
Ayunda dan Guna segera mendekati Gia dan Adinda. Rumah terlihat sepi dan tangisan Gia yang keras saat melihat Guna membuat Ayunda sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi. Gia melepaskan pelukan Adinda dan ia melangkahkan kakinya dengan cepat dan memeluk Guna dengan erat. Tangisnya kembali tumpah dan Ayunda menatap Adinda dengan tatapan penasaran. Apalagi Adinda saat ini juga ikut menangis.
"Kalandra yang membuat kamu menangis?" tanya Guna mengelus kepala Gia dengan lembut.
"Bukan Kak, Mama Papa Gia Kak hiks... hiks... " tangis Gia.
"Kamu tenang dulu dek cerita sama Kakak apa yang terjadi? kenapa dengan Om Harun dan Tante Sani?" tanya Guna.
Gia terisak dan tangisan keras membuat Guna kembali mengelus punggung Gia dengan lembut. Guna penasaran dengan apa yang terjadi kepada Om dan Tantenya. Kemarin malam Omnya itu menghubunginya dan mengatakan agar ia bisa menjaga Oma dan Gia karena ia sibuk melakukan perjalanan jauh.
"Ponsel Kak Guna nggak aktif hiks... hiks... Arjun dari tadi telepon Kakak. Mama dan Papa Gia kecelakaan Kak, Oma sekarang berada di rumah sakit karena pingsan mendengar berita ini. Sekarang Mbak Elin dan Mama Ratna yang jaga Oma di rumah sakit," jelas Adinda.
"Kak... Gia takut...gimana kabar Mama dan Papa Gia, Kak Arjun sudah pergi ke Riau bersama Kak Raka dan Kalandra," jelas Gia ucap Gia
"Kapan mereka pergi Dinda?" tanya Guna.
"Baru saja Kak," ucap Adinda "Arjun minta Gia tinggal disini karena rencananya Om dan Tante akan dibawa ke sini Kak. Gemal juga baru Dinda kasih tahu dan sekarang Gemal mungkin baru pergi menuju Rumah Sakit Kak" ucap Adinda.
"Gimana keadaan Mama, Papa Gia Kak? hiks..hiks... Gia takut," ucap Gia. Guna mengelus punggung Gia. "Gia mau ikut tapi Kak Arjun minta Gia jagain Oma hiks...hiks... "
Tadi setelah dari kantor Candrama grup, Kalandra mengantar Gia pulang ke Rumah kediaman Orang tuan Guna untuk bertemu Oma Mawar. Saat mereka sedang berbincang Oma Mawar menerima telepon dari sekretaris Harun dan mengatakan jika Harun dan Sani mengalami kecelakaan. Berita itu membuat Oma Mawar terkejut dan pingsan. Kalandra segera mengambil ponsel Oma Mawar dan berbicara kepada sekretaris Harun. Setelah itu Kalandra segera menghubungi Arjun.
Gia yang panik melihat Oma Mawar segera memanggil Elin yang berada di dapur bersama Ratna yang sedang membantu Elin memasak. Gia belum tahu jika kedua orang tuanya kecelakaan sampai Arjuna datang dan segera memeluk Gia membuat dunia Gia seakan runtuh.
Guna meminta Adinda mencarger ponselnya dan kemudian ia meminjam ponsel Adinda untuk menghubungi Raka. "Assalamualikum, Om."
"Waalaikumsalam," ucap Raka yang saat ini sedang melangkahkan kakinya masuk kedalam bandara.
"Ka, biar Om dan Kalandra yang menemani Arjuna mengurus jenazah Om dan Tantemu!" ucap Raka membuat Guna terkejut dan ia menahan rasa sedih karena sepertinya Gia belum tahu jika kedua orang tuanya telah tiada. Kalandra hanya mengatakan jika Harun dan Sani mengalami kecelakaan. Kalandra tidak mengatakan kondisi keduanya saat itu.
"Guna dan Gemal akan mengurus semuanya disini. Bawa ke sini saja Om," ucap Guna.
"Iya Gun, kamu yang tabah dan tolong tenangkan keluarga kita ya Gun! terutama Mbak Elin dan Gia!" pinta Raka.
"Iya Om," ucap Guna.
Guna melangkahkan kakinya ke teras depan dan ia menghubungi Papinya Aditya dan mengatakan tentang keadaan Harun dan Sani yang telah meninggal dunia. Guna terisak karena ia tidak menyangka jika kedua sepupunya saat ini mengalami cobaan yang begitu besar. Guna bingung bagaimana menyampaikan kabar duka ini kepada Maminya dan juga Gia.
Guna melangkahkan kakinya keluar dari kediaman mertuanya dan menuju rumah orang tuanya. Ia menghubungi beberapa orang karyawannya dan meminta untuk mempersiapkan kedatangan jenazah di kediaman orang tuanya. Guna duduk termenung di ruang tengah dan ia kembali ingat pesan Harun kepadanya tadi malam. Harun memintanya untuk menjaga Oma dan Gia.
"Guna Om, titip Oma dan Gia, jaga mereka. Arjun butuh bimbingan kamu untuk mengelola perusahaan dan Om percaya kamu bisa membantunya. Om dan Tante sibuk melakukan perjalanan yang jauh. Kalau Oma dan Gia tinggal didekat kalian Om bisa tenang," ucap Harun.
Kata-kata itu membuat air mata Guna menetes tanpa suara, sungguh ia tidak percaya jika saat ini Om dan Tantenya itu telah tiada.