
Sosok hitam yang melesat membawa Sukma adalah, pengawal pribadi romo nya, penguasa gaib itu tau jika anaknya Sukma melati sedang mencari keberadaan jiwa manusia yang dicintai nya, Sukma melati dibawa kehadapan romo nya, nampak perempuan gaib itu menangis tersedu-sedu meratapi kematian manusia yang dicintai nya, Sukma melati sama sekali tidak tau jika romo nya yang telah memisahkan jiwa dan raga Ari, supaya mereka tidak dapat menjalin hubungan kembali.
"Romo kenapa kau memerintahkan nya membawaku kesini huhuhu." pekik Sukma melati berderai air mata.
"Sadarlah Sukma kau tidak pantas menangisi manusia rendahan macam dia, lihatlah bayimu yang masih kecil, dia lebih membutuhkan kasih sayang ibu nya, tapi kau dengan kebodohanmu berusaha merusak kebahagiaan keluargamu sendiri." seru penguasa gaib itu dengan membulatkan kedua mata nya.
"Kebahagiaan mana yang romo maksud itu, aku menerima pinangan pangeran Asopati karena perintah romo, demi keuntungan politik di alam gaib ini, tapi aku tidak pernah bahagia bersama nya romo, aku terpaksa menjalani hubungan itu, karena Kinanti sudah hadir dalam hidupku." jelas Sukma dengan wajah sendu.
Lalu penguasa gaib itu melesat menghampiri Sukma, nampak dia memeluk putri nya itu dan mengatakan padanya, jika itu adalah jalan yang harus dijalani nya, Kinanti tidak bersalah dia berhak bahagia bersama kedua orang tua nya.
"Lupakan manusia itu Sukma, dia sudah tiada saat ini." ucap penguasa gaib itu menenangkan putri nya.
Dan tanpa mereka tau pangeran Asopati mendengar semua pembicaraan mereka, pangeran itu melesat pergi dengan hati yang pilu, dia tidak pernah menyangka jika perempuan yang dicintainya, selama ini telah menghianati nya.
Aku terlalu bodoh percaya dengan semua ucapan Sukma, tapi semua sudah terjadi aku tidak mungkin meninggalkan nya begitu saja, batin pangeran Asopati didalam hati nya.
*
*
Sementara di alam manusia, nampak Rania bersama Petter tengah pergi mencari Lala, mereka menghampiri Lala yang masih berlinang air mata, duduk di atas batu tepi sungai.
"Lala apa yang kau lakukan disini, mari kita kembali ke rumas mas Anto untuk membantu semua orang disana." ucap Rania seraya merangkul Lala yang hanya terdiam.
"Tidak ada apa-apa Rania, aku hanya mencari udara sejuk saja, apakah jenazahnya sudah dikuburkan?." tanya Lala seraya mengusap air mata nya.
"Sudah baru saja, mari kita kembali kesana." jawab Rania yang tidak ingin bertanya lebih dalam lagi.
Lalu kedua gadis itu melangkahkang kaki nya, diikuti Petter yang melesat dibelakang nya, ternyata ada sosok makhluk gaib lain nya, yang sedang mengawasi mereka, Petter pun merasakan kehadiran makhluk gaib itu, dia nampak memberitau Rania tentang kehadiran sosok lain disana.
Jangan-jangan itu adalah makhluk yang sama, yang telah membawa Lala ke kebun tadi, sebenarnya apa yang terjadi disana, karena setelah itu Lala menjadi murung dan lebih banyak diam, batin Rania dengan mengkerutkan kening nya.
Tapi tiba-tiba Lala menghentikan langkah kaki nya, firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang sedang menantikan nya.
Perasaan apa lagi ini, apakah anakku Senopati sedang mencariku, kenapa tiba-tiba hatiku merasa terpanggil, tapi siapa yang memanggilku, batin Lala dengan mengkerutkan kening nya.
Plaak...
Rania menepuk pundak Lala, dan menyadarkan nya dari lamunan nya, ditatapnya wajah Lala dengan serius, lalu Rania mengatakan pada Lala, jika ada makhluk gaib yang sedang mengikuti mereka.
"Sebenarnya tadi salah satu istri suami gaibku datang menemuiku, dia mengancamku akan menyakiti semua manusia yang ada disekitarku, jika aku tidak menuruti perintahnya untuk melupakan suami gaibku itu, dia meminta ku untuk mengatakan jika aku membenci nya." ucap Lala dengan wajah sendu.
"Jadi salah satu istrinya datang untuk mengancammu La, apakah kau sanggup mengatakan jika kau benci padanya?." tanya Rania memandang wajah sendu Lala.
"Huhuhu entahlah Rania, meskipun aku tau jika dunia kami berbeda, tapi dia adalah suami dan ayah yang baik, aku tidak bisa memungkiri semuanya, tapi aku juga tidak sanggup mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti nya." jelas Lala dengan berderai air mata.
Setelah mendengar penjelasan Lala, Rania merasa iba dengan penderitaan batin teman nya itu, Rania memeluk Lala seraya memberikan kekuatan pada gadis itu.
"Sudah ya La jangan menangis lagi, meski aku tidak menyukai hubunganmu dengan suami gaibmu, tapi aku juga tidak tega melihat kau terluka seperti ini, katakanlah padaku La apa yang bisa ku bantu." tukas Rania seraya mengusap air mata Lala.
"Terima kasih Rania, kau tidak perlu membantuku, aku harus bisa melewati semuanya, cukup kau mendengarkan keluh kesahku, aku sudah sedikit lega." cetus Lala memeluk erat Rania.
Terlihat Petter yang sedang berdiri mengambang dibelakang kedua gadis itu terperanjat, setelah dia melihat sesosok makhluk gaib bertubuh tinggi besar, melesat pergi setelah mendengar pembicaraan Lala dan juga Rania.
Rania aku takut ada makhluk menyeramkan, yang diam-diam mendengarkan percakapan kalian, dia baru saja melesat pergi dengan wajah yang menyeramkan, terdengar Petter berbicara dengan Rania melalui batin nya.
Setelah mendengar ucapan Petter kedua mata Rania membulat sempurna, gadis itu memandang ke segala arah, mencari tau makhluk apa yang dibicarakan Petter, tapi tidak ada makhluk gaib disana kecuali Petter.
"Ada apa Rania kenapa kau nampak cemas?." tanya Lala dengan mengkerutkan kening nya.
"Tadi Petter mengatakan padaku jika ada makhluk menyeramkan, yang sedang mendengarkan percakapan kita, tapi dia sudah pergi entah kemana." jawab Rania dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Untuk sesaat aku juga merasakan kehadiran nya, apakah mungkin kangmas Elang datang mencariku, batin Lala didalam hati nya.
Ternyata makhluk gaib yang mendengarkan percakapan Lala dengan Rania adalah Elang, dia datang ke desa itu karena merindukan Lala, tapi sesampainya disana, Lala sedang bersama Rania, sehingga Elang tidak menampakan wujudnya, dan memilih bersembunyi untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan betapa terkejutnya Elang setelah mendengar ucapan Lala, jika tadi Sekar datang kesana untuk mengancam Lala, nampak Elang tidak terima dengan apa yang dilakukan Sekar, dia melesat pergi untuk menemui Sekar di istana romo nya, Elang ingin memperingatkan Sekar supaya dia tidak mengganggu kehidupan Lala di alam manusia.
Sesampainya di istana itu Elang melesat ke segala arah, mencari dimana keberadaan Sekar, dan setelah berhasil menemukan Sekar yang sedang merawat romo nya yang terbaring lemah, hati Elang tidak tega untuk membentak Sekar di depan romo nya, lalu Elang meminta ijin untuk berbicara empat mata dengan istri tertua nya itu, diraihnya tangan Sekar dan kedua nya melesat menjauhi kamar raja yang sedang terbaring sakit itu, nampak Elang membulatkan kedua matanya penuh amarah, Sekar yang tidak tau jika Elang mengetahui perbuatan nya, hanya terdiam dengan pikiran nya yang menerka-nerka.
*
*
...Yuk baca novel horor author yang terbaru, Dendam Perempuan Berjubah Merah, masih baru silahkan tekan tombol favorit nya jika berkenan 😉...
...Bersambung....