CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Guna vs Alfa


"Aku tidak punya pilihan" ucap Guna menatap Alfa dengan tatapan serius. "Ketika dihadapkan dengan situasi yang membuatku tidak bisa memejamkan mata karena selalu mengingat senyumnya membuatku memilih untuk segera menikahinya walaupun dia tidak menyukaiku saat itu!" ucap Guna.


"Sejak kapan kau menyadari kau menyukainya?" tanya Alfa penasaran karena yang ia tahu Guna sangat menentang keinginan Maminya yang memintanya menjadikan Ayunda menantunya.


"Saat di Club, aku tidak suka dia berada disana. Apalagi beberapa lelaki menatap kearahnya" ucap Guna memegang tengkuknya karena jujur saja ia baru pertama kali berada disituasi yang menegangkan karena Kakak istrinya ini mulai mengintograsinya. apalagi Alfa adalah seorang pewira polisi yang tentu saja tegas dan berwibawa.


"Jadi hanya itu alasanmu menikahinya?" tanya Alfa tak seramah seperti biasanya membuat Guna menghela napasnya. berbicara pada sosok Alfa harus membuatnya menrendahkan diri dan tidak menujukkan sikap angkuh dan sombongnya seperti biasanya yang selalu ia tunjukkan. ia tidak ingin Alfa bahkan menentang hubungannya dengan istrinya.


"Menikahi Ayunda adalah keinginan terbesarku saat itu meskipun aku baru menyadarinya jika aku sangat mencintainya" ucap Guna.


"Kalau aku memintamu untuk berpisah dari adikku?" tanya Alfa membuat Guna menghembuskan napasnya.


"Jangan meminta hal yang mustahil aku lakukan Alfa, aku menghormatimu sebagai Kakak iparku. Tapi kau tidak bisa memerintahku apalagi memintaku berpisah dari istriku!" ucap Guna dingin membuat Alfa mengeraskan rahangnya.


"Satu hal yang harus aku pastikan padamu Guna. aku akan bertindak jika sedikit saja tangan besarmu itu melukai adikku atau bahkan menggores luka dihatinya. aku akan melakukan apapun untuk melindunginya. mulai sekarang kewajibanku sebagai seorang Kakak akan kuserahkan padamu sebagai imam adikku untuk melindunginya. Tapi tetap saja aku akan mengawasimu!" ucap Alfa. ia tidak berhak lagi melindungi adiknya Ayunda karena Ayunda telah memiliki suami tapi ketika suaminya nanti menyakiti Adiknya itu ia akan bertindak bahkan memukul laki-laki yang ada dihadapannya sekarang.


"Percayalah, aku akan membahagiakannya. aku mencintainya" ucap Guna menyakinkan Alfa jika ia tidak akan menyakiti Ayunda.


Alfa menaikan alisnya dan kemudian tersenyum. "Terimakasih Guna, aku harap kau akan terbiasa dengan sikap adikku yang menggrmaskan itu!" ucap Alfa.


"Tentu saja, tak perlu kau ingatkan!" ucap Guna tersenyum.


keduanyapun berceriita tentang pengalam Alfa sebagai seorang polisi. Alfa yang sejak menamatkan SMAnya memilih untuk menjadi seorang perwira polisi. ia bahkan selalu berpindah-pindah tugas keseluruh wilayah Indonesia. Alfa juga menceritakan tentang seorang wanita cantik yang pernah ia suka. wanita imut yang ia cintai dalam diam sejak SMA. Guna tersenyum karena sikap Alfa yang ternyata sangat serius namun kepada keluargannya akan sangat berbeda.


"Lalu kapan kau akan menemui perempuan itu?" tanya Guna setelah mendengarkan jika Alfa telah bertemu wanita yang ia sukai sejak dulu.


"Jadi kepulanganmu untuk ini?" tanya Guna.


"Ya sekalian aku ingin bertemu dengan suami adikku" ucap Alfa membuat Guna tersenyum.


sememtara itu Adinda dan Ayunda sedang kesal karena penasaran dengan apa yang dibicarakan Guna dan Alfa. keduanya terlihat begitu serius dan kemuidan tertawa bersama. suaminya itu jarang tertawa lepas seperti sekarang.


"Kata Mama Kak Alfa mau melamar seseorang" ucap Adinda.


"Siapa Din?" tanya Ayunda penasaran.


"Nggak tahu, Mama bilang rahasia" ucap Adinda.


"Tega bangey sih nggak cerita sama kita!" kesal Ayunda pada sosok Alfa.


"Aku sedih mbak" ucap Adinda.


"Kenapa?" tanya Ayunda.


"Kalian sudah punya pasangan sedangkan aku baru putus. pacaran lama ternyata nggak menjamin masa depan ya Kak!" ucap Adinda membuat Ayunda menatap Adinda dengan tatapan sendu.


"Kamu dan Rifki ternyata tidak berjodoh dan mbak bersyukur itu kamu tahu perselingkuhan Rifki sekarang dibanding nanti, setelah kalian menikah. itu akan lebih menyakitkan Din. Mbak yakin suatu saat kamu akan dipertemukan oleh jodohmu yang jauh lebih baik dari pada Rifki!" ucap Ayunda membuat Adinda terharu dan segera memeluk Ayunda dengan erat.


tbc...