
Farhan menatap Gemal dengan tatapan serius. apa yang ditawarkan Gemal. mungkin adalah solusi yang tepat menurutnya. jika Vivian menikah dengan Gemal mungkin adalah pilihan yang terbaik untuk menebus dosa-dosanya yang secara tidak langsung membuat Vivian hidup sebatang kara. Farhan kembali menatap cucu bungsunya itu dan ia menghela napasnya.
"Apa yang kau lakukan setelah Vivian menjadi istrimu?" tanya Farhan.
Gemal menyunggingkan senyumannya "Mengubahnya menjadi istri yang aku inginkan" ucap Gemal sambil melipat kedua tangganya. "Kakek salah dalam mendidiknya. mewujudkan segala keinginannya sehingga dia tumbuh menjadi gadis yang manja dan egois. jika dulu Kakek meminta bantuan Mami, mungkin sikap Vivian tidak akan seperti ini manja, egois, sombong dan angkuh" jelas Gemal.
Farhan menyadari kesalahannya setiap ia ingin menolak keinginan Vivian ia selalu ingat pesan dari Ayahnya Vivian saat menghembuskan napas terakhirnya. "Kau harus berjanji tidak akan meninggalkannya!" ucap Farhan.
Gemal terseyum "Itu tidak akan terjadi selama Kakek menuruti keinginan Gemal. apalagi Vivian sangat suka uang. kakek tinggal mengatakan jika dia harus bersedia jadi istri Gemal jika tidak Kakek tidak akan memberikan harta kakek dan juga menurunkan posisinya sekarang juga di perusahaan!" ucap Gemal.
"Kau sungguh licik" ucap Farhan.
"Kakek lupa kelicikanku berasal dari mana? darah yang mengalir dari tubuhku juga berasal darimu" ucap Gemal.
"Apa kau mencintai Vivian?" tanya Farhan.
Gemal tertawa mendengar pertanyaan Kakeknya "Tentu saja tidak. jika dia ingin di cintai olehku dia harus menjadi perempuan yang sesuai dengan keinginanku. perempuam baik yamg berada dirumah. memasak dan membesarkan anak serta menunggu suaminya pulang ke rumah. bukan perempuan yang berkata kasar seperti dia" ucap Gemal.
"Kau tidak memikirkan masa depan keluargamu Gemal?" tanya Farhan khawatir.
"Masa depan? aku selalu memikirkannya tapi bagiku wanita manapun bisa berada dimasa depanku, asalkan aku menginginkannya. Apa yang berbeda dari aku dan Kak Guna? hingga kakek lebih menyutujui Kak Guna menjadi suami Vivian dari pada aku" ucap Gemal.
"Vivian mencintai Guna" ucap Farhan.
Gemal tersenyum sinis "Yang dia cintai adalah uang bukan Kak Guna!" ucap Gemal memberikan lima buah amplop berisi surat dari Vivian remaja untuk Gemal.
***
kabar kehamilan Ayunda membuat Elin dan Aditya sangat senang karena akhirnya mereka akan segera mendapatkan cucu dari anak sulung mereka. "Gimana udah enak kan Ma?" tanya Guna menyuapkan sesendok nasi goreng kepada Ayunda.
"Enak, lama diluar negri bikin kamu jadi pinter masak ya Gun" puji Elin.
"Mi, Mas punya Ayu nasi gorengnya yang spesial, pakek telor, pakek ayam dan pake daging!" teriak Ayunda membuat Gemal terkekeh.
"Perut apa gentong Yu?" goda Gemal yang saat ini sedang duduk disamping Ayunda.
"Ini maunya keponakan kamu lo Gem jadi hatus dituruti biar nggak ileran!" ucap Ayunda.
"Manja" ejek Gemal.
"Namanya juga ibu hamil lagian ya Gem kapan lagi bisa manja sama Mas Guna" bisik Ayunda membuat Gemal tersenyum.
"Gue ada kejutan buat lo!" ucap Gemal.
"Kejutan apa? batang manggis berbuah jeruk?" ucap Ayunda membuat Gemal terkekeh.
"Hehehe, garing banget Yu. Kejutan yang bakal membuat lo senang!" ucap Gemal.
"Kejutan apa? kalau yang buat gue senang itu si nenek sihir berhenti gangguin suami gue. pengenmya sih buang dia kelaut hehehe" ucap Ayu membuat Gemal menyunggingkan senyumannya.
tbc...