DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Misteri hilang nya dua warga desa.


Rania dan Wati menunggu simbah nya di depan ruangan pak Eko, karena sebentar lagi akan banyak warga yang datang dan memenuhi ruang perawatan pak Eko.


Rania yang sedang melihat pemandangan rindang di sebuah taman nampak terkejut melihat seorang laki-laki memakai baju hijau khas hansip sedang tidak sadarkan diri di atas brangkar dan didorong oleh dua perawat menuju ke sebuah ruangan.


Itu kok mirip dengan pak Dahlan ya, bukan nya sudah tiga hari pak Dahlan dan mas Anto menghilang, batin Rania didalam hatinya.


Wati yang heran melihat Rania melamun datang menghampirinya dan menepuk pundak sepupu nya itu.


"Kau sedang apa Rania, jangan melamun gitu ah gak baik tau". Ucap Wati dengan mengerucutkan bibirnya.


"Eh Wati kau mengagetkanku saja, ngomong-ngomong kau dengar tidak tentang berita yang beredar di desa tentang hilang nya pak Dahlan dan juga mas Anto selepas membawa pak Eko ke IGD Rumah sakit ini". Tukas Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Aku juga mendengarnya Ran, bahkan tadi aku sempat melihat mobil mas Anto yang masih terparkir diluar". Sahut Wati dengan serius.


"Tadi sewaktu kau mengira aku melamun, sebenarnya aku sedang melihat seorang laki-laki memakai baju hansip sedang didorong diatas brangkar". Jelas Rania dengan wajah yang cemas.


Sementara itu tidak jauh dari Rania dan Wati berada, nampak pak Budi dan pak Sapri sedang berlari dengan wajah yang cemas.


Lalu keduanya masuk kedalam ruang perawatan pak Eko yang sudah ramai pengunjung, terdengar keduanya bercerita jika ada dua orang laki-laki yang tidak sadarkan diri dilorong Rumah sakit dan salah satu dari mereka memakai baju hansip.


Dan semua orang yang ada didalam ruangan terkejut mendengar cerita pak Budi dan pak Sapri karena menurut perawat dan juga pegawai Rumah sakit lain nya, kedua laki-laki yang membawa pak Eko ke Rumah sakit hilang begitu saja setelah membawa pasien ke IGD, bahkan saat pak Eko sudah sadar dia kebingungan karena hanya seorang diri di Rumah sakit itu, lalu seorang perawat menghubungi istri pak Eko yang saat itu kebingungan mencari suami nya di desa dan memberitahu jika saat ini pak Eko ada di Rumah sakit Sejahtera.


Dan tidak terasa sudah tiga hari ini Anto dan pak Dahlan belum ditemukan padahal mobil Anto masih berada diparkiran Rumah sakit, dan setelah mendengar semuanya Rania ingin masuk dan mengatakan apa yang baru saja dia lihat.


"Permisi semuanya... Rania hanya ingin memberitahu jika tadi Rania melihat seorang laki-laki memakai baju hijau seperti hansip sedang dibawa kedua perawat menuju ke sebuah ruangan, sepertinya perawat itu ingin mengobatinya". Jelas Rania dengan mengernyitkan dahi nya.


"Kau lihat dimana nduk?". Tanya simbah Parti yang penasaran.


"Tadi didepan ruangan ini mbah, coba saja tanya pada petugas di Rumah sakit ini". Jawab Rania dengan mengernyitkan dahi nya.


Setelah itu pak Budi dan pak Sapri pergi meninggalkan ruangan pak Eko, mereka berdua bergegas menemui beberapa security yang mengetahui tentang dua orang laki-laki yang tidak sadarkan diri di lorong Rumah sakit pagi tadi.


"Permisi pak saya mau bertanya tentang dua orang laki-laki yang tergeletak di lorong Rumah sakit pagi tadi dibawa kemana ya". Ucap pak Budi dengah wajah cemas.


"Oh dua orang laki-laki itu sekarang ada di IGD pak, memangnya bapak-bapak ini siapanya?". Tanya bapak security dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Kami hanya ingin melihat dua orang laki-laki itu pak, siapa tau mereka adalah warga desa kami yang menghilang di Rumah sakit ini tiga hari yang lalu pak". Jawab pak Sapri dengan mengusap wajah nya kasar.


"Kalau begitu silahkan bapak-bapak pergi ke IGD dan menemui perawat yang berjaga disana". Jelas bapak Security dengan seringai kecil diwajahnya.


"Baiklah pak terima kasih, kami pamit dulu". Seru pak Budi dan pak Sapri seraya berjalan ke lorong menuju ruang IGD.


Dengan berjalan tergesa-gesa keduanya melewati lorong-lorong Rumah sakit yang sangat panjang dengan lalu lalang pengunjung yang sangat ramai di jam besuk siang itu, dan setelah sampai didepan ruang IGD pak Budi menghampiri seorang perawat yang sedang berjaga didepan sana.


"Oh iya bapak-bapak ini siapanya pasien?". Tanya perawat dengan mengernyitkan dahi nya.


"Ehm... Begini sus kami hanya ingin memastikan jika kedua orang itu adalah warga desa kami". Jawab pak Sapri yang berada disamping pak Budi.


"Baiklah pak mari ikut saya ke sebelah sini, dan tolong pakai baju khusus ini untuk masuk ke dalam IGD, tapi hanya salah satu pengunjung saja yang bisa ikut saya masuk kedalam". Cetus perawat itu memandang keduanya.


Lalu keduanya saling memandang karena hanya salah satu dari mereka saja yang diperbolehkan masuk kedalam.


"Ya sudah pak Sapri saja yang memastikan nya ke dalam, aku akan menunggh disini". Jelas pak Budi seraya duduk di bangku panjang yang ada di depan IGD.


Setelah itu pak Sapri memakai baju khusus berwarna hijau sebelum memasuki ruang IGD bersama perawat, lalu perawat itu membukakan sebuah pintu yang didalam sana ada dua orang laki-laki yang sedang terbaring diatas ranjang dengan peralatan medis yang menempel ditubuh nya.


Dan pak Sapri pun terbelalak kaget karena mengetahui jika kedua orang laki-laki yang ada diatas ranjang Rumah sakit itu adalah Anto dan pak Dahlan, nampak pak Sapri bersyukur dengan mata berkaca-kaca karena akhirnya kedua orang warga desa nya yang menghilang sudah ditemukan, dia berkata pada perawat itu jika mereka adalah benar warga desa nya.


Setelah memastikan kebenaran nya perawat mengajak pak Sapri untuk segera keluar dari sana, kemudian pak Budi yang sudah menunggu diluar pun menghampiri keduanya.


"Sus bagaimana keadaan mereka berdua?". Tanya pak Sapri dengan wajah cemas.


"Mereka hanya kekurangan cairan saja pak, nanti sore sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan dan jika tidak ada kendala yang lain nya Dokter bisa mempersilahkan mereka untuk segera pulang ke rumah nya". Jawab perawat itu dengan seringai kecil diwajah nya.


Sementara pak Budi yang diam mendengarkan percakapan pak Sapri dan perawat Rumah sakit nampak penasaran dan bertanya pada pak Sapri tentang keadaan Anto dan pak Dahlan.


"Mereka baik-baik saja kok Bud, hanya terlihat lemah saja". Tukas pak Sapri seraya berjalan kembali ke ruangan pak Eko.


Dan sesampainya mereka Berdu di ruangan pak Eko, mereka menjelaskan pada semua orang jika Anto dan pak Dahlan sudah ditemukan dan saat ini sedang dalam perawatan di IGD.


"Tapi aku sempat kaget disaat mereka berdua tidak sadarkan diri di IGD sana, mereka berdua bisa mengigau secara bersamaan menyebut nama seseorang yaitu tuan Jansen dan Petter anaknya, mereka bilang akan menuliskan surat untuk anaknya". Seru pak Sapri dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Apa Petter!". Seru Rania dengan membulatkan kedua mata nya.


"Iya Rania... Anto dan pak Dahlan menyebutkan nama itu, bahkan perawat juga bercertia kepadaku jika mereka berdua sejak pagi tadi selalu menyebutkan nama kedua orang itu, tapi aku juga tidak tau siapa yang dimaksud Anto dan pak Dahlan". Sahut pak Sapri dengan mengkerutkan kening nya.


Jangan-jangan yang disebut mereka adalah Petter teman hantuku, batin Rania didalam hati nya.


Nampak Rania menjadi sangat penasaran setelah mendengar cerita pak Sapri, Rania bertekad ingin menanyakan langsung pada Anto dan juga pak Dahlan ketika mereka sudah keluar dari IGD sore nanti, tapi simbah Parti sudah ingin mengajaknya dan Wati untuk pulang.


*


*


...Bersambung....