DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Tipu muslihat Pardi!!!


Malam itu Luna nampak gelisah seorang diri di rumah nya, Luna ingin sekali menemui kekasih nya yang masih dirawat di rumah sakit, tapi kondisi nya saat itu sedang tidak memungkinkan untuk pergi.


Jika aku nekat pergi menemui mas Brian, pasti ibu akan marah padaku, batin Luna didalam hati nya dengan menghembuskan nafas nya panjang.


Setelah itu Luna berjalan gontai masuk ke dalam kamar nya, nampak Luna merebahkan tubuh nya dengan berbagai pikiran yang ada di kepala nya, nampak arwah Pardi sengaja membuat Luna mengantuk dan memejamkan kedua matanya, Luna yang menyadari kantuk sudah menguasai dirinya, berusaha bangkit dari tidur nya, tapi rasa kantuk yang luar biasa tidak bisa membuatnya membuka kedua matanya, akhirnya Luna memejamkan kedua matanya tanpa membaca doa sebelum tidur.


Lalu arwah Pardi bergegas memasuki alam bawah sadar Luna, nampak dia berbicara dengan Luna dan meyakinkan nya untuk menutup bisnis cafe yang selama ini dijalani nya.


"Luna ikutilah perkataanku tutup saja bisnismu itu, apa kau tidak ingin membahagiakan ibu mu." tukas lelaki tampan yang ada dihadapan Luna.


"Apa kau yakin jika aku mengikuti perkataanmu, usaha ku di tempat yang baru akan lebih sukses?." tanya Luna menatap tajam pada lelaki yang baru saja dia tau nama nya.


"Tentu saja kau harus yakin padaku Luna, aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi." jawab Candra seraya memeluk erat tubuh molek Luna.


"Kenapa kau selalu hadir di malam hari Candra, mungkin jika kau selalu ada untukku, aku bisa melupakan kekasihku yang saat ini ada di rumah sakit." tukas Luna yang pikiran nya sudah dipengaruhi mantra-mantra cinta Pardi.


"Aku selalu ada didekatmu Luna, tapi kau hanya bisa melihatku di malam hari, dan kau memang harus melupakan lelaki itu, dia tidak berguna didalam hidupmu, hanya aku seorang yang perduli dengan masa depanmu kelak, karena itu lah aku akan membantumu membangun bisnis di tempat yang baru." tukas Candra lelaki tampan yang selalu hadir didalam mimpi Luna.


Sementara di luar rumah itu, nampak Wulan baru saja pulang dari cafe, dia melangkahkan kaki nya gontai, masuk ke dalam rumah yang nampak sepi tidak seperti biasa nya, jika Luna seorang diri di rumah maka rumah itu akan ramai dengan suara musik yang Luna putar melalui ponsel nya, tapi malam itu suasana di rumah nya sangat sunyi.


Cekleek...


Wulan membuka pintu kamar Luna, nampak anak gadis nya tengah terlelap di atas tempat tidur nya, Wulan yang menyadari jika Luna masih kurang sehat, tidak tega untuk membangunkan nya dari tidur.


Lebih baik aku membiarkan Luna untuk beristirahat selama yang dia mau, kasihan anakku itu pasti dia sangat terbebani selama ini, sampai dia menyembunyikan semua dariku, batin Wulan didalam hati nya dengan wajah sendu.


Wulan tidak akan pernah menyangka jika anaknya sedang menghabiskan waktu bersama arwah Pardi, yang menjelma menjadi lelaki tampan didalam mimpi Luna.


Keesokan pagi nya Luna terbangun dari tidur nya, dengan keadaan yang jauh lebih baik, kesehatan nya sudah kembali seperti semula, terdengar Luna sedang berbicara pada ibu nya jika dia tidak ingin melanjutkan bisnis cafe nya.


"Mungkin Luna akan menutup cafe itu, dan membuat rencana untuk pindah di tempat yang baru, didalam mimpi Luna ada seseorang yang mengatakan jika Luna membuat bisnis di tempat yang baru, usaha Luna akan lebih sukses bu." jelas Luna dengan wajah yang berbinar-binar.


"Mimpi itu kan hanya bunga tidur to nduk, lagipula untuk apa kau pindah ke tempat yang baru, bukankah kontrakmu di tempat itu masih ada dua tahun lagi." tukas Wulan dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Biarkan saja bu, Luna sudah tidak ingin menempati nya, tempat itu sudah tidak membawa keberuntungan, hari ini juga Luna akan menutup cafe itu." seru Luna yang sibuk memainkan gawai nya.


Lalu Wulan mengkerutkan kening nya, menatap dengan penuh tanya, kebiasaan anak nya yang tiba-tiba berubah.


Biasa nya pagi begini, Luna membantuku membereskan pekerjaan di dapur, tapi hari ini dia sibuk memainkan ponsel nya, batin Wulan dengan memijat pangkal hidung nya.


"Nduk tadi kau tidak shalat yo." seru Wulan seraya membalikan tubunya, memandang wajah Luna yang terlihat acuh.


"Luna males bu, lagian kan Luna baru sembuh, jika harus bangun pagi dan shalat, takut nya kedinginan waktu mengambil air wudhu." sahut Luna dengan mengerucutkan bibir nya.


Kemudian Luna berbicara dengan nada tinggi, jika dia tidak ingin membawakan sesuatu untuk Brian, karena dia akan langsung ke cafe untuk menutup bisnis nya saat itu juga.


Kenapa Luna berubah jadi sangat kasar seperti itu, apa ini hanya karena dia stres saja, batin Wulan dengan menghembuskan nafas nya panjang.


Nampak Luna berganti pakaian di kamar nya, sementara di sudut ruangan itu ada arwah Pardi yang berdiri mengambang, menikmati pemandangan indah yang ada didepan mata nya, tubuh molek dan mulus seorang gadis yang sangat dicintai nya, membuat jiwa laki-laki nya bangkit, tapi arwah Pardi tidak dapat berbuat apa-apa di alam nyata, Pardi hanya bisa menelan ludah nya kasar dengan hayalan yang ada didalam kepalanya.


Aku tidak sabar ingin merasuki tubuh seseorang, dan merasakan sesuatu yang selama ini ku inginkan, gumam Pardi pada dirinya sendiri, dengan memandang tubuh molek Luna yang tanpa sehelai benang itu.


Sementara di cafe Luna yang masih sepi itu, datanglah Rania bersama Wati yang ingin mengadakan rapat bersama teman-teman kuliah nya yang baru, tapi cafe itu masih sepi dan baru ada dua pegawai yang membersihkan ruangan di dalam nya.


"Permisi kak, cafe ini buka jam berapa ya?." tanya Rania pada Desi yang sedang menyapu di dalam cafe itu.


"Wah saya kurang tau dek, tunggu owner nya datang dulu ya." jawab Desu dengan senyum ramah nya.


"Eh Rania kenapa tempat ini semakin sepi ya, jangan-jangan arwah yang kau lihat waktu itu, benar-benar membuat bangkrut usaha kakak Luna." tukas Wati dengan menepuk punda Rania.


Aku tidak bisa melihat apa pun disini, karena arwah Pardi tidak berada disini, batin Rania dengan memandang ke segala arah.


Setelah itu Rania berbincang dengan Desi, yang sudah selesai membersihkan lantai cafe itu, Rania menanyakan pada Desi apakah di cafe itu ada kejadian yang janggal beberapa hari lalu, kemudian Desi mengatakan semua nya pada Rania, nampak Rania hanya mengkerutkan kening nya seraya menganggukan kepala nya, dalam hati kecil Luna sangat tau, jika semua kejadian janggal yang terjadi di cafe Luna, adalah karena ulah arwah Pardi.


Lebih baik aku segera membantu kak Luna, sebelum cafe ini benar-benar bangkrut, batin Rania didalam hati nya.


Dan tidak lama setelah itu, Luna datang dengan mengemudikan mobil nya, nampak arwah Pardi melesat mengikuti Luna yang melangkahkan kaki nya masuk ke dalam cafe, terlihat ada Rania yang sedang memicingkan kedua matanya, menatap tajam pada arwah Pardi yang sedang berdiri mengambang disamping Luna.


Terdengar Luna meminta maaf pada Rania dan Wati, karena mulai hari itu Luna akan menutup cafe nya.


"Maaf ya adek-adek cafe kakak tutup mulai hari ini dan seterus nya, terima kasih sudah menjadi pelanggan di cafe ini." tukas Luna dengan tersenyum simpul.


Nampak beberapa pegawai Luna yang baru saja tiba, tercengang di depan pintu dan tidak dapat berkata apa-apa, sedangkan Rania yang mengkerutkan kening nya nampak menerka-nerka keputusan Luna yang tiba-tiba itu.


Sepertinya arwah Pardi sudah mempengaruhi kak Luna, pasti kak Luna jarang beribadah sehingga dia terpengaruh ucapan arwah Pardi, batin Rania dengan menghembuskan nafas nya panjang.


*


*


...Yuk kak panjangkan list vote dan hadiah nya, supaya Author semakin semangat nulis nya 🙏...


...Bersambung....