CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
kekesalan Raka


Penerbangan berlangsung sekitar kurang lebih satu jam lima puluh menit. Saat ini Adinda tertidur disamping Raka. Raka mengelus rambut istrinya itu dengan lembuat dan sebenarnya ia tidak ingin membangunkan Adinda. Akhir-akhir ini Adinda memang sering sekali tertidur dan sepertinya itu adalah hobi baru istrinya ini selain menonton drama korea kesukaannya berjam-jam.


"Bangun sayang! atau mau Kakak gendong?" bisik Raka membuat Ayunda membuka matanya dan tersenyum melihat wajah Raka yang terlihat sangat dekat.


"Udah sampai Kak?" tanya Adinda. Raka mencium pipi Adinda membuat Brian menatap sinis Raka.


"Ternyata kau genit juga Raka Candrama. Kau sama dengan adikmu pura-pura tidak mau padahal suka" ucap Brian membuat Radina kesal dan memukul Brian dengan tasnya.


Brak... "Jangan bicara sbarangan!" teriak Radina.


"Apa-apaan kamu Radina? kau sudah mulai berani melawanku..." teriak Brian memegang lengannya yang terasa sakit karena Radina memukul tasnya dengan keras.


"Kau sangat menyebalkan Brian!" teriak Radina segera melangkahkan kakinya turun dari pesawat membuat Brian mengikuti Radina.


Raka menggelangkan kepalanya melihat kelakuan adik bungsunnya itu dan adik iparnya. "Brian itu terbiasa hidup mewah dan semua orang takut padanya hingga terlalu sering memujinya. Hanya Radina yang tidak memujinya makanya dia suka sama Radina" jelas Adinda.


"Saya tidak suka kamu membicarakan dia Dinda!" ucap Raka tegas membuat Adinda memutar bola matanya.


"Jangan mulai ya Kak, Dinda lagi malas berdebat!" kesal Adinda menatap sinis suaminya yang saat ini sepertinya sangat kesal dengan tingkah Brian. "Jangan coba-coba cemburu sama Brian, dia itu adik ipar kamu Kak!" ucap Adinda memperingatkan Raka.


"Tergantung dengan sikap kamu, kalau kau tidak memujinya apalagi berdekatan dengannya saya tidak akan cemburu!" ucap Raka dingin.


Cup... Adinda mencium pipi Raka "Aku kan udah cinta banget sama kamu Kak, jadi kamu jangan khawatir!" ucap Adinda membuat Raka memegang pipinya dan wajah dinginnya tiba-tiba berubah menjadi tersenyum.


Raka yang seperti ini sangat menggemaskan bagi Adinda. "Ayo turun!" ajak Adinda.


Raka segera memegang tangan Adinda dan keduanya segera keluar dari dalam pesawat. Raka dan Adinda segera menyusul Brian yang telah berada di dalam Bandara. Raka telah memerintahkan karyawan hotel Candrama yang berada di Singapura untuk menjemputnya. Namun tiba-tiba deretan mobil mewah berikut dengan beberapa bodyguard telah berada didepan bandara. Karpet merah pun terbentang untuk menjamput Tuan mereka yang sialnya adalah Brian.


"Saya tidak terbiasa naik mobil butut dan juga terbiasa pergi dengan pengawalan yang ketat" ucap Brian.


"Kau membuat kita menjadi pusat perhatian, dasar bodoh!" kesal Raka.


"Bodoh? hah... darimana bodohnya saya Raka. Kalau saya bodoh perusahaan saya tidak akan maju dengan pesat. Lagian kau yang bodoh, orang-orang seperti kita memang harus dikawal" ucap Brian.


"Mungkin kau memang harus dikawal oleh pria sebanyak ini karena hobimu yang suka menyakiti hati orang lain bahkan mungkin menghabisi orang yang kau inginkan" ucap Raka dingin.


Brian mengangkat sebelah alisnya "Kalau kau tahu bagaimana rasanya hampir mati kau mungkin akan melakukan hal yang sama denganku!" ucap Brian. "Ayo masuk ke mobil Radina jangan banyak membantah atau kita tidak jadi melihat Mamimu yang menyebalkan itu!" ucap Brian dingin membuat Radina menatap Raka dengan tatapan berkaca-kaca.


"Kakak ayo pergi sama kita aja!" pinta Radina menatap Raka dan Adinda dengan tatapan penuh harap.


"Ayo Kak jangan membuat kita malu menyaksikan Brian yang marah-marah dan Radina yang menangis!" bisik Adinda. Raka menatap Radina dengan tajam dan sengaja ingin membuat Radina menangis.


"Hiks...hiks... Maafin suami Radina ya Kak! Brian memang begitu orangnya hiks...hiks... jangan marah ya Kak!" tangis Radina pecah dan apa yang diinginkan Raka terjadi.


"Huek...huek.... Adil ambilkan saya tisu cepat!" teriak Brian.


"Rasakan" ejek Raka membuat Adinda tersenyum ternyata suaminya ini sengaja membuat adiknya menangis.


"Ayo kita pergi!" ucap Raka yang kemudian dengan isyarat matanya meminta Adinda menggandeng lengan Radina agar ikut bersama mereka.


"Radina kamu pergi bersama saya huek.... " ucap Brian.


"Tuan biarkan Nyonya naik mobil itu bersama Pak Raka!" ucap Adil.


"Dia istri saya Adil!" teriak Brian.


"Iya Tuan saya tahu... " ucap Adil berusaha bersabar menghadapi Tuannya ini.


"Ayo kita pergi! ikuti mereka!" teriak Brian yang akhirnya segera melangkahkan kakinya masuk kedalam mobilnya dan ia memerintahkan supirnya untuk mengikuti mobil yang berisikan Raka, Adinda dan Radina dengan cepat.


"Jangan sampai kehilangan mereka!" ucap Brian sambil meminum obat pereda mual.


Sementara itu Raka tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian lucu yang dialami Brian. "Radina, Mami memberikan suami yang aneh kepadamu" ejek Raka. Saat ini mobil mereka menuju hotel tempat mereka akan bermalam dan sora nanti mereka baru akan ke Rumah sakit mengunjungi Lastri.


"Jangan begitu Kak, walau dia seperti itu sekarang dia sudah agak baik kepadaku, Kak!" jelas Radina.


"Dia masih sering mengurungmu?" tanya Raka.


Radina menggelengkan kepalanya "Tidak Kak, hanya tidak boleh pergi tanpa izinya dan juga tanpa pengawalan" jelas Radina.


"Brian itu... " ucap Adinda terhenti saat melihat Raka yang sepertinya tidak suka ia mengatakan tentang Brian. Tapi Adinda tidak peduli saat ini "Brian sayang sama kamu Radina. Dia sering menanyakan apa kesukaan kamu. karena Mbak hanya tahu sedikit tentang kamu, makanya Mbak minta dia tanya sendiri sama kamu!" jelas Adinda.


"Tapi Brian nggak pernah tanya Mbak apa maunya Radina" ucap Radina.


"Sudah berhenti membicarkan laki-laki sombong itu!" ucap Raka membuat Adinda menahan tawanya sedangkan Radina menyebikkan bibirnya.


"Kakak nggak boleh marah-marah sama dia Kak. walau bagaimanapun dia Ayah dari bayi Radina" ucap Radina.


"Dulu bilang tidak mau sama dia, sekarang kamu kelihatan sekali menyukai dia" kesal Raka.


"Dia sebenarnya baik, kalau nggak dia pasti udah membunuh Radina karena Radina kabur kemarin. Mami kan menipu dia miliyaran Kak, kata Adil jika dia marah bisa saja Radina kakinya dipatahin sama dia kak kalau dia mau" ucap Radina.


"Dia yang akan saya patahkan kakinya, kalau dia berani menyakitimu lagi!" ucap Raka membuat Radina menggelengkan kepalanya.


Membunuh? dia pikir dia mafia..


kesal Raka.


"Jangan Kak, kasihan suami Radina!" ucap Radina membuat Raka dan Adinda tertawa karena Radina sepertinya merasa Raka serius dengan ucapannya.


"Hahahahah... kalau kamu bilang jangan, Kakak nggak akan melakukannya!" tawa Raka.