CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Ancaman Raka


"Kamu mana boleh menolak saya Dinda atau saya akan memberitahukan kepada para orang tua apa yang pernah kita lakukan di apartemen saya!" ungkap Raka pelan agar hanya ia dan Adinda yang mendengar ucapannya.


Gila si Om malu-maluin aja kenapa pakek ngancam segalah sih. Kalau cinta sama Dinda tinggal bilang aja apa susahnya...


Adinda menginjak kaki Raka membuat Raka melototkan matanya dan menahan rasa sakit di kakinya. Raka memegang paha Adinda membuat Adinda terkejut dan sorot matanya ikut menajam menatap Raka. keduanya saling menatap seolah mengukur kekuatan masing-masing untuk mengalahkan lawannya. Raka menarik Kakinya dengan kesal dan Adinda menepis tangan Raka dari pahanya.


Dasar mesum beraninya pegang-pegang paha gue...


"Gimana menurut kalian Bagas dan Ratna? putra saya ini memang terlihat dingin tapi sebenarnya dia seorang yang hangat hehehe" kekeh Farhan.


*Hangat apaan si Om ini mesum tahu nggak kek.


batin Dinda ingin berteriak*.


Bagas tersenyum, baginya semua keputusan ada ditangan Adinda tapi mengingat Raka pernah berbicara padanya secara pribadi, sungguh ia merasa sangat beruntung jika mendapatkan menantu seperti Raka. Raka yang mandiri, memiliki wawasan yang luas dan juga sangat cerdas hingga berhasil melanjutkan sekolahnya sampai jenjang S3 tanpa bantuan keluarganya. Seorang anak muda yang hebat dan berbakat yang bisa menjaga dirinya tanpa terjerumus oleh hal-hal negatif Narkoba ataupun dunia malam. Bukan karena Raka merupakan seorang anak dari Farhan Candrama yang kaya raya nembuatnya setuju menjadikan Raka menantunya tapi Raka dengan segenap pemikiran dan kedewasaanya mampu membuatnya percaya jika Adinda akan bahagia bersamanya.


Bagas awalnya kurang setuju dengan Raka yang terlihat tidak menyukai putrinya karena mrelihat kedekatan putrinya seperti sebuah keterpasaaan namun ternyata apa yang ia pikirkan salah. Raka mengatakan semuanya kepada dirinya dan menyakinkan dirinya agar mempercayakan Adinda kepadanya. Hubungan keluarga mereka akan menjadi rumit karena Guna menantunya adalah keponakan Raka. Tapi tentu saja itu tidak akan menjadi penghabat hubungan keduanya jika memang Raka dan Adinda berjodoh.


"Saya sebagai orang tua menyerahkan keputusan kepada mereka berdua yang menjalani!" ucap Bagas menatap Raka dan Adinda sambil tersenyum hingga membuat Adinda ikut tersenyum lega.


Papa memang yang terbaik...


batin Adinda.


"Raka ingin Adinda menjadi tunangan Raka mulai hari ini!" ucap Raka membuka suaranya dan mengeluarkan sebuah cincin dari kantung celananya membuat Adinda membuka mulutnya karena sangat terkejut.


"Hmmm...mungkin permintaan saya ini mengejutkan semuanya karena saya juga belum mengatakan kepada Adinda jika hari ini saya ingin mengajaknya berkomitmen!" jelas Raka. Ia kemudian berdiri dan memegang tangan Adinda "Saya ingin berbicara dengan Adinda hanya berdua saja sekalian meyakinkan Adinda mengenai pertunangan ini!" ucap Raka.


Adinda tersenyum kaku saat kedua orang tuanya menghela napasnya menatap putrinya yang tampak bingung dengan ucapan Raka. Adinda hanya bisa mengikuti Raka tanpa bisa menolak Raka yang mengajaknya menuju ruang kerja Raka. Saat ini Raka dan Adinda sedang duduk berhadapan. Adinda menatap sosok yang didepannya ini dengan tatapan kesal.


"Maksud Om apaan ngajakin Adinda tunangan kayak mau ngajakin ke Mall?" kesal Adinda.


"Saya hanya ingin hubungan kita jelas!" ucap Raka.


"Harusnya Om itu ngelmar Dinda dulu dengan romantis baru ngajakin tunangan. Dinda kan mau acara tunanganya yang meriah, pakek bunga-bunga dan mengundang beberapa teman Adinda Om!" Kesal Adinda membuat Raka tersenyum dan berdiri lalu melangkahkan kakinya duduk disebelah Adinda.


"Romantis itu tidak perlu ditunjukkan secara mewah kepada orang-orang Dinda!" ucap Raka sambil menghebuskan napasnya.


"Om suka seenaknya, harusnya Om minta pendapat Adinda dong!" ucap Adinda menyebikkan bibirnya.


"Jadi kamu nggak mau menjadi tunangan saya?" tanya Raka menatap Adinda dengan dahi yang berkerut. "Kalau kamu nggak mau jangan salahkan saya kalau foto ini saya tunjukkan kepada semua keluarga kita!" ucap Raka mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri foto lalu menunjukkannya kepada Adinda, membuat Adinda membuka mulutnya saat melihat foto yang ada diponsel Raka.


Raka gila mana ada ngajakin cewek jadi tunangannya tanpa jadian, tanpa basa-basi langsung tembak didepan semua keluarga. Nggak boleh nolak dan pakek acara ngancam segala lagi....


Selamat hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batinπŸ™πŸ™πŸ™


Semoga kita selalu diberikan kesehatan, rezeki dan umur yang panjang. Semangat semuanya tetap jaga jarak dan ikuti protokol kesehatan. jangan lupa pakai masker ya teman-teman. Semangat semuanya semoga tahun depan kita dapat berelebaran dengan keadaan normal seperti tahun kemarin. Amin...