CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Brian sombong


Guna, Gemal dan Raka saat ini telah berada di lapangan basket tempat mereka akan mengadakan pertandingan. Seperti biasa kedatangan Brian terlihat mencolok karena di temani banyak pengawal disisinya. Apalagi saat ini Akmal dan Adam juga berada didekatnya. Ketiganya segera mendekati Raka saat melihat kehadiran Kakak sulung mereka.


"Nggak usah basah-basi Akmal, Adam!" ucap Raka yang merasa dikhianati oleh kedua adiknya.


"Kak kita tiba-tiba ditelepon sama Brian, kalau kita nggak ikut bertanding kita tidak diperbolehkan bertemu Mami dan Radina," ucap Akmal membuat Raka menatap keduanya dengan sinis.


"Lagian Kak Mami nggak mau pindah dia udah nyaman tinggal sama Brian dan Radina," ucap Adam.


"Itu karena kalian belum nikah!" ucap Raka kesal karena Adam dan Akmal akhir-akhir ini sangat sibuk bekerja dan jarang mengunjunginya. Namun ketika Brian memanggil keduanya untuk datang keduanya pun kompak dan segera datang. Raka merasa kedua adiknya ini mengkhianatinya.


"Sabar Om!" bisik Gemal. "Om walaupun adik Om jadi milik Brian semua, kita tetap ada dipihak Om kok!" ucap Gemal merangkul Raka membuat Guna terkekeh karena merasa saat ini mereka menjadi kekanak-kanakan karena ulah Brian.


"Hohoho... Kakak ipar, kau absen datang ke Rumah megah ku? kau pasti iri karena sekarang rumahku sudah sama besarnya dengan kediaman utama Candrama," ucap Brian.


"Nah dia mulai ingin mengeluarkan taringnya!" ucap Guna yang bisa menebak kegilaan Radina.


"Jangan bersikap kekanak-kanakan, saya sedang berada di luar kota saat kau merayakan ulang tahun Radina, bukanya kau merayakannya bukan dihari ulang tahunnya, apa kau lupa dengan hari ulang tahun istrimu?" ucap Raka.


"Harusnya kau menghubungi saya Raka, istri saya kecewa kau tidak datang!" ucap Brian.


"Adinda datang membawa hadia untuk Radina," ucap Raka.


"Hadia murah begitu," ejek Brian membuat Guna, Gemal, Adam dan Akmal menahan tawanya.


"Dasar tidak tahu diuntung," kesal Raka.


"Kau yang mulai membuatku kesal, kau lebih mementingkan bisnis dari pada acara bersama keluarga," ucap Brian sinis.


Mereka semua tahu sebenarnya Brian hanya kesal karena Raka tidak datang ke pesta ulang tahun istrinya. Raka memang menghubungi Radina dan minta maaf kepada Radina karena tidak bisa datang ke pesta ulang tahun Radina. Ia juga mengatakan akan mengantinya dengan hari yang lain intuk menghabiskan waktunya bersama Radina dan Maminya. Tapi Brian yang merasa tersinggung mengatakan kepada Radina jika Raka itu pembohong membuat Radina kesal dan mengusir Brian dari kamarnya.


Setelah melahirkan memang Radina berubah sikapnya bahkan ia tidak takut dengan ancaman Brian. Radina bahkan bisa membalas kekesalannya dengan membuat Brian sangat marah. Keributannya dengan Radina yang selalu membela Raka, membuat Brian kesal. Apalagi Radina selalu membicarakan kehebatan Raka padanya.


"Kau tinggal meminta saya datang lagi ke rumahmu di hari yang lain Brian!" kesal Raka.


"Kau berani memerintahkan saya untuk tidak mengambil alih Hartono grup atau memberikan investasi kepada grup mereka karena masalah istrimu. Saya juga begitu perasaan istri saya yang utama bagi saya!" ucap Brian.


"Bertanding, kalau saya yang menang kau harus membayarkan acara liburan keluarga yang dinginkan para wanita," ucap Brian mengingat rencana liburan yang disusun Radina, Adinda, Ayunda dan Vivian.


"Tapi kalau kau yang menang, saya yang akan membayar semuanya dan juga membantumu agar Hartono grup meminta putrinya meminta maaf kepada istrimu, bagaimana? didesak oleh orang kaya raya, hebat, tampan dan gagah seperti kita pasti membuat mereka ketakutan," ucap Brian membuat Gemal, Guna, Akmal dan Adam terkekeh.


"Tampan dan gagah... ckckckc... adik ipar kalian itu narsisnya minta ampun," ejek Gemal membuat Brian kesal.


"Gemal, kau jangan ikur campur!" teriak Brian menujuk Gemal membuat Gemal mengangkat tangannya dan ia terkekeh.


"Hehehe... kau masih marah padaku karena aku yang pertama melihat wajah anakmu Brian?" goda Gemal membuat Brian kesal karena Gemal yang membantu istrinya melahirkan.


"Diam kau dukun beranak!" teriak Brian.


"Ayo wasitnya sudah datang!" ucap Gemal membuat Gemal tersenyum karena wasitnya adalah Arjun dan Kalandra yang menyamar membuat Guna dan Raka tersenyum penuh kemenangan.


"Wasitnya terlalu muda, cari yang berpengalaman!" ucap Brian.


"Kita yang paling berpengalaman Pak, kita wasit internasional," ucap Kalandra.


"Kau mirip seseorang," ucap Brian.


"Sudah ayo kita mulai, hari semakin sore. Tidak usah memilih wasit, kalau kau memang hebat kau pasti menang!" ucap Raka.


"Oke," ucap Brian segera berdiri dari singgasananya.


"Ayo Ayah dan Papa-papa semangat!" teriak Adinda membuat Raka tersenyum saat melihat Adinda, Radina dan Ayunda ternyata datang mendukung suami mereka.


"Kalau begini kita harus menang Gem, Gun. malu sama istri kalau nggak menang!" ucap Raka membuat Guna dan Gemal tersenyum.


"Tenang aja, kita jurinya pasti akan adil!" ucap Arjun.


Terimakasih sudah vote dan like novelku dan juga selalu setia membaca novel-nevelku. Kalian bisa mengunjungi IG: puputhamzah24 untuk mengetahui mengenai berita terbaru tentang novel-novelku terimakasih