CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Lamaran yang mengejutkan


"Aku cinta kamu Dinda!" ucap Raka dengan wajah memerah membuat Adinda tersenyum.


"Dinda juga cinta sama Kakak!" ucap Dinda menatap Raka dengan tatapan malu-malu membuat Raka juga tersenyum.


Gemal lama sekali kenapa lampu tamannya nggak dihidupkan tahu begitu saya sewa orang yang lebih cekatan ngusrusin acara ini.


batin Raka.


Tiba-tiba lampu taman dihidupkan dan Adinda tersenyum saat melihat lampu kelap kelip di pepohonan dan ada dua gulungan


yang tiba-tiba terbuka karena ditarik seseorang. Adinda melototkan matanya saat melihat Alfa yang berdiri disana sambil tersenyum kearahnya. Ternyata yang menarik gulungan Foto itu adalah Alfa. Foto itu merupakan foto dirinya bersama Raka yang terlihat sangat lucu karena Adinda memeluk lengan Raka dan Raka yang menatap Adinda sengan sinis.


"Kakak rupanya minta bantuan dari calon Kakak ipar ya? aduh jadi makin cinta Adinda sama Kakanda. Hmm... foto itu foto waktu itu kita ke Bali ya Kak?" tanya Adinda.


"Iya" ucap Raka membuat Adinda memeluk lengan Raka dengan erat. "Kamu suka? masih horor nggak? " tanya Raka.


"Suka kak dan Dinda suka lampu kelap-kelip di pohon dan juga di fotonya, makasi Kak!" ucap Adinda menatap Raka dengan haru.


"Coba lihat itu!" ucap Raka menujuk di samping Adinda membuat Adinda kembali tersenyum saat melihat Gemal menaiki kereta mobil odong-odong dan dibelakangnya terdapat bunga-bunga yang cantik. Gemal menghentikan odong-odong dan kemudian melangkahkan kakinya mendekati Adinda.


"Dinda mau kah kau menikah dengan Omku Raka Candrama kalau mau silahkan ambil buku ini tapi kalau nggak mau ambil bunga yang cantik ini!" ucap Gemal.


Buku yang dimaksud Gemal adalah buku tabungan Raka membuat Raka melototkan matanya karena lagi-lagi Gemal telah lancang mengubah rencana Raka. Raka hanya meminta Adinda memilih bunga atau coklat. Raka kesal karena dari mana Gemal mendapatkan buku tabungan yang sebulan lalu baru ia buat khusus untuk Adinda.


"Isi tabungannya banyak lo Din, rugi loh kalau nolak. Gue aja mau jadi istrinya Om Raka tapi kalau gue cewek dan bukan keponakannya!" goda Gemal. "Kamu mau pilih yang mana?" tanya Gemal.


"Hahaha...karena gue pintar gue pilih buka tabungan dari pada bunga mainan itu!" ucap Adinda mengambil buku tabungan milik Raka. Namun Adinda terkejut saat melihat nama dibuku tabungan itu ternyata adalah namanya.


"Loh kok namanya nama Dinda?" tanya Adinda dan ia terkejut melihat nominal isi tabungan itu yang tidaklah sedikit.


"Itu uang saku buat kamu setelah kita nikah nanti tapi Gemal, sudahlah... saya lagi nggak mau marah sama Gemal. Sini peluk lagi kan lamaran saya sudah diterima!" ucap Raka meminta Adinda untuk memeluknya lagi.


Adinda memeluk Raka dengan erat "Dinda senang banget hari ini Kak!" ucap Adinda. "Kak, kenapa pakek sewa odong-odong segala sih? Kalau ada Felisa pasti dia senang naik odong-odong" ucapan Adinda terhenti saat melihat Felisa ternyata berada di dalam odong-odong paling belakang bersama Mamanya.


"Hiks...hiks... ini lamaran teraneh dan terlucu Kak!" ucap Adinda meneteskan air matanya karena haru.


"Terimakasih Kak" ucap Adinda kembali menteskan air matanya karena haru membuat Raka segera menghapus air mata itu dengan jemarinya. Jika saja saat ini hanya mereka berdua disini Raka pasti sudah mencium bibir Adinda.


Bagas dan Aditya saat ini sedang mencoba menghidupkan mesin salju buatan dan ternyata berhasil hembusan kapas terlihat seperti salju berterbangan disekirar Adinda, membuat Adinda tersenyum bahagia. Lampu-lampu ditaman ini tiba-tiba semuanya dihidupkan dan Adinda kembali takjub saat melihat kehadiran teman-temannya di Taman ini. Mereka semua datang dengan gaun dan pakaian formal yang sangat jauh berbeda dengan pakaian yang Adinda dan Raka pakai. Dalam sejekejap tempat ini menjadi ramai. Meja-meja dan kursi-kursi disusun rapi memanjang dan petugas chatering segera menyusun hidangan diatas meja. Apalagi ketika memandang langit terlihat lampu-lampu cantik menerangi taman ini terlihat begitu manakjubkan. Adinda tidak menyangka ternyata Taman horor ini dalam sekejam berubah menjadi taman yang sangat indah.


Terlihat Farhan ternyata juga datang dan saat ini ia duduk kursi roda yang didorong Vivian. Sedangkan Ayunda juga telah datang dan ia tersenyum bahagia sambil memeluk suaminya. "Mas kamu kalah sama Om Raka, lamarannya semeriah ini. Ayu kan jadi iri!" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum.


"Mau diulang lamarannya?" tanya Guna membuat Ayunda menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah Mas, malu!" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.


Sementara itu Gemal merasa sangat lelah karena acara ini, ia yang mengawasi acara ini dari persiapan dan dekorasi taman, sampai meminta Alfa untuk mengurus surat izin kepada polisi jika mereka mengadakan acara ditempat ini.


Vivian mendekati Gemal dan menyerahkan segelas air minum kepada Gemal. "Terimakasih!" ucap Gemal. Vivian hanya menganggukkan kepalanya dan ia kembali melangkahkan kakinya mendekati Farhan.


Elin maju kedepan mendekati Raka dan Adinda. "Selamat datang semuanya hari ini adalah acara lamaran khusus buat Adinda dan juga ucapan selamat datang kepada Adinda karena akan menjadi bagian dari keluarga Candrama!" ucap Elin.


Adinda menyenggol lengan Raka dan berbisik "Kak baju Dinda kayak mau jogging nggak cocok sama acara ini. Harusnya kan Dinda kayak putri gitu pakek gaun bagus!" protes Adinda.


"Kalau kamu pakek gaun bagus bukan kejutan namanya Dinda!" ucap Raka.


"Iya...sih Kak, tapi tetap aja tamunya pakai baju bagus semua nah kita... " ucap Adinda membuat Raka mencubit pipi Adinda karena gemas.


"Pakai baju apapun kamu masih tetap cantik. Ayo kita gabung duduk dan makan bersama mereka!" ajak Raka namun Dinda memegang tangan Raka berusaha menghentikan langkah kaki Raka.


"Makasi Kak, Dinda sayang Kakak!" ucap Adinda. "Ini kejutan terindah dalam hidup Dinda Kak!" ucap Adinda tersenyum bahagia. Sejak tadi ia hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada Raka.


"Terimakasihnya nanti saja saat kita ke resort atau keluar negeri nanti!" ucap Raka.


"Ngapain kita kesana?" Tanya Adinda bingung.


"Bulan madu!" bisik Raka membuat wajah Adinda memerah karena malu.


tbc...