DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Teringat pada masa lalu.


Sepertinya Mekar sangat mengetahui watak Sekar, tidak heran jika Mekar mengira kalau aku bisa dipengaruhi Sekar, batin Sukma didalam hati nya.


"Tidak ada apa-apa Mekar, dia hanya menasehatiku bagaimana cara nya mengurus Kinanti dengan benar." tukas Sukma yang sedang duduk seraya memberikan asi pada Kinanti.


Apakah benar yang dikatakan tuan puteri Sukma, lebih baik aku tidak ikut campur dengan urusan kedua nya, batin Mekar dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Sementara Ari yang berada di goa malih Sukmo, nampak kehabisan kesabaran, dia melangkahkan kaki nya menuju pintu gerbang alam gaib, tekad didalam hati Ari sudah bulat, lelaki itu sama sekali tidak memperdulikan nasibnya kelak, dia berjalan sampai dibawah pohon besar, yang dulu selalu menjadi tempat nya untuk memasuki alam gaib.


Dengan pengetahuan gaib yang seadanya, Ari membaca mantra-mantra supaya dia bisa masuk ke dimensi gaib itu, tapi para pengawal disana masih berjaga tepat di depan pagar gaib alam itu, mereka menyadari ada kehadiran manusia, yang berusaha masuk ke alam mereka, lalu salah satu pengawal itu menghadap ke penguasa istana itu, pengawal itu mengatakan jika ada manusia yang menyusup masuk ke alam mereka, dan mereka menunggu perintah dari penguasa nya, nampak penguasa gaib itu hanya membulatkan kedua mata nya, dia nampak murka setelah mendengar ucapan pengawal nya, lalu raja itu bangkit dari singgasana nya, melesat melewati beberapa tamu undangan nya, nampak Elang mengkerutkan kening nya, melihat kepergian raja itu dengan wajah yang murka.


Apa yang sebenarnya terjadi, aku merasakan ada hal besar yang akan terjadi disini, batin Elang didalam hati nya.


Dan tidak jauh dari Elang, ada pangeran Asopati yang baru saja melesat bersama kedua anak lelaki Elang, kedua anak itu sangat tampan, sehingga pangeran Asopati mengatakan sesuatu pada Elang, jika mungkin suatu saat nanti, anaknya Kinanti akan berjodoh dengan salah satu anak Elang.


"Pangeran Asopati bukankah terlalu dini, untuk membicarakan semua ini, Kinanti masih berumur empat bulan, dia seumuran dengan anak perempuanku Surtikanti, mereka lah yang akan menjalin hubungan persahabatan terlebih dulu." ucap Elang dengan senyum menawan nya.


Tapi tiba-tiba Elang mendapatkan penglihatan didalam batin nya, nampak Elang melihat seorang manusia, yang sedang ditangkap oleh pengawal istana itu, dan disana ada penguasa gaib tempat itu, yang sedang menatap tajam melihat lelaki yang ada dihadapan nya, dan baru Elang tau jika manusia itu, dulu nya adalah suami Sukma melati, keduanya masih menjalin kasih sampai sekarang, sampai pada akhirnya manusia itu nekat mendatangi Sukma sampai ke alam gaib, karena rindu dan cinta nya sangat besar pada Sukma melati.


Manusia itu mengingatkanku pada Lala, apakabarmu di alam manusia La, apakah mungkin kau berbahagia tanpa diriku, batin Elang gelisah didalam hatinya.


Lalu kedua mata Elang memicing menatap anaknya Senopati, yang sekilas wajah nya mirip dengan sang ibunda nya, tanpa Elang sadari kedua mata nya berkaca-kaca memandang sendu wajah anak lelaki nya, yang sudah beranjak dewasa, kemudian Senopati melesat menghampiri romo nya.


"Romo apakah kau sedang merindukan ibunda ku?." tanya Senopati dengan wajah sendu.


Terlihat pangeran Asopati menatap bingung kedua nya, karena pangeran Asopati tidak pernah tau, jika Elang memiliki istri seorang manusia, yang saat ini berada jauh darinya.


"Romo tidak apa-apa Seno, jangan pernah lagi kau menyebut nama ibundamu, romo masih belum bisa mengampuni perbuatan nya dimasa lalu." jawab Elang dengan mengkerutkan kening nya.


"Romo harus tau kebenaran ibundaku, dia tidak pernah bersalah, semua ini adalah ulah ibu Sekar, dia sengaja menjauhkan romo dari ibunda ku." seru Senopati meyakinkan romo nya.


"Sudahlah Seno kita akhiri saja pembicaraan ini, karena tidak sepantas nya kita membahasnya disini." jelas Elang seraya melesat pergi dari sana.


"Jika kau yakin ibundamu tidak bersalah, kau harus berusaha membersihkan nama baik nya, meski alam kalian sekarang berbeda, dia tetaplah ibu yang telah melahirkanmu, percayalah kelak kebenaran akan terlihat." ucap pangeran Asopati dengan menepuk pundak Senopati.


Dan tidak jauh sana ada Abimana, anak kedua Sekar yang mengadukan semua yang terjadi disana, Abimana dengan penuh kebencian menceritakan pada ibunda nya, jika Senopati baru saja menjelek-jelekan ibunda nya.


"Lihatlah anak keturunan manusia itu ibu, dia telah menjelek-jelekanmu dihadapan romo, dia berusaha membuat romo teringat kembali dengan istri nya yang manusia itu, ingin sekali aku menghajar si Senopati, karena dia berani menghasut romo dihadapan ku." tukas Abimana dengan membulatkan kedua mata nya.


Jadi Senopati masih berusaha membuat romo nya, untuk mengingat ibunda nya lagi, berani sekali dia, batin Sekar kesal didalam hati nya.


"Anakku Abimana kau tidak perlu risau, biarkan ibundamu yang akan melakukan semua nya, ibumu ini tidak akan pernah membuat manusia itu kembali pada romo mu lagi." jelas Sekar meyakinkan putra nya.


Sementara Elang yang berada di luar istana itu, nampak terkejut melihat penguasa gaib itu tengah memisahkan, jiwa seorang manusia dari dalam raga nya, jiwa manusia itu dihisap oleh penguasa gaib dan diletakan nya, di dasar terdalam alam gaib.


"Letakan kembali raga nya di alam manusia, dan jika dalam waktu lima hari mereka tidak bisa menemukan keberadaan jiwa nya, manusia ini akan kehilangan kesempatan untuk kembali ke dalam raga nya, karena raga yang terpisah dari jiwa selama beberapa hari, akan semakin rusak organ tubuhnya, dan dengan begitu dia akan mati perlahan, sementara jiwa nya terpuruk di dasar kegelapan selama nya." ucap penguasa gaib pada beberapa pengawal istana nya.


Kemudian pengawal istana membawa raga Ari dari sana, nampak Elang membulatkan kedua mata nya, menatap nanar raga tanpa jiwa itu, tidak berselang lama raja hutan wingit itu melesat melewati Elang, yang diam terpaku di ujung istana nya.


"Pangeran Elang apa yang kau lakukan disini?." tanya raja itu dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Raja kenapa kau mengambil jiwa manusia itu, ditengah acara pemberkatan cucu mu sendiri." jawab Elang dengan mengkerutkan kening nya.


"Justru karena hari ini adalah hari pemberkatan cucu ku, aku terpaksa melakukan semua ini, manusia tadi adalah mantan suami Sukma putriku, dibelakang jin muslim itu Sukma masih menjalin hubungan dengan manusia itu, dan dia nekat datang ke alam ku, hanya untuk bertemu dengan Sukma, dan sebelum jin muslim itu mengetahui semua nya, aku terpaksa melakukan semua ini, supaya kebahagiaan cucu ku tidak rusak, akibat perbuatan bodoh ibu nya, karena jika pangeran Asopati mengetahui perbuatan Sukma dibelakang nya, dia pasti akan sangat murka, dan terjadi perpecahan di antara klan kita, yang akan berakibat pula dengan hubunganku dan cucu ku Kinanti, karena dia adalah cucu pertamaku, dan sebagian darahnya mewarisi keturunan jin muslim, sehingga aku tidak bisa leluasa mengendalikan nya sendiri." ucap penguasa gaib itu dengan menundukan kepala nya.


Nampak Elang tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya terdiam bingung, karena sosok Ari mengingatkan nya dengan sosok perempuan yang sangat dicintai nya, Lala juga seorang manusia, sehingga ada perasaan hawatir Elang untuk Lala, nampak Elang takut jika apa yang di alami Ari, bisa saja terjadi pada Lala.


Apakah lebih baik aku melihat keadaan Lala di alam manusia, batin Elang didalam hati nya resah.


...Yuk berikan Vote dan hadiah yang kalian punya, untuk terus memberikan dukungan kalian pada Author, terima kasih dan semoga kalian sehat selalu amin 🙏...


...Bersambung....