DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Diteror arwah Icha.


Rania melangkahkan kaki nya kembali ke kantin, dia menemui Aldo dan mengatakan jika dia tidak tau harus berkata apa pada Santi, nampak Wisnh bangkit dari duduknya, ditatapnya Rania dengan wajah serius, Wisnu bertanya pada Rania, apakah dia memang bisa melihat makhluk tak kasat mata.


"Jadi benar yang Santi katakan, jika arwah Icha gentayangan?." tanya Wisnu dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Sudahlah Wis, yang terpenting sekarang kita harus menyelesaikan satu masalah ini, sebelum penyelidikan polisi terungkap, jika Santi lah yang mendorong Icha dari atas gedung, meski dia tidak sengaja melakukan nya, dia tetap harus mengungkapkan kebeneran nya." tukas Rania dengam menundukan kepalanya.


"Bagaimana jika Wisnu saja yang membujuk Santi, mungkin dia akan mengatakan yang sebenarnya." ujar Aldo.


"Baiklah nanti malam aku akan ke rumah Santi, karena setelah ini aku harus masuk kelas, aku duluan ya Ran Do." jelas Wisnu seraya berjalan pergi.


Setelah itu Rania dan Aldo duduk di kantin, keduanya memesan minuman dingin, nampak di suatu lapak pedagang kantin itu, ada sesosok makhluk setengah tinggi yang berjalan merayap di tembok, dengan mata yang berjumlah tiga terletak diatas kening nya.


Astagfirullohaladzim makhluk apa itu, gumam Rania pada dirinya sendiri.


"Ada apa Ran?." tanya Aldo.


"Ehm tidak ada apa-apa Do, bagaimana kabarmu Do, sudah sebulan kita tidak pernah bertemu, kau masih banyak tugas dari dosen ya." jawab Rania tidak mengatakan apa yang dilihatnya.


"Iya Ran aku sering mengerjakan tugas di luar desa, dan ke kampus di hari-hari tertentu saja, sebenarnya apa yang terjadi diantara Santi dan Icha Ran." seru Aldo dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Terlihat Rania sedang membulatkan kedua matanya, menatap jijik makhluk bermata tiga yang merayap ditembok kantin, makhluk itu sedang berdiri disamping seorang mahasiswa yang sedang memesan soto dari salah satu lapak pedagang disana, makhluk itu membuka lebar mulutnya yang berbau busuk, dan air liur nya tumpah ke dalam mangkok soto yang ada dibawahnya, tapi mahasiswa yang memesan soto itu tidak menyadari apa yang akan disantapnya, dia memakan soto itu dengan lahap, dan mengatakan pada teman yang ada dihadapan nya, jika soto yang dia makan sangat lezat.


Menjijikan sekali ya Alloh, sepertinya ibu penjual soto itu, memakai penglaris dari makhluk menjijikan itu, batin Rania dengan menelan ludahnya kasar.


"Hei Rania kenapa kau melamun begitu." seru Aldo dengan menggenggam kedua tangan Rania.


"Eh tidak apa-apa Do, aku hanya memikirkan hal lain saja, tiba-tiba aku teringat simbahku yang sudah tiada, biasanya beliau lah yang selalu memberikanku semangat, ketika aku lelah berurusan dengan hal-hal gaib seperti sekarang ini." jelas Rania dengan wajah sendu.


"Kan masih ada bude Walimah dan Wati Ran, mereka selalu ada untukmu kan, dan aku pun juga akan selalu ada untukmu kapan pun kau membutuhkan bantuanku." ucap Aldo dengan senyum manisnya.


Perasaan apa ini, kenapa aku menjadi sangat tenang setelah Aldo berbicara seperti itu padaku, batin Ranja didalam hati nya.


"Mari kita temui Wati dan pulang bersama." ujar Aldo seraya menggandeng tangan Rania.


Sementara itu Santi yang sudah menyelesaikan kelasnya, berjalan ke parkiran kampus, gadis itu mengendarai sepeda motor nya, nampak dibelakang nya ada arwah Icha yang melesat mengikutinya, arwah Icha mengikuti Santi sampai ke rumah nya, nampal Santi merebahkan tubuh lelah nya di atas ranjang, gadis itu menghembuskan nafasnya panjang, seraya memeluk guling yang ada disebelahnya, dan disaat Santi membuka kedua matanya, guling itu berubah menjadi pocong Icha, yang sedang menatap tajam padanya.


"Aaa setaan... Tolong." pekik Santi seraya melempar guling itu ke pojokan kamarnya.


"Nduk ada apa to kok berteriak minta tolong." ujar ibu Santi dengan wajah cemas.


"Huhuhu ibu, ada setan di kamar ku bu." jelas Santi sesegukan dengan memeluk ibu nya.


"Mana mungkin ada setan to nduk, makanya kalau pulang ke rumah langsung mandi dan sholat, pasti tadi kau langsung tidur to, karena itu lah kau bermimpi yang tidak-tidak." seru ibu nya.


Nampak ibu nya mengajak Santi kembali ke kamar nya, terlihat kamar Santi berantakan dengan guling dan bantal yang tidak berada ditempatnya, ibu Santi merapikan kembalia kamar anak gadis nya, dan meminta anaknya untuk lekas mandi dan sholat.


"Sana nduk mandi dulu, lalu sholat sebelum waktu nya habis, ibu akan menyiapkan makan untukmu." tukas ibu nya seraya berjalan meninggalkan Santi yang masih berdiri mematung.


Apa iya aku ketiduran dan mimpi saja, kenapa rasanya seperti nyata, aku sudah lelah dihantui arwah Icha, lagipula jika dia mati kan bukan salahku, dia yang berdebat denganku dan kehilangan keseimbangan, aku sudah berusaha menggapai tangan nya, tapi dia sudah terjun ke bawah sebelum aku meraih tangan nya, kenapa Rania menyudutkanku juga, ini semua tidak adil untukku, seakan aku yang telah membunuh Icha, tapi jika polisi sampai mengetahui jika aku lah yang terakhir kali berbicara dengan Icha, aku juga yang akan menjadi tersangka, batin Santi kalut didalam hati nya.


"Aaarggh... Kepalaku rasanya akan pecah." pekik Santi dengan mengusap rambutnya kasar.


Setelah itu dia berjalan masuk ke kamar mandi, nampak Santi berdiri di bawah shower kamar mandi nya, Santi sedang mengusap rambutnya dengan sampo, dan disaat dia akan membilas kepalanya, air shower itu berubah menjadi warna merah, Santi yang belum menyadari itu merasa mencium aroma anyir darah, dia mendongakan kepalanya ke atas shower, dan melihat ada arwah Icha di atas plafon kamar mandi nya.


Mengakulah San jika kau yang telah mendorongku, ucap arwah Santi dengan air mata darah.


Santi sangat terkejut dan ingin berlari keluar dari kamar mandi, tapi dia terpeleset dan kepalanya terbentur lantai kamar mandi, akhirnya Santi jatuh pingsan dengan tengkuknya yang berdarah, sementara ibu nya yang berada di dapur berulang kali memanggil nama Santi, tapi anak gadisnya itu tidak menjawab panggilan ibu nya.


Kenapa Santi lama sekali di kamar mandi, apa dia tertidur lagi ya, batin ibu nya seraya melangkahkan kaki nya ke dalam kamar Santi.


Nampak di dalam kamar Santi kosong, dan terdengar suara gemericik air di kamar mandi, ibu Santi mengetuk pintu kamar mandi itu berulang kali, tapi anak gadisnya tidak menjawab panggilan ibu nya.


Tok tok tok...


"Nduk kau sedang apa kenapa diam saja ibu panggil dari tadi." seru ibu Santi dibalik pintu dengan mengetuk pintu kamar mandi berulang kali.


*


*


...Jangan lupa berikan Vote dan gift nya kak, akan ada sedikit hadiah buat yang selalu berada di list teratas 😉...


...Bersambung....