitu" ucap Adinda menelan ludahnya.
Gawat gue nggak boleh cerita ini rahasia antara gue dan Kak Raka hehehe..
"Kapan dek? kamu gitu ya sama Mbak nggak mau cerita" kesal Ayunda.
"Dinda lupa Mbak kapannya" ucap Adinda membuat Ayunda menyebikkan bibirnya.
Ayunda membaringkan tubuhnya dan membuat Adinda ikut membaringan tubuhnya di ranjang. Keduanya menatap langit-langit kamar. "Nggak terasa kita udah pada gede semua, Kak Alfa udah nikah, kamu juga dan sesuai kesepakatan kamu akan tinggal bersama Kakek Farhan" jelas Ayunda.
"Ya... dan Mbak pasti kangen banget sama Dinda" ucap Adinda membuat Ayunda tersenyum. Tentu saja ia akan sangat merindukan adik bungsunya yang dulu selalu mengikutinya kemanapun ia berada.
"Din, kamu sering-sering nginap di rumah Mama ya nanti!" ucap Ayunda.
"Tergantung izin suami Mbak, Dinda nggak bisa sesuka Dinda kayak dulu. Apalagi sekarang Dinda udah punya suami dan anak" jelas Adinda mengingat Raka dan Felisa. Ia tersenyum membayangakan kehadiran keduanya yang akan mengisi hari-harinya.
Ketukan pintu membuat Adinda duduk dan melangkahkan kakinya menuju pintu, ia segera membuka pintu. Saat pintu terbuka terlihat Vivian dan Karina tersenyum manis padanya. "Hai kita boleh masuk?" tanya Karina.
"Boleh kok Mbak lagian ada Mbak Ayu juga didalam," ucap Adinda.
Karina dan Vivian masuk kedalam dan mereka menatap kagum kamar milik Adinda dan Raka"Wah bagus ya Din," ucap Karina.
Vivian memilih duduk disofa "Vian pasti udah sering ke hotel-hotel mewah makanya dia nggak terkejut kayak kita," ucap Ayunda.
"Dulu aku sering ikut Kak Guna sama Kak Gemal kalau liburan, tapi pernah sekali ngikutin Om Raka. Om Raka orangnya suka pergi sendirian dan nggak mau ngajakin kita!" jelas Vivian mengingat masa lalu.
"Vian kalau dulu yang paling baik sama kamu siapa?" tanya Ayunda.
"Kak Guna, dia hampir nggak pernah marah dengan kenakalanku. Tapi yang sering menyelesaikan masalahku itu Kak Gemal" jelas Vivian.
Karina, Ayunda dan Adinda tersenyum karena perubahan sikap Vivian saat ini benar-benar luar biasa. Vivian yang sekarang memiliki gaya bicara yang sopan kepada mereka. Vivian juga terlihat lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan seperti dulu, pergi ke club dan suka menghamburkan uang.
"Vian lo masih musuhan ya sama Gemal?" tanya Adinda membuat Ayunda memukul lengan Adinda.
Vivian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Kalau di ranjang berantem juga nggak?" tanya Adinda lagi, ia menatap Vivian dengan senyum menggoda membuat Vivian membuka mulutnya dengan wajah memerah karena malu.
"Mau tahu aja urusan ranjang orang!" kesal Ayunda memukul lengan Adinda.
"Yey... Mbak aja pasti kepo mau tahu juga kan!" kesal Adinda.
"Hmm... kapan Vian kamu begituan sama Gemal?" tanya Ayunda membuat Adinda menatap Ayunda dengan horor karena pertanyaan Ayunda lebih parah darinya.
"Ini lebih prontal lagi pertanyannya, langsung kepada intinya. Mbak kira-kira dong... nanyanya" ucap Adinda.
Karina tersenyum melihat ketiganya. "Mbak Karin senyum aja dari tadi, ini pasti malam pertamanya berkesan ya hayo ngaku? Kak Alfa hot nggak?" goda Adinda.
Adinda menyebikkan bibirnya "Ayo kalau mau lihat!" ajak Adinda. Ketiganya mengikuti Adinda masuk kedalam kamar mandi yang begitu luas dan disana terdapat kolam kecil yang indah membuat Ayunda, Karina tersenyum.
"Ini namanya bukan kolam renang Dinda tapi ini kolam hehehehe... Kolam kepakkan cinta!" ucap Ayunda membuat wajah Vivian dan Adinda memerah sedangkan Karina dan Ayunda menahan tawanya "Fungsi dari kolam ini adalah... jeng...jeng... " ucapan Ayunda segera terhenti saat Adinda menutup mulut Ayunda dengan telapak tangannya.
"Udah nggak usah disebutin, dasar mak-mak gila...Ghavin kasihan banget kamu nak punya mak mesum begini!" ucap Adinda. Ayunda menarik tangan Adinda dan menatap Adinda dengan jahil.
"Si Om benar-benar sayang sama istrinya ternyata cckckckc... cerita dong Din!" ucap Ayunda menaik-turunkan alisnya. Ia mengejar Adinda yang saat ini keluar dari kamar mandi dengan kesal.
"Mbak lihat aja ya semuanya Dinda bongkar sama Kak Guna. Mbak itu level kebucinannya sama Kak Guna udah nggak tertolong lagi. Dia ini ratunya akting!" ucap Adinda membuat Karina dan Vivian tertawa.
"Udah-udah jangan ribut kita kan mau jalan nih besok. Jadi kita rencanain mau kemana dulu!" ucap Karina.
"Aku mau belanja Mbak, mumpung kemarin aku ambil kartu punyanya dia!" ucap Vivian menujukkan kartu hitam milik Gemal.
"Kartu-kartu lo masih ditahan Gemal, Vian?" tanya Adinda. Adinda sering saling menghubungi dengan Vivian lewat email karena Gemal sering memahan ponsel Vivian.
"Iya termasuk ponsel, pasport dan buku nikah, ijazah dan KTP," ucap Vivian.
"Hahaha... tu orang gila kali ya... kenapa dia nahan semua identitas kamu?" tawa Adinda.
Ayunda menatap Vivian dengan sendu, ia tahu masalah Vivian dan Gemal dari Guna. Vivian mengajukan perceraian dan itu membuat Gemal sangat murka hingga Gemal menarik semua fasilitas termasuk dokumen-dokumen milik Vivian.
"Udah biasa, kalau dia lagi marah memang begitu" ucap Vivian merahasiakan permasalahnya dengan Gemal. "Udah sore, mandi yuk dikolam!" ajak Vivian mengalihkan pembicaraan. Ia menujuk kolam renang membuat Adinda segera menganggukkan kepalanya.
*Setidaknya bersama kami kamu tidak terlihat sedih Vi, aku hanya bisa mendoakan apapun keputusanmu yang penting kamu bahagia.
Batin Ayunda*
Tbc
Permasalahnya Vivian dan Gemal nanti akan jelas di novelnya. Novelnya belum aku update masih proses tulis. Aku baca komentar disini banyak yamg minta Vivian Gemal. Tapi disini khusus Ayunda, Guna, Raka, Adinda. Gemal dan Vivian ada novelnya tersendiri nanti. Jadi kalau udah update pasti aku beritahu nanti.
Bakalan ada tiga novel yang saling berkaitan tapi punya cerita masing-masing.
1.Ceo ku suamiku
Karina dan Alfa
Mr. Arogan suamiku
Jangan lupa jempol, komentar dan vote ya! Terimakasih 🙏