CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Cemburu?


Aktivitas sore hari ini diisi Adinda dengan berenang dikolam renang mewah dikediaman Candrama. Adinda memakai baju kuning dan celana pendek hitam yang ia pinjam dari Gemal. Jika ia berenang di kolam renang pribadi pasti ia akan memakai baju renang yang terbuka. Saat ini Adinda berhasil memaksa Vivian untuk mengajaknya berenang.


"Lo udah makan banyak kan tadi kan Vi? soalnya wajah lo nggak pucet kayak tadi pagi!" ucap Adinda.


"Iya tadi gue makan di Mall sama Mbak Ayu dan Kak Guna" ucap Vian.


"Good sekarang kamu memang bener-bener masuk geng kita. Geng cewek-cewek berhati tulus. Kamu bukan lagi Vian yang menyebalkan. kamu itu sekarang Vianku yang menggemaskan! " ucap Adinda mencubit pipI Vivian membuat Vivian kesal dan menepis tangan Adinda. Tidak ada lagi Vivian yang sinis yamg terlihat sangat benci dengan Ayunda.


"Dinda, sakit" teriak Vivian membuat Adinda tersenyum.


Adinda memakai kaca mata renangnya dan bak seorang perenang handal yang mahir berenang, ia masuk ke kolam dengan pelampung di di tangannya membuat Vivian terbahak. Gemal mendekati mereka dan ikut masuk kedalam kolam berenang. Adinda menggapai pinggiran kolam dan menyadari kehadiran Gemal.


Tadi gue ajakkin berenang nggak mau ini orang. kalau gue ngajakin bininya e... tiba-tiba nyemplung dia.


"Woy Gem, kalau ada Vian mau lo berenang. Kalau nggak ada Vian pasti lo nggak mau! dasar modus lo!" ejek Adinda.


"Udah dipinjamin baju kuning masih juga ngeyel, Din kenapa mesti baju kuning kalau mau berenang?" tanya Gemal.


"Biar kalau gue kelelep gue bisa cepat ditemukan tapi alesan gue suka kuning sebenarnya karena gue suka makan pisang yang bewarna kuning" ucap Adinda membuat Gemal tersenyum jahil.


"Semua cewek suka pisang loh Din, kalau nggak percaya tanya deh sama Mbak Ayu!" ucap Gemal menatap Ayunda yang baru saja datang bersama Guna. Guna sangat menjaga Ayunda karena takut Ayunda terpeleset hingga membuatnya menuntun Ayunda hingga Ayunda bisa duduk di kursi santai sambil melihat mereka yang sedang berenang.


"Mbak, lo termasuk penyuka pisang kan?" tanya Gemal.


"Iya, aku suka pisang" ucap Ayunda.


"Boong aja, Mbak Ayu kalau makan pisang bawaanya pengen muntah, katanya enek makan pisang" jelas Adinda.


"Mbak Ayu itu, pisang kesukaannya jenis lain Dinda" ucap Gemal.


"Betul" ucap Ayunda tersenyum menatap Ayunda yang penasaran.


"Pisang kesukaan Mbak Ayu itu pisanganya kak Guna Hahahaha..." ucap Gemal tertawa terbahak-bahak membuat Ayunda ikut terbahak.


"Hahaha, Seratus bener buat lo Gem hahaha... " ucap Ayunda.


"Ayu!" ucap Guna membuat Ayunda segera menghentikan tawanya.


Adinda menatap sinis Gemal "Vi, laki lo memang mesti dinasehatin biar setan nggak nempel terus diotaknya!" ucap. Adinda.


Sementara itu Raka yang sejak tadi menatap Adinda dari kejauhan menghela napasnya. Terakhir kali ia melihat Adinda berenang, Adinda hampir tenggelam karena memakai pelampung seperti itu. Untung saja ia meminta Pak Dayat salah satu pekerja dirumah ini untuk segera membeli pelampung ban bewarna kuning yang saat ini ia pegang. Raka melangkahkan kakinya mendekati Area kolam renang sambil membawa pelampung ban ditangannya dan ia meminta Pak Dayat membawa kasur pelampung.


Melihat kedatangan Raka membuat Adinda terpesona dengan sosok tampan itu. "Om pelampung itu buat Dinda ya Om?" tanya Adinda melihat pelampung ban bewarna kuning ditangan Raka.


Raka melempar pelampung itu pada Adinda "Vi, itu kasurnya Om beli yang baru yang lama udah rusak!" ucap Raka. Vivian dulu memang suka bersantai diatas kasur pelampung.


"Makasi Om!" ucap Vivian tersenyum senang dan segera meminta Pak Dayat meletakan kasur diatas kolam lalu ia naik ke atas pelampung kasur dan berbaring disana.


"Om sini dulu!" panggil Adinda membuat Raka mendekati Adinda.


"Dinda mau duduk tapi nggak bisa kalau nggak dipegangin!" ucap Adinda.


"Gem tolong dia!" ucap Raka membuat Gemal memanggil Raka agar Raka mendekat padanya dengan lambaian tangannya. Raka melangkahkan kakinya mendekati Gemal.


"Om nanti Om marah kalau Gemal gendong Adinda, kayaknya Om mesti turun tangan ngajarin dia berenang Om. Om keberatan nggak kalau Gemal yang... " ucap Gemal menujukkan tangganya membuat Raka kesal.


Raka menunjuk dahi Gemal "Kamu mau kurang ajar sama saya Gem?" kesal Raka.


"Om" panggil Dinda lagi. Dinda terlihat lucu dengan ban pelampung yang saat ini ada dilehernya.


Raka menghembuskan napasnya dan akhirnya membuka bajunya membuat Adinda menatap tubuh seksi Raka dengan tatapan memerah karena tubuh Raka terlihat kekar dan perutnya itu rata dengan otot perut yang terlihat sangat menawan.


"Nah... kalau Om udah buka baju gue yang jadinya kalah saing, badan Om bagus banget sih" ucap Gemal membuat Guna yang mendengar ucapan Gemal terkekeh.


"Hehehe... makanya Gem jangan suka main game melulu, kesehatan perlu dijaga!" ucap Guna memperingatkan adiknya itu yang hanya berolahraga seminggu sekali.


"Kan aku sibuk Kak, pulang dari rumah sakit udah sore, bisanya paling fitnes bentar tapi akhir-akhir ini jadi malas Kak" ucap Gemal.


"Mas Guna ototnya juga kayak Om Raka" ucap Ayunda mengkompori Gemal. "Lo itu bukan cowok ganteng Gem tapi cowok cantik!" ejek Ayunda membuat Gemal kesal.


Sementara itu Adinda saat ini merasa suhu udara disekitarnya menjadi panas walau saat ini ia sedang berendam didalam kolam renang yang airnya dingin.


"Kenapa wajah merah kamu?" tanya Raka yang masuk kedalam kolam dengan santai.


"Dinda pipis Om" jujur Adinda membuat Raka memundurkan langkahnya "Hehehe...maaf ya Om ribet kalau mau ke kamar mandi!" ucap Adinda membuat Raka kesal.


"Udah Om pipisnya, ayo bantu Dinda naik ban Om, atau ajari Dinda berenang!" ucap Adinda membuat Raka menatap Adinda dengan kesal.


"Kamu udah gede gini baru belajar berenang?" selama ini kerjaan kamu apa?" ucap Raka.


"Kerjaan Dinda itu, belajar, kuliah, pacaran sama Rifki" ucap Adinda..


"Susah kalau ngomong sama kamu!" ucap Raka. ia menempelkan tubuhnya di dinding kolam sambil menatap Adinda.


"Om olahraganya apa? kok badannya bagus gitu?" tanya Adinda menatap Raka dengan tatapan malu-malu.


"Pencak silat, renang, badminton, basket, golf, berkuda, masih banyak lagi" ucap Raka.


"Wow, Om benar-benar mengejutkan Dinda. Om kutu buku yang luar biasa, Dinda jadi kagum deh sama Om. Om ayo bantuin Dinda naik ban aja kalau nggak mau ngajarin Dinda berenang!" pinta Adinda.


Raka mendekati Adinda dan kemudia memeluk tubuh Adinda membuat Adinda terkejut. "Om kok dipeluk gini sih?" tanya Dinda.


Raka mengeluarkan kepala Adinda daru pelampung ban. Ia hanya diam dan tidak peduli ucapan Adinda. Ia kemudian mengangkat tubuh Adinda lalu mendudukannya tubuh ke atas pelampung ban.


"Wah enak juga kalau begini. "Kak Guna Dinda mau jus..." teriak Dinda dengan menggunkan tangannya ia mencoba mencapai tepi.


Guna memberikan segelas jus mangga kepada Adinda. "Makasi Kak" ucap Adinda.


Adinda mengedarkan padangannya mencari Raka. "Dimana si Om?" ucap Adinda dan tiba-tiba Raka tetnyata ada di bawah kakinya dan memegang kaki Adinda membuat Adinda terpekik "Arrghh..." teriak Adinda. Jus yang berada ditanga Adinda telempar hingga tumpahan jus mengenai wajah Adinda membuat Gemal dan Ayunda tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha..." tawa Ayunda dan Gemal membahana.


"Om Raka... " teriak Adinda karena ia tahu siapa lagi yang selalu membuat jantungnya berdetak kencang kecuali Raka Candrama.


Sesosok wanita parubaya melangkahkan kakinya mendekati mereka dengan memakai baju ala sosialitanya dan seorang perempuan cantik disebelahnya.


"Raka" panggilnya membuat Raka yang saat ini sedang membersihkan wajah Adinda menolehkan kepalanya menatap perempuan yang melahirkannya itu dengan tatapan kesal. Apalagi ternyata perempuan paruh baya itu membawa Luna rekan kerjanya dikampus.


"Mas Raka" panggil perempuan itu membuat Adinda terbatuk dan Raka menepuk pelan punggung Adinda. Raka kemudian menurunkan Adinda dari pelampung ban lalu memeluk Adinda. Ia berenang sambil membawa Adinda ke atas kasur pelampung milik Vivian.


tbc...