DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Karma buruk Dudung!!!


"Mas Dudung mau kemana mas hi hi hi hi...". Ucap kuntilanak itu yang terbang melesat dibelakang Dudung.


Terlihat Dudung semakin ketakutan dan berlari tak tentu arah, sementara itu arwah Ayu ikut mengejar Dudung dan ingin menerornya supaya dia semakin ketakutan dan mau mengakui kejahatan nya.


"Kau mau kemana pak, bukankah kau sangat menyukai perempuan cantik, lihatlah mbak Santi ingin kau bersamanya". Ucap Ayu dengan wajah pucat berdiri mengambang menatap nanar ke arah Dudung.


"Ampun Yu, jangan menerorku begini aku berjanji akan mengakui semua kesalahanku pada ibumu". Seru Dudung dengan suara gemetar.


Terlihat Ayu hanya menyeringai mendengar ucapan Dudung, dan kuntilanak itu melesat mendekati Dudung dan mencakar belakang punggungnya menggunakan kuku panjangnya.


"Ampun... Tolong lepaskan aku". Tukas Dudung yang berjalan merangkak di tengah jalan yang sepi.


Tapi Ayu dan kuntilanak Irah semakin mendekati Dudung dan membuatnya makin ketakutan, sementara Petter yang tiba-tiba melesat dari samping menampakan wujudnya yang berdarah-darah karena bekas tebasan samurai.


Tanpa menunggu lama Dudung bangkit dan berlari kencang tanpa melihat di belakangnya ada mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi.


Braaaks...


Tubuh Dudung terpental berguling-guling di aspal jalan, hingga dia memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan para hansip yang sedang berpatroli melihat ada kecelakaan di depan sana, keduanya bergegas berlari menghampiri Dudung yang tergeletak bersimbah darah di tengah jalam itu, lalu pengemudi mobil itu meminta para hansip itu untuk memasukan Dudung ke mobil supaya dia bisa langsung dibawa ke rumah sakit, terlihat salah satu hansip itu pergi bersama pengendara mobil untuk membawa Dudung ke rumah sakit sementara hansip yang satunya pergi ke rumah Yati untuk memberikan kabar kecelakaan Dudung.


Tok tok tok...


"Assalamualaikum". Seru hansip itu.


"Waalaikumsalam". Sahut seseorang di dalam sana.


Cekleek...


"Eh bapak hansip ada apa pak?". Tanya bude Lasmi dengan mengkerutkan keningnya.


"Bu saya mau menyampaikan kabar, jika pak Dudung mengalami kecalakaan dan saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit yang ada di kota, tadi kami tidak sengaja melihatnya tergeletak di tengah jalan yang sepi sana bu". Jelas hansip itu dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Astagfirullahaladzim, terima kasih pak sudah memberi kabar, kami akan segera ke rumah sakit sekarang juga". Seru bude Lasmi terkejut.


Setelah itu bude Lasmi memberi tau Yati jika suaminya kecelakaan, nampak Yati sangat cemas dan bergegas pergi ke rumah sakit yang ada di kota.


Terlihat arwah Ayu bermuram durja melihat ibunya masih perduli dengan kondisi Dudung, dia melesat meninggalkan rumahnya di ikuti Petter yang mendapat tugas dari Rania untuk membantu masalah Ayu.


"Sudahlah Yu, kau jangan bersedih seperti itu, ibumu hanya belum mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, sehingga dia masih mencemaskan suaminya yang jahat itu". Tukas Petter menghibur Ayu.


"Aku sudah melakukan segala yang kau sarankan, tapi ayah tiriku masih bebas berkeliaran di luar sana, sementara kekasihku yang tidak berdosa itu telah mendekam di dalam penjara huhuhu". Ucap Ayu terisak.


"Kebenaran akan segera terungkap Yu, kau bersabarlah tunggu saja polisi mengungkap segalanya". Ujar Petter melesat ke samping Ayu.


Kemudian Ayu bersama Petter mengikuti bude Lasmi dan Yati yang dalam perjalanan ke rumah sakit, dan sesampainya di rumah sakit itu mereka nampak hawatir menunggu Dudung yang masih di dalam ruang IGD.


"Pak hansip terima kasih sudah mau mengantar Dudung kesini, ini ada sedikit ongkos untuk bapak pulang ke rumah". Ucap bude Lasmi seraya memberikan beberapa lembar uang.


Lalu pak hansip itu berterima kasih dan berpamitan untuk pulang, tidak lama setelah itu dokter keluar dari ruang IGD dan memberi tau pada Yati jika kondisi suaminya sedang kritis dan membutuhkan banyak darah.


Nampak Yati dan bude Lasmi kebingungan karena salah satu di antara mereka tidak ada yang memiliki golongan darah seperti Dudung.


"Bagaimana ini mbakyu, jika mas Dudung tidak selamat misteri kematian anakku Ayu tidak bisa terungkap". Seru Yati berderai air mata.


"Kau lihat kan Ayu, ibumu sangat perduli padamu, dia menghawatirkan ayah tirimu karena takut jika misteri kematianmu tidak bisa terungkap". Ucap Petter berdiri mengambang disamping Ayu.


"Kau benar Petter, ternyata aku hanya salah paham pada ibuku". Ujar Ayu dengan menundukan kepalanya.


Tapi tiba-tiba Petter berteriak memanggil Ayu mengajaknya ke suatu tempat, karena Petter sempat melihat sesosok laki-laki yang tidak asing dimatanya.


Wuuussh...


Keduanya melesat mengikuti seseorang yang sedang berjongkok dengan meratapi nasibnya, ternyata laki-laki itu adalah Dudung yang jiwanya telah keluar dari dalam raganya karena kondisinya yang kritis.


"Selamat datang di dunia gelap laki-laki kejam, kau harus mengakui semua kejahatanmu jika tidak kau akan bersamaku di alam kegelapan ini". Tukas Ayu dengan membulatkan kedua matanya.


"Tidak... Aku tidak ingin mati, tolong biarkan aku hidup Yu". Pekik Dudung memohon dan bersimpuh dihadapan Ayu.


Lalu Petter mengatakan sesuatu pada Dudung, jika Dudung sampai terjebak di alam lain maka selamanya dia tidak bisa kembali ke dalam tubuhnya, hanya dengan bantuan makhluk gaib lain nya Dudung bisa memasuki raganya kembali.


"Baiklah Yu, aku akan mengakui semua perbuatanku, tapi tolong bantu aku kembali masuk ke dalam ragaku itu, aku bersumpah akan mengakui segalanya pada ibumu, dan kekasihmu itu akan terbebas dari jerat hukum". Tukas jiwa Dudung yang ketakutan.


Nampak Ayu menyeringai menatap Dudung yang ketakutan dihadapan nya, dan dia pun menghempaskan jiwa tanpa raga Dudung ke berbagai arah karena emosinya yang terpendam.


"Sudah Yu hentikan perbuatanmu, jika jiwanya sampai terluka dia tidak akan bisa kembali ke dalam raganya, dan perbuatan jahatnya tidak akan pernah terungkap selamanya". Ucap Petter menghentikan amarah Ayu.


Kemudian Ayu menundukan kepanya dengan wajah sendu dan meminta Petter untuk mengembalikan jiwa Dudung ke dalam raganya, supaya dia lekas mengakui perbuatan nya.


"Ingatlah jika setelah kau kembali ke dalam ragamu, dan kau tidak mengakui segala perbuatanmu pada ibu Ayu, maka bukan hanya Ayu saja yang akan menghantuimu tapi banyak hantu lain nya yang akan mengikutimu kemanapun, seperti kuntilanak tadi yang telah mempermainkan dirimu". Tegas Petter dengan membulatkan kedua matanya.


"Baiklah aku berjanji akan mengakui semua perbuatan jahatku, dan aku akan menyerahkan diri pada polisi secepatnya, tapi tolong jangan hantui aku lagi Yu". Ucap Dudung memohon pada Ayu.


"Baiklah aku tidak akan menghantuimu jika kau mengakui semua kejahatanmu, tapi aku tidak akan pernah memaafkanmu, biar saja dosamu itu akan kau bawa sampai di liang kuburmu". Pekik Ayu dengan membulatkan kedua matanya.


Setelah itu Petter membawa jiwa Dudung kembali ke dalam ruangan IGD, dan dengan sedikit kekuatan yang dimilikinya Petter mendorong masuk jiwa Dudung kembali ke dalam raganya, hanya dengan satu dorongan saja jiwa Dudung sudah bersemayam kembali pada raganya.


Kemudian beberapa perawat datang dan memberikan suntikan pada tubuh Dudung yang tiba-tiba bergetar hebat, ternyata itu adalah reaksi tubuh Dudung karena jiwanya telah kembali ke dalam raganya.


Lalu dokter pun datang membawa satu kantong darah yang baru saja tiba dari PMI, karena kondisi Dudung sangat kritis dan membutuhkan banyak darah, dan salah satu perawat itu meminta Yati untuk mencarikan satu kantong darah lagi, karena stok darah dari PMI hanya ada satu kantong yang cocok dengan golongan darah Dudung.


*


*


...Bersambung....