CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
bolehkah aku iri?


perserta rapat sudah banyak yang hadir dan beberapa menit kemudian Guna datang bersama para direksi dan juga Farhan Candrama, kakeknya Guna juga hadir dalam rapat besar ini. Ayunda melihat Farhan datang digandeng Vivian membuat Ayunda iri melihat kedekatan mereka. ia menghela napasnya dan membayangkan dirinya berada disamping Farhan untuk berbakti sebagai cucu menantu yang baik. tapi nyatanya sampai saat ini Guna belum pernah mengajaknya menemui Farhan.


rapat besar pun segera dimulai. Saat ini Guna dipanggil ke depan panggung untuk menjelaskan rencana terbarunya. "Asalamualaikum selamat pagi dan salam sejahterah untuk kita semua. terimakasih kepada pada direksi dan juga kepada Bapak Farhan Candrama yang telah bersedia hadir dalam rapat besar kali ini. saat ini saya ingin menyampaikan tentang produk yang ajab segera kita luncurkan bersama rekan-rekan kita para ahli dibidang kecantikan. produk ini merupakan produk kosemtik yang saya berinama Ayudarma" ucap Guna membuat Ayunda menatap Guna dengan tatapan sulit diartikan. karena kalau boleh jujur Ayunda saat ini merasa sangat bahagia karena namanya tetera pada kosmetik ini.


"Kenapa saya beri nama Ayudarma karena wanita yang cantik dan ayu adalah wanita yang banyak disukai para laki-laki saat ini" ucap Guna membuat semua yanga hadir dalam rapat ini tertawa namun tidak dengan Vivian.


"Produk ini terbuat dari bahan alami dan juga terdiri dari berbagai jenis varian produk. kita akan meluncurkan produk kita satu persatu. saya menginginkan produk kita ini laku keras dipasaran bahkan bukan hanya didalam negeri tapi juga luar negeri. saya berencana akan mengontrak artis luar dan juga artis dalam negeri untuk memperkenalkan produk kita ini" ucap Guna membuat semua orang bertepuk tangan.


Ayunda tidak teralu menyimak ucapan Guna karena saat ini ia sibuk menatap wajah Guna yang ternyata sangat tampan berkali-kali lipat hari ini.


"Hey kau mau memangsanya? lihat Ibu Vivian lebih baik darimu lupakan mimpi dan kembalilah ke jalan yang benar!" ucap Melan.


"lo berisik banget sih!" kesal Ayunda.


"Udah Mel!" pinta Ratih.


Ayunda menghembuskan napasnya ia mencoba untuk bersabar karena hanya inilah yang bisa ia lakukan saat ini. tepuk tangan yang meriah membuat Ayunda mengalihkan tatapannya pada sosok Guna yang turun dari panggung dan segera duduk dikursinya bersama para petinggi perusahaan. Ayunda merasa Guna dan dirinya memang bagaikan langit dan bumi. Guna yang hebat, pintar dan kaya sedangkan dirinya hanyalah karywan biasa dan bahkan tidak memiliki latar belakang yang luar biasa seperti keluarga Candrama.


Ayunda menatap lurus kedepan dan melihat Farhan Candrama sedang berbicara mengenai perusahaan ini dan ia sangat bangga kepada Gunadarma Candrama pewarisnya yang merupakan cucu kesayangannya.


"Guna adalah cucu saya sekaligus pewaris saya yang akan mengelolah perusahaan. dia masih muda tapi dia berbakat namun saya mengharapkan semuanya bisa saling bekerjasama untuk memajukan perusahaan kita bersama Pak Gunadarma. oya... saya juga mau memperkenalkan seorang perempuan cantik yang saya didik untuk menjadi pendamping Guna dalam menjalankan perusahaan ini. dia adalah Vivian" ucap Farhan menunjuk Vivian yang saat ini duduk berada disamping Guna.


Ayunda merasakan hatinya sesak saat melihat kedekatan Guna dan Vivian. ia mencoba untuk tersenyum dengan pemandangan yang ada dihadapanya mesti hatinya terluka. Tapi satu hal yang pasti akan ia lakukan setelah ini yaitu menangis. tangis yang akan ia sembunyikan dari keluarganya ataupun Guna suaminya.


Cinta...akhirnya membuatnya terluka dan ia tak bisa mengabaikan rasa iri dan cemburunya kepada sosok cantik yang merupakan pasangan yang cocok untuk suaminya.


"Ada yang patah hati nih" ejek Melan membuat Ratih menatap Melan dengan kesal sedangkan Ayunda hanya bisa diam seolah tidak mendengar ucapan Melan.