CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Elysa


Elysa menatap Adinda dengan dingin. Dalam hidupnya baru kali ini ia mengalami keadaan yang mengharuskannya merendahkan harga dirinya. "Apa yang kakak katakan kamu harus mematuhinya Elysa!" perintah Herman Hartono membuat wajah angkuh Elysa memelas menatap Herman.


Raka tersenyum sinis, wanita angkuh ini harus diberikan pelajaran agar bisa menghargai orang lain. "Saya tidak punya waktu untuk mendengarkan permintaan maaf hanya untuk berbasa-basi!" ucap Raka berdiri membuat Pak Herman ikut berdiri.


"Maafkan saya Pak Raka, adik saya memang terlalu saya manjakan dan dia belum dewasa," ucap Herman.


"Kalau begitu anda harus memberikannya pelajaran agar dia tidak manja dan bisa bersikap dewasa. Dia perlu diberi pelajaran sopan santu. Sudah seumur begini sombong setinggi langit dan suka menghina orang lain!" ucap Raka dingin.


Elysa menghela napasnya "Tapi saya benar kan Pak Raka, Felisa memang bukan anak kandung bapak dan dia hanya anak panti!" jelas Elysa membuar Raka menatap Elysa dengan tajam. "Saya tidak berbohong dan sikap jujur saya ini harusnya Pak Raka tiru. Pak Raka harusnya juga belajar agar tidak berbohong! kalau bapak selalu mengatakan Felisa anak bapak berarti bapak tukang bohong" jelas Elysa membuat Herman dan Indra menelan ludahnya


Geram, tentu saja Raka sangat geram saat ini. Ingin sekali rasanya ia memukul wajah Elysa jika Elysa bukan seorang perempuan. Adinda memegang tangan Raka dan meminta Raka agar tidak terpancing emosinya dengan ucapan Elysa.


"Jujur? oke terimakasih atas nasehatnya yang sangat bagus dan menarik. Saya juga harus jujur pada anda kalau begitu. Apa anda tahu jika suami anda ini bukan anak kandung orang tuanya? Pak Indra ini adalah anak angkat yang juga berasal dari panti," jelas Raka membuat Elysa menatap ke arah Indra dengan tatapan penasaran apa benar uacapan Raka jika Indra adalah anak angkat. Indra memilih untuk diam dan tidak berkata apapun saat ini.


"Pak Raka jangan mengada-ngadak dan menyebarkan berita yang tidak benar!" kesal Elysa tidak menerima ucapan Raka.


"Saya bicara yang sejujurnya Elysa. Bahkan mungkin kau tidak tahu jika suamimu ini memiliki istri lain selain dirimu!" ucap Raka. Mencampuri urusan orang lain apalagi urusan rumah tangga orang lain seperti ini bukanlah gayanya. Namun ketika Elysa sengaja ingin melawanya maka cara apapun akan Raka tempuh agar musuh-musuhnya dapat ia kalahkan.


"Tidak mungkin Pak Raka, suamiku ini adalah tipe laki-laki yang setiap dan sayang keluarga. Anda mefitnah suaminya saya dan saya bisa melaporkam kepada pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik!" ucap Elysa membuat Raka tersenyum.


Raka sengaja meminta pengacarannya untuk menghidupan laptopnya dan kemudian munculah foto-foto perselingkuhan Indra dengan para permpuan lainnya. "Apa kamu pikir saya berbohong? menurut kamu foto-foto itu palsu?" tanya Raka membut Elysa terdiam dan ia menatap kearah suaminya itu dengan bingung. Elysa butuh kejujuran suaminya ini.


Apa yang dikatakan Raka memang benar dan Indra ingin melindungi istri barunya dari istri pertamanya yang telah membuatnya kesal selama ini.