DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Kembali ke kampung gaib.


Setelah dua hari mbah Karto berpuasa, dia mendapatkan petunjuk untuk melindungi jiwa Rania, mbah Karto mengikatkan rajah pada tangan Rania supaya dia selamat dan dapat kembali lagi ke dunia manusia.


Mbah Karto meminta Rania tertidur ditempat tidurnya setelah itu mbah karto membaca sebuah mantra dan Rania terbangun dari tidurnya.


Rania bangun meninggalkan raga nya ditempat tidur sedangkan jiwa nya sudah terlepas dan bersiap pergi bersama Petter menuju kampung gaib.


Kemudian Rania terbang bersama Petter kesebuah tempat.


W**uuuusshhh**...


Seketika Rania dan Petter sudah ada didepan pohon besar didepan pemakaman alam gaib.


Petter dan Rania berlari memasuki area pemakaman itu dan segera berziarah ke sebuah makam yang dulu pernah mereka kembalikan nisan nya.


"Rania kau harus tetap disini berdoa dan mintalah bantuan pada sesepuh disini, aku harus mencari mama ku", ucap Petter seraya meninggalkan Rania di dalam pendopo pemakaman itu.


"Tunggu bawalah ini pantulkan kaca ini dibawah sinar rembulan setelah kau mendapatkan apa yang kau mau kemudian kau akan langsung kembali ketempat ini dengan selamat", ucap bapak kuncen kuburan itu dia memberi Petter sebuah kaca dengan hiasan ornamen arab berwarna coklat keemasan.


"Terima kasih pak", ucap Petter dengan berjalan perlahan pergi meninggalkan Rania.


Kemudian Petter berjalan perlahan menyusuri kampung gaib itu, tapi semua tampak aneh kehadiran Petter seperti tidak diperdulikan para penduduk kampung gaib itu meski mereka menyadari kehadiran Petter bersama mereka.


Ternyata benar kata mbah Karto dimalam purnama kamis wage kekuatan warga kampung gaib sedikit berkurang, meskipun begitu waktu Petter tidaklah lama karena begitu bulan purnama itu meredup kehadiran Petter akan segera diketahui dan itu akan membahayakan nya.


S**reek sreek sreekk**...


Suara langkah Petter bergesekan dengan daun daun kering disana, Petter mencari mama nya ditempat Rania dulu pernah ditahan.


Seperti dugaan Petter, Evana berada disana tapi dia nampak seperti kehilangan kesadaran nya.


Evana hanya diam saja ketika Petter berusaha memanggilnya, kemudian Petter melepaskan tali yang mengikat tubuh mama nya itu.


Petter berusaha berbicara pada mama nya itu, tapi dia hanya diam dengan tatapan mata kosong.


Dia berusaha menangkap Petter dan Evana, Petter berusaha lari tapi Evana tertangkap warga kampung gaib lain nya.


Petter yang tidak ingin meninggalkan mama nya berusaha menarik tangan Evana tapi justru Petter yang menjadi korban.


Petter tertangkap oleh kepala desa kampung gaib, dia dibawa ke pendopo desa dan ditahan disana.


Petter diminta membawa jiwa Rania ke kampung gaib dengan imbalan dia bersama mama nya dapat selamat dan pergi dari kampung gaib.


Evana yang mulai mendapatkan kesadaran nya meminta Petter untuk menolak permintaan kepala desa gaib itu, tapi ketika Evana berusaha meyakinkan Petter dia justru disiksa oleh kepala desa gaib itu.


Petter yang tidak tega melihat jiwa mama nya tersiksa akhirnya menyetujui permintaan kepala desa gaib itu.


Mbah Karto yang mengetahui kejadian di kampung gaib, berusaha meminta Petter untuk tidak menuruti perintah kepala desa gaib itu.


Lalu Evana tersadar setelah disiksa kepala desa gaib itu dan berbicara pada Petter jika dia baik baik saja.


"Petter, het komt goed hier, volg zijn bevelen niet op (Petter kita akan baik baik saja disini, jangan ikuti perintah nya)".


"Maar mama, wat als ze ons pijn doen (tapi mama bagaimana jika mereka menyakiti kita)".


Tiba tiba saat Petter dan Evana sedang berbicara ada angin kencang yang menghantam tubuh hampa Evana.


W**huuuut**...


*B**raaaakkk*...


Tubuh hampa Evana terhempas ke udara dan jatuh tepat di hadapan Petter.


...Bersambung. ...


Author nya ngantuk nih kak disambung besok lagi ya see you para readers tercintah jangan lupa bantu like dan vote nya ya biar semangat nulis aku nya 💕