
Adinda kesal, harusnya hari ini ia menghabiskan waktunya bersama Karina dan Ayunda. Sebenarnya satu nama yang ia rindukan yaitu Vivian karena biasanya Vivian yang selalu menemaninya. Adinda menghubungi Raka dan menanyakan dimana Raka berada saat ini. Raka menyebut sebuah Mall tempat bermain anak-anak. Adinda meminta supir untuk mengantarnya ke Mall. Raka benar-benar tidak memperbolehkannya untuk mengendarai motor lagi dan Raka telah menyediakan supir pribadi seorang perempuan untuknya.
"Mbak Marta kita ke Alexsander Mall mbak!" ucap Adinda.
"Iya, Non" ucap Marta.
"Mbak panggil nama aja dong Mbak, nggak usah nona!" ucap Adinda.
"Jangan Non saya..." ucapan Marta dipotong Adinda.
"Mbak Marta nggak usah panggil Non, Dinda nggak biasa! Dinda mau ketawa dengarnya Mbak hehehe" ucap Adinda.
"Kalau gitu ibu aja ya Non!" ucap Marta.
"Dinda aja ya Mbak atau Mbak nggak usah nganterin Dinda lagi!" ancam Dinda membuat Marta tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka sampai di Mall dan Adinda turun dari mobil "Mbak Marta pulang aja nanti aku pulang bareng Kak Raka!" ucap Adinda.
"Iya Din" ucap Marta.
"Aku masuk ya Mbak!" ucap Adinda tersenyum dan ia segera mempercepat langkahnya masuk kedalam Mall.
Adinda menuju tempat bermain anak-anak yang berada di lantai tiga. Ia melihat Raka yang sedang duduk sendirian sambil memperhatikan Felisa yang sedang bermain bola-bola kecil sambil tertawa bersama Radina. Adinda mendekati Raka dan duduk disebelah Raka.
"Lagi ngeliatin siapa?" tanya Adinda.
"Felisa dan Radina" ucap Raka.
"Kakanda" bisik Adinda membuat Raka menutup mulut Adinda dengan telapak tangannya.
"Jangan mulai Dinda!" kesal Raka membuat Adinda terkekeh.
Adinda tersenyum manis "Jangan ngambek dong!" goda Adinda mencuil dagu Raka.
"Kamu pikir saya tidak bisa menghukum kamu?" tanya Raka menaikkan kedua alisnya.
"Emang bisa?" ucap Adinda mencoba menantang Raka membuat Raka mengamit kepala Adinda dengan lengannya membuat Adinda terkekeh. "Hehehe, Kanda sayangku mulai nakal ya!".
"Nakal sama kamu nggak apa-apa karena sebentar lagi kamu jadi milik saya!" ucap Raka.
Adinda memeluk Raka membuat Raka tersenyum "Hari ini terakhir ya Kak kita ketemu sebelum akad nikah, jadi jangan kangen ya!" ucap Adinda.
Raka mengelus kepala Adinda "Saya bisa datang diam-diam ke kamar kamu!" ucap Raka.
"Emang bisa? mau digebukin Papa sama Kak Alfa?" ucap Adinda.
"Mereka nggak akan mau gebukin menantu yang serba bisa seperti saya Dinda!" ucap Raka super percaya diri membuat Adinda menyebikkan bibirnya. "Kalau bibir kamu kayak gini Dinda jangan menyesal kalau saya cium kamu disini!" bisik Raka membuat Adinda segera melepaskan pelukannya.
"Dia tidak mau pada hal Papi juga minta dia tinggal sama kita," jelas Raka.
"Yah padahal kalau rumah rame kan Dinda nggak bakal kesepian nanti. Kak, Radina kayaknya senang banget ya Kak sama Felisa," ucap Adinda.
"Dia baru saja keguguran dan itu membuatnya merasa bersalah karena sempat menolak kehadiran janin di kandungannya. Bermain bersama Felisa membuatnya bisa melupakan sejenak masalahnya," jelas Raka.
"Kakak pernah ketemu Brian?" tanya Adinda. Ia penasaran karena ia tahu Raka pasti ingin sekali menghancurkan Brian yang menyakiti adiknya.
"Tadinya saya mau menghajarnya, tapi Papi melarang saya untuk melakukannya. Brian ternyata cucu mendiang sahabat Papi dan satu-satunya pewaris Ananta Grup. Brian menghormati Papi dan meminta maaf kepada Papi karena telah menghacurkan masa depan Radina. Brian ingin bertanggung jawab tapi saya tidak akan membiarkannya mendekati Radina lagi, Dinda!" ucap Raka.
"Kak Dinda ingin mengajak Radina ke pskiater Kak, jika dia masih sering menyakiti dirinya sendiri dia bisa saja bunuh diri lagi Kak. Apalagi saat ini dia tinggal sendirian di Apartemen," ucap Adinda. Ia tidak yakin Brian akan melepaskan Radina begitu saja.
"Akmal yang akan menjaga Radina, dia akan tinggal bersama Radina di Apartemen," ucap Raka.
Adinda sebenarnya ingin mengatakan jika ia bertemu Lastri, tapi ia tidak ingin membuat Raka kesal. Raka tidak ingin Lastri hadir saat mereka menikah nanti. Adinda hanya ingin pernikahannya dan Raka diterima semua keluarga termasuk Lastri. Ia tahu walaupun Raka membenci Lastri, tapi Raka sebenarnya juga menyayangi Lastri terbukti dengan Raka yang ternyata selalu mengawasi Lastri dan adik-adiknya sejak kepulangannya ke Indonesia.
"Hari ini kita nggak usah berdebat ya Kak!" ucap Adinda.
"Saya tidak pernah sengaja untuk berdebat dengan kamu Dinda!" jujur Raka.
"Tapi kamu duluan yang nggak mau ngalah sama aku!" ucap Adinda manja.
"Saya memang nggak bisa mengalah kepada siapapun kecuali kepada Felisa dan anak kita nanti!" ucap Raka membuat Adinda menatap Raka sinis. "Mumpung ada Radina yang jagain Felisa, kita nonton yuk!" ucap Raka.
"Tumben ngajakin nonton" ucap Adinda.
"Khusus hari ini kita nonton masih dengan status belum kawin karena dalam hitungan hari satus di KTP akan berubah. Jadi Nyonya Raka Candrama hari ini anggap saja saya teman kamu yang menemani kamu melepas masa-masa remaja kamu!" ucap Raka membuat Adinda tertawa.
"Hahaha.. Remaja apaan?" ucap Adinda.
"Tingkah kamu yang kayak bocah Dinda!" ejek Raka.
"Tapi suka kan sama tingkah Dinda?" goda Adinda membuat Raka hanya menaikan sebelah alisnya.
"Ayo pergi!" ajak Raka berdiri dan membuat Adinda ikut berdiri lalu menggandeng lengan Raka sambil tersenyum senang.
tbc...
**undangan
Kepada semua pembaca setia CEO ku suamiku agar bisa hadir di pernikahan Raka dan Adinda besok, jangan lupa kasih amplopnya berupa Like, komentar dan Vote. Biar Raka dan Adinda bahagia serta penulis juga ikut senang dan semangat hehehehe...
Ditunggu loh kehadirannya 😘😘😘**