
Ayunda menyiapkan barang-barang kebutuhan keluarga kecilnya, untuk menginap di Hotel Sakura. Setelah semuanya telah siap, Ayunda menggendong Gayatri dan membawanya menuju rumah mertuanya. Disana telah ada Ghavin yang saat ini duduk dipangkuan Oma Mawar. "Mama," panggil Ghavin merentangkan tangannya meminta Ayunda untuk menggendongnya.
"Mama Ghavin lagi gendong adek, jadi Ghavin sama Uyut aja ya!" ucap Oma Mawar.
"Mama..." teriak Ghavin histeris. Semenjak Gayatri lahir, Ghavi menjadi rewel jika melihat Ayunda atau Guna menggendong Gayatri.
"Gendong sama Papa aja ya Vhin!" ucap Raka membuat Ghavin menangis kencang.
"Mama hiks...hiks... mau na Mama!" teriak Ghavin membuat Guna mengambil Gayatri dari gendongan Ayunda.
Ayunda akhirnya mengambil Ghavin yang sedang duduk di pangkuan Oma Mawar lalu menggendong Ghavin. Guna terlihat khawatir setiap kali Ayunda menggendong Ghavin. "Yu Ghavin berat nanti perut kamu..." ucapan Guna ditanggapi Ayunda dengan senyuman.
"Nggak apa-apa Pa, percaya deh sama Mama!" ucap Ayunda.
Ghavin yang masih terisak membuat Ayunda menghapus air mata putranya itu dengan jemarinya. "Kakak Ghavin udah besar, nggak boleh nangis gitu kalau Mama gendong adek Gaya!" ucap Ayunda mencoba memberi pengertian kepada Ghavin.
"Aduh ngelihatin kalian berdua buat Oma iri aja. Coba aja Gia cepat nikah dan kasih Oma cicit pasti Oma akan sangat bahagia. Oma pengen Gia dan Arjun cepat-cepat nikah. Kalau Arjun laki-laki, jadi Oma nggak terlalu khawatir sama dia, dia bisa mandiri. Tapi Gia yang Oma Khawatirkan Gun, kalau Oma nggak ada Gia nanti pilih suami yang salah. Kalau dia salah pilih, nanti dia gimana? Oma khawatir!" ucap Oma Mawar membuat Gia yang baru saja mendekati mereka menghela napasnya.
Guna menyadari kehadiran Gia dan ia tersenyum melihat Gia. "Oma sayang..." Gia mendekati Oma Mawar dan berlutut didepan kursi roda yang diduduki Oma Mawar.
"Gia dengar apa kata Oma barusan?" tanya Oma Mawar.
Gia meletakan kepalanya didekat kaki Oma Mawar. "Gia dengar Oma tapi Gia belum menemukan yang cocok buat menjadi suami Gia. Lagian Oma, Gia masih muda," ucap Gia.
Ayunda dan Guna tersenyum melihat kedekatan Gia dan Oma Mawar. Dulu Gia sering sekali membuat masalah hingga mancing pertengkaran antara Oma Mawar dan dirinya. Namun saat ini, Gia telah banyak berubah apalagi semenjak kehilangan kedua orang tuanya. Gia yang manja berusaha menjadi Gia yang mandiri. Saat ini Gia telah bekerja di perusahaan Guna sebagai karyawan bagian devisi penjualan dan ia telah memiliki penghasilan sendiri.
"Barang yang mau dibawa sudah siap, Gi?" tanya Guna.
"Sudah kak, memang berapa hari kita menginap disana?" tanya Gia.
"Serius Kak, Mbak?" tanya Gia membuat Ayunda dan Guna menganggukkan kepalanya.
"Serius Gia, masa Kakak bohong sama kamu!" ucap Guna.
"Oke, Gia ambil barang-barang Gia dan Oma!" ucap Gia segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan juga kamar Oma Mawar dibantu dua orang maid.
"Guna kamu nggak repot nemenin Oma menginap disana? Oma tahu kamu sibuk!" ucap Oma Mawar menatap cucu sulungnya itu dengan tatapan seriusnya.
"Buat Oma, Guna nggak akan pernah merasa direpotkan. Hotel tempat kita menginap itu Oma, adalah hotel kita berlima Oma. Guna, Gemal, Raka, Arjun dan Kalandra. Kalau Guna sibuk dikantor kan ada Ayu, Mama Ratna, Mami dan Kalandra nantin yang Menemani Oma!" jelas Guna.
"Kalandra ikut juga?" tanya Oma Mawar.
"Itu hotel rumah kedua Kalandra Oma," jelas Guna membuat Oma Mawar tersenyum senang.
"Guna, bujuk Kalandra agar segera menikahi Gia!" pinta Oma Mawar.
"Nanti biar Ayu yang tanya Oma, soalnya Kalandra itu teman SMA Ayu Oma!" ucap Ayunda.
"Iya Yu," ucap Oma Mawar tersenyum senang.
"Tapi Oma kalau menurut Ayu, kita berikan Kalandra dan Gia waktu biar mereka bisa dekat Oma!" ucap Ayuda.
Oma Mawar menghela napasnya "Oma takut Oma yang nggak akan bertahan Yu, Semakin cepat mereka menikah Oma akan merasa tenang Yu. Kalandra adalah anak yang baik dan dia itu pemikirannya dewasa sekali cocok untuk Gia yang manja!" ucap Oma Mawar membuat Guna menganggukkan kepalanya setuju jika Kalandra untuk saat ini adalah kandidat terkuat untuk menjadi suami Gia.
Semua keluarga telah bersiap menuju hotel sakura yang letaknya tidak terlalu jauh. Elin, Ratna bahkan telah menyusun barang-barang mereka kedalam mobil. Ayunda tesenyum ketika melihat wajah berseri Oma Mawar yang terlihat gembira saat berbicara bersama Elin dan juga Ratna