DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Masa lalu datang kembali.


"Assalamuallaikum". Seru bu Siti tetangga sebelah rumah.


"Waalaikumsallam, ada apa bu?". Sahut Wati dengan berjalan setengah pincang.


Kemudian Wati mempersilahkan bu Siti masuk ke dalam rumah nya, tidak lama kemudian bude Walimah datang menemui bu Siti menanyakan maksud kedatangan nya.


"Ada apa bu kok kaya nya ada yang penting?". Tanya bude Walimah dengan mengkerutkan kening nya.


"Anu itu bu... Tadi aku seperti melihat seorang perempuan cantik di dalam rumah Anto, padahal kan Anto sedang pergi mengantar mbah Karto ke Rumah sakit". Jawab bu Siti dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Jadi siapa perempuan itu bu". Ucap bude Walimah kebingungan.


"Entahlah bu siapa, aku hanya takut jika itu Rara yang datang". Tukas bude Walimah seraya melipat kedua tangan didepan dada nya.


"Tidak mungkin lah bu, jiwa si Rara itu sudah tenang di alam keabadian, dan jika memang ada perempuan cantik yang kau maksud pasti itu istri gaib nya Ari bu, ngomong-ngomong kau melihatnya darimana". Ujar bude Walimah penasaran.


"Tadi aku sedang menjemur pakaian disamping rumah, dan aku melihatnya lewat jendela yang ada di depan kamar Ari". Terang bu Siti dengan wajah ketakutan.


"Wah sudah pasti itu istri gaib nya Ari, lebih baik kau ceritakan ini pada pak Jarwo". Tandas bude Walimah cemas.


Dan ternyata Rania yang sedang berjalan ke arah kamar nya mendengar percakapan kedua ibu-ibu itu.


"Petter apakah kau bisa melihat siapa yang ada di rumah mas Anto saat ini, aku takut jika istri gaib mas Ari datang lagi dan dia tidak dapat menemukan suami nya, nanti dia bisa memcelakai warga desa lagi". Cetus Rania memandangi tubuh hampa teman hantu nya.


"Baiklah Rania, aku akan segera kesana". Sahut Petter seraya melesat menembus tembok rumah simbah Parti.


Sesampainya disana Petter melihat ada sesosok siluman ular tengah meratapi seseorang tapi tiba-tiba datang lah seorang laki-laki tampan dengan memakai baju adat jawa tengah berbicara dengan siluman ular itu.


"Kembalikan suamiku padaku". Pekik siluman ular itu dengan mendesis.


"Apa kau tidak merindukanku Sukma, kau lebih memilih manusia rendahan itu untuk menyenangkan dirimu". Tukas Pangeran Asopati menyeringai memandang wajah cantik Sukma melati.


"Apa yang kau inginkan dariku?". Tanya Sukma melati dengan membulatkan kedua mata nya.


"Ikutlah bersamaku, berikan aku seorang keturunan untuk meneruskan tahta ku". Jawab Pangeran Asopati seraya berjalan mendekati Sukma melati.


"Apa maksudmu Pangeran, kau tau Romo ku tidak pernah setuju dengan hubungan kita di masa lalu, jadi biarkan aku bahagia dengan suamiku yang sekarang". Tegas Sukma melati memalingkan wajah cantik nya.


"Jika kau tidak mau memberikan ku keturunan, aku tidak akan mengembalikan suami mu itu". Tandas Pangeran Asopati mendongakan wajah cantik Sukma mendekat ke wajahnya sehingga keduanya saling memandang.


Setelah perbincangan itu Pangeran Asopati membawa Sukma melati ke suatu tempat, kedua nya menghilang dengan sekejap mata.


Loh kemana mereka kok langsung menghilang begitu saja, batin Petter didalam hati nya seraya melesat kembali ke rumah simbah Parti.


Wuuushh...


Sesampainya di rumah simbah Parti, nampak Petter menceritakan semua yang dia lihat dan dengar tentang kedua makhluk gaib itu.


"Sepertinya mereka saling mengenal tapi juga berjarak Ran, aku tidak mengerti". Jelas Petter menceritakan semua.


"Mereka seperti bermusuhan tapi tidak, entahlah Ran aku tidak begitu mengerti urusan seperti itu". Jawab Petter menundukan kepala nya.


Sedangkan di alam gaib sana pak Jarwo yang telah datang membantu Ki Seno kebingungan karena ternyata Ki Seno dan juga Tuan Jansen sudah tidak ada disana bahkan pintu gerbang dimensi gaib itu kosong tanpa penjagaan.


Dimana Ki Seno dan Tuan Jansen, kenapa mereka tidak ada dimanapun, gumam pak Jarwo pada dirinya sendiri.


Setelah itu pak Jarwo berusaha mencari keberadaan Edi salah seorang warga yang dijadikan budak persugihan disana, tapi ternyata ketika pak Jarwo menemukam keberadaan Edi yang tengah jadi budak persugihan bukanlah karena dendam Sukma melati melainkan akibat perbuatan orang tua nya semasa hidup nya.


...🍃 Flashback on 🍃...


...Dulu semasa hidupnya keluarga pak Broto yaitu ayah dari Edi ternyata bersekutu dengan makhluk gaib untuk mendapatkan kekayaan, dan setelah pak Broto meninggal seharusnya Edi lah yang meneruskan pemujaan terhadap penguasa hutan angker itu tapi Edi yang tidak mengetahui jika ayahnya dulu adalah seorang pemuja kekayaan dari makhluk gaib tidak pernah meneruskan ritual untuk memberi sesajen dan persembahan pada penguasa gaib itu, sehingga Edi terpaksa harus mengabdikan seluruh sisa hidup nya untuk menjadi budak persugihan para pemuja kekayaan di hutan angker itu karena itu sudah perjanjian turun temurun sampai keturunan yang terakhir tidak memiliki penerus dan perjanjian gaib itu selesai sampai keturunan terakhir itu....


...🍃 Flashback off 🍃...


Dan setelah mengetahui penglihatan di masa lalu orang tua Edi, pak Jarwo tidak dapat berbuat banyak selain merelakan Edi untuk tetap berada disana karena itu sudah menjadi perjanjian orang tua nya dulu.


Kemudian disaat pak Jarwo akan membalikan tubuh hampa nya, nampak Tuan Jansen melesat cepat menghampirinya dan mengajaknya untuk segera pergi dari dimensi gaib itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?". Tanya pak Jarwo pada Tuan Jansen yang nampak kelelahan.


"Ki Seno sedang melawan penguasa gaib itu, dan kami berusaha menjauhkan semua penunggu disini dari gerbang gaib itu, dan Ki Seno memerintahkanku untuk keluar dari sini terlebih dulu, tapi ketika aku akan melintasi dimensi gaib itu aku melihatmu sedang berjalan kesini, sehingga aku mengikutimu". Jawab Tuan Jansen cemas.


Sementara Pangeran Asopati yang tengah bersama Sukma melati di kaki bukit gunung wingit berusaha menjelaskan kembali tentang maksud dan tujuan nya, terlihat Pangeran Asopati memandangi wajah cantik Sukma melati sehingga nafas mereka pun saling bersentuhan.


"Apa yang kau lakukan menjauhlah dariku Pangeran, aku mengikutimu kesini hanya untuk membawa suamiku kembali". Seru Sukma melati memalingkan wajah cantik nya.


"Aku ingin memilikimu sekali ini saja Sukma, setelah kau memberikanku keturunan sebagai penerusku maka aku membebaskan jiwa manusia sesat yang kau sebut sebagai suami mu". Tegas Pangeran Asopati memegangi kedua tangan Sukma melati.


"Apa yang kau inginkan mustahil untuk terjadi Pangeran, Romo ku tidak pernah menyetujui jika aku bersamamu dan sekarang kau meminta keturunan dariku". Pekik Sukma melati menghempaskan tangan Pangeran Asopati yang sedari tadi menggenggam tangan nya erat.


Aku hanya ingin jika suatu saat nanti kita bisa bersama dengan ada nya keturunan darimu, perlahan tapi pasti aku akan merubahmu menjadi makhluk yang takut akan Allah, batin Pangeran Asopati didalam hati nya.


"Apa yang kau katakan didalam hatimu Pangeran, meski aku tidak mengetahuinya tapi aku dapat melihat dari raut wajahmu jika kau memiliki tujuan tertentu dari keinginanmu itu". Seru Sukma melati menyipitkan kedua mata nya.


Dan tanpa menjawab pertanyaan Sukma melati Pangeran Asopati memegang pinggang Sukma melati dan menaikan dagu nya ke atas sehingga kedua mata mereka saling bertatapan, setelah itu Pangeran Asopati mengecup bibir mungil Sukma melati mereka berdua saling memagut melepaskan rindu di masa lalu.


Sebelah tangan Pangeran Asopati mulai menjelajahi tubuh Sukma melati yang sudah menempel di tubuh nya, lalu Pangeran Asopati memainkan saliva nya di leher jenjang Sukma yang membuat perempuan siluman itu melenguh dan menggigit bibir bawah nya menahan sesuatu yang menyeruak dari dalam tubuh nya.


...Eiits udahan dulu ya skip dulu kelanjutan nya hehehe Author kabur dulu aah 👣👣👣...


...😂😂😂😂😂...


...*...


...*...


...Bersambung....