CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Hot Papa


Mereka semua sampai di hotel. Adinda, Ayunda dan Karina kagum dengan kemegahaan hotel ini. Ketiganya memang jarang datang ke hotel seperti ini, berbeda dengan Vivian yang memang sering berpergian ke luar negeri dan ke beberapa kota besar yang ada di Indonesia.


Ayunda tersenyum sambil memeluk lengan Guna sedangkan Gahvin saat ini tertidur pulas digendongan Guna. "Bagus banget Mas" ucap Ayunda.


"Ya Om Raka memang genius, bisnis perhotelan bisa berkembang pesat ditangan dinginnya" jelas Guna.


"Mas, dulu Ayu hamil jadi kita nggak bisa jalan-jalan lama tapi sekarang Ayu nggak hamil jadi bolehkan Ayu ikut Adinda, Vivian sama Mbak Karina jalan-jalan?" tanya Ayunda.


"Boleh tapi kamu nggak bisa lama-lama Yu, ingat ada Ghavin!" ucap Guna.


"Ghavin nggak boleh diajak Mas?" tanya Ayunda.


"Sebenarnya Mas juga tidak ingin kamu pergi tanpa Mas, apalagi kamu membawa Ghavin. Ghavin masih terlalu kecil untuk kamu ajak jalan-jalan terlalu lama" jelas Guna.


"Iya Mas, paling Ayu perginya tiga jam paling lama, nanti ASInya Ayu siapin untuk Ghavin" jelas Ayu.


Beberapa perempuan melihat kearah Guna dan terpesona dengan hot Papa yang begitu tampan. Apalagi Guna memakai kaca mata hitam di hidung mancungnya membuatnya terlihat begitu misterius. Ayunda merasa kesal karena suaminya ini terlalu tampan, ia memeluk lengan Guna dengan erat. "Suamiku, kita nungguin siapa lagi di lobi hotel?" tanya Ayunda sengaja mengeraskan suaranya membuat Guna terkekeh.


"Hehehe... Suamiku?" goda Guna.


"Mas... jangan ngeledek Ayu, Ayu hanya kesal cewek-cewek ngeliatin Mas Guna!" jujur Ayunda.


"Tumben kamu jadi agresif kayak ini didepan umum" ejek Guna membuat Ayunda terssenyum malu.


"Namanya juga cemburu, Mas terlalu tampan kan Ayu harus waspada" ucap Ayunda. "Lihat tu Gemal senyam-senyum sama cewek, tebar pesona sana-sini nanti giliran Vian pergi mulai deh cari-cari Vian. Gengsi digedein..." ucap Ayunda.


"Perut kamu masih sering nyeri?" tanya Guna.


"Sesekali Mas tapi udah nggak sering kayak bulan kemarin" jelas Ayunda.


"Ayo kita duluan aja ke kamar!" ajak Guna. Ayunda menganggukkan kepalanya dan segera menuju kamar diikuti karyawan hotel dan dua orang pengasuh Ghavin.


Hotel ini memang tidak setinggi hotel di Jakarta atau kota-kota besar lainnya tapi bentuk hotel ini serta fasilitas yang tersedia, membuat pengunjung merasa nyaman jika tinggal disini. Terdapar banyak tumbuhan hijau yang menyegarkan mata serta bunga-bunga yang tertata rapi.


"Om Raka memang suka berpergian dulu saat SMA dia penyediri dan sering mengunjungi tempat-tempat indah diluar negeri. Saya dan Gemal sering sekali mengajaknya liburan bersama tapi dia selalu menolak dan memilih pergi sendiri. Kalau Vivian dia memang selalu mengikuti aku dan Gemal" jelas Guna.


Karyawan hote yang mengantar mereka berhenti di sebuah kamar besar. "Ini kamarnya tuan!" ucapnya.


Guna menganggukkan kepalanya dan ikut masuk kedalam kamar yang ternyata di dalamnya terdapat tiga kamar lagi dan sebuah ruangan besar ditengah yang merupakan ruang tamu dan dapur kecil disudut ruangan. Salah satu dari ketiga kamar ini memiliki pintu yang lebih besar dari dua kamar yang lain. Kamar utama yang akan dihuni Guna dan Ayunda untuk beberapa hari kedepan.


"Iya Pak terimakasih!" ucap keduanya terlihat sangat senang. Guna dan Adinda memang memperlakukan keduanya seperti keluarga, membuat keduanya merasa sangat beruntung bekerja dengan Guna dan Ayunda.


Guna dan Ayunda masuk kedalam kamar dan Ayu takjub melihat pemandangan luar dari kamar ini yang terdapat kolam renang "Mas kolam renangnya gede benget" ucap Ayunda.


"Kolam renang itu diperuntukkan untuk empat penyewa kamar. jadi bukan kolam renang pribadi" jelas Guna.


"Jangan bilang kalau keempat penyewa kamar yang lainnya itu keluarga kita juga?" tanya Ayunda.


"Iya" ucap Guna membuat Ayunda tertawa.


"Hahaha... " tawa Ayunda.


"Kenapa ketawa?" tanya Guna penasaran.


"Dinda ngomong di grup katanya dia akan bulan madu dikamar yang punya kolam renang pribadi. Dia ingin romantisan sama Om Raka. Boro-boro romantisan kalau kolam renangnya sama-sama kayak gini hahahaha" tawa Ayunda mengingat ekspresi kesal sang Adik saat tahu, bulan madunya akan sangat-sangat rame menjadi acara keluarga. Adinda pikir ia akan memiliki kamar yang bebeda dan terletak agak jauh dari mereka.


Guna membuka balkon kamar dan membaringkan tubuhnya dikursi pantai sambil meletakan tubuh Ghavin didekat dadanya. Ayunda tersenyum dan ia mengambil ponselnya lalu memfoto keduanya. "Mas kok ganteng banget ya kalau di foto!" ucapan Ayunda membuat Guna mengangkat sudut bibirnya. Ia kemudian menarik tangan Ayunda dan meminta Ayunda berbaring disampingnya.


"Ayo sini!" ajak Guna membuat Ayunda membaringkan tubuhnya disamping Guna.


Guna mencium dahi Ayunda membuat Ayunda tersenyum. Ghavin membuka matanya dan menangis. Guna mengangkat tubuh Ghavin lalu menelungkupkan tubuh Ghavin keatas tubuhnya. Mata bulat Ghavin menatap kedua orang tuanya itu sambil mengerjap lucu membuat Ayunda dan Guna terkekeh geli. Ghavin tersenyum ketika Guna sengaja menggodanya dengan mencium pipi Ayunda. Namun ketika Guna sengaja mengacuhkannya dan memilih menatap Ayunda membuat Ghavin menangis.


"Ghavin kayaknya sayangan sama kamu deh Mas dari pada aku" ucap Ayunda.


"Hiks...hiks... Oek... " tangis Ghavin mengeras membuat Guna dengan isyarat matanya menunjuk dada Ayunda.


"Udah lapar dia Yu!" ucap Ayunda.


Ayunda membuka kancing atas bajunya dan mendekatkan Ghavin agar bisa menyusu kepadanya. Guna memperhatikan bayi mungilnya itu akhirnya berhenti menangis dan terlihat tenang. Guna memeluk pinggang Ayunda sambil memejamkan matanya.


"Kamu dan dia adalah hal tang paling indah yang Mas miliki" bisik Guna.


**tbc...


Jempol, komentar, rate bintang lima dan vote ya! terimakasih 🙏**