DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Pembalasan dendam Ayu.


Tapi tidak seperti perkiraan tetangga nya itu arwah Ayu yang belum tenang di alamnya masih bertahan di dunia fana untuk menuntut tanggung jawab atas kematian nya, nampak ayah tiri Ayu memandang ke segala arah karena takut melihat penampakan hantu anak tirinya itu.


"Ya sudah pak kami semua pamit dulu, nanti malam kami akan datang lagi mengikuti acara tahlilan, Assalamualaikum". Seru beberapa warga yang berpamitan pada ayah tiri Ayu.


Apakah tadi benar-benar hantu Ayu, apa mungkin aku hanya kelelahan saja karena kemarin aku melakukan nya berkali-kali dengan nya, dasar bocah bodoh seharusnya kau pasrah saja menikmati semua yang ku lakukan padamu, jadi kau tidak akan mati konyol seperti itu, batin ayah tiri Ayu dengan seringai diwajahnya.


Nampak hantu Ayu makin kesal melihat ekspresi wajah ayah tirinya, dan Ayu pun mulai menakuti ayah tirinya dengan menggerakan berbagai benda yang ada di ruang tamu rumahnya.


Lalu ayah tiri Ayu memicingkan kedua matanya menatap sebuah benda yang bergeral sendiri tanpa ada yang menyentuhnya, dan tidak membutuhkan waktu lama laki-laki itu berlari masuk ke dalam kamar nya.


"Buk Ayu jadi hantu buk, dia menampakan wujudnya padaku". Seru ayah tiri Ayu dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kau jangan asal bicara to Dung, istrimu ini masih terguncang jiwa nya, kok kamu malah ngelantur ngomongnya". Ucap Lasmi bude nya Ayu.


"Loh mbakyu aku itu mengatakan yang sejujurnya, arwah Ayu juga menakutiku tadi". Jelas Dudung ayah tiri Ayu.


"Mas tolong jangan menambah kesedihanku dengan mengatakan Ayu gentayangan menjadi hantu, kasihan Ayu meninggal dengan cara seperti itu". Seru Yati ibu nya Ayu.


Jika aku terus mengatakan ini, bisa saja mereka curiga padaku, kenapa hanya aku yang melihat penampakan hantu Ayu, mungkin lebih baik aku diam saja, batin Dudung didalam hatinya.


Sementara itu nampak Ayu sedang memandang haru mata ibunya yang terlihat sembab, dan Ayu pun melesat menghampiri ibunya.


"Ibu maafkan Ayu tidak bisa membalas budi padamu, Ayu sayang sama ibu, tolong tinggalkan laki-laki jahat itu". Bisik Ayu ditelinga ibunya.


Terlihat Yati mengusap tengkuknya dan menoleh ke samping dimana ada Ayu disana.


"Ayu kau disini nduk, kau pulang karena merindukan ibu to nduk". Seru Yati berteriak memanggil Ayu.


"Sudah to Yat, kasihan anakmu tidak bisa tenang di alamnya kalau kalian berdua terus saja memanggil-manggil namanya". Cetus bude Lasmi seraya menenangkan ibu Ayu yang kembali menangis histeris.


Lalu Petter melesat menghampiri Ayu dan mengatakan padanya, jika dia harus kembali ke sekolah karena Rania akam segera pulang ke rumahnya, dan Petter harus selalu menjaga Rania.


"Baiklah Petter terima kasih banyak kau telah membantuku, tapi untuk membuat laki-laki itu mengakui kejahatan nya aku tetap memerlukan bantuanmu". Jelas Ayu dengan wajah sendu.


"Kau tenang saja Ayu, besok jika Rania berangkat ke sekolah, aku akan membawa kedua orang tuaku kesini, supaya mereka bisa ikut menyelesaikan masalahmu, supaya kau bisa lekas kembali ke alam keabadian". Tukas Petter menenangkan Ayu.


"Apakah kau juga akan pergi ke alam itu Petter, bukankah kau sudah terlalu lama disini?". Tanya Ayu memandang Petter.


"Seharusnya memang aku sudah kembali ke alam keabadian, tapi aku menginginkan kedua orang tuaku, tapi setelah Rania berhasil menyatukan keluargaku kembali, aku tidak tega meninggalkan Rania sendirian, karena banyak manusia jahat yang ingin menyakitinya". Jawab Petter dengan wajah sendu.


Nampak Ayu sangat terharu dengan persahabatan dua makhluk berbeda alam itu, tapi setelah urusan nya di dunia ini selesai Ayu harus tetap kembali ke alamnya, lalu Petter melesat meninggalkan Ayu di rumahnya.


Wuuuushh...


Hanya dengan sekejap Petter sudah sampai di depan gerbang sekolahan, nampak Rania sedang mengendarai sepeda motor bersama Wati, dan Petter pun melesat mengikuti Rania dari belakang.


Dan saat melewati hutan wingit itu nampal suara gamelan dan gending jawa masih berkumandang disana, Rania mengkerutkan keningnya menerka-nerka ada apa sebenarnya di dalam rimba hutan sana.


Chiiitt...


"Astagfirullahaladzim Wati, kalau kita berdua jatuh bagaimana, kenapa mendadak sekali injak rem nya". Celetuk Rania dengan jantung yang berdegup kencang.


"Apa kau tidak melihat ada segerombolan burung gagak yang terbang di atas sana, apa kau mau kita berpas-pasan dengan mereka". Seru Wati dengan mengusap peluh dikeningnya.


Kemudian kedua mata Rania menatap kepergian sekumpulan burung itu memasuki hutan wingit.


Jangan-jangan memang ada pesta gaib disana, dan sekumpulan burung tadi bukanlah burung gagal biasa, batin Rania dengan mengkerutkan keningnya.


*


*


Sedangkan di dalam hutan wingit tempat dimana hajatan penguasa itu berada nampak semakin riuh, banyak penari cantik menghibur para tamu undangan, Elang adalah salah satu tamu yang di hormati disana, banyak sekali makhluk gaib sejenisnya yang cantik dan molek berusaha menarik perhatian nya, tapi Elang hanya terdiam dengan menundukan kepalanya, didalam hati dan pikiran Elang saat itu hanya ada nama Lala.


Aku harus segera menemukanmu, tapi kesehatan Seno belum membaik seperti semula, apa yang harus aku lakukan, batin Elang dengan mengkerutkan keningnya.


Nampak pak Jarwo berusaha berbicara dengan pangeran Asopati, tapi dia tidak dapat mendekat ke singgasana itu karena banyak tamu gaib yang memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin baru itu.


Apa yang harus aku lakukan, jika aku menunggu terlalu lama disini kasihan Lala ya Alloh, batin pak Jarwo gundah.


Ternyata nasib baik sedang berpihak pada pak Jarwo, terlihat pangeran Asopati berjalan menghampiri pak Jarwo yang nampak gelisah di pojok pendopo isatana.


"Kenapa aku merasakan jika ada hal yang ingin kau sampaikan padaku". Cetus pangeran Asopati menatap tajam ke arah pak Jarwo.


"Maafkan aku pangeran, jika kecemasan ku mengganggu kebahagiaanmu". Ucap pak Jarwo dengan menundukan kepalanya.


"Katakanlah apa yang ingin kau katakan padaku?". Tanya pangeran Asopati dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Begini pangeran, aku mencurigai salah satu tamu undangan di acara pernikahanmu ini, jika aku tidak salah dia adalah salah satu buto yang telah memperistri adik iparku Lala". Jawab pak Jarwo dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Apakah kau yakin dia adalah salah satu tamu disini, jika kau benar-benar mengenalnya ini akan menjadi masalah baru untukku, karena ternyata makhluk itu adalah bagian dari istana wingit ini". Tukas pangeran Asopati dengan memandang ke segala arah.


Ternyata Elang menyadari jika pak Jarwo telah mengenalinya, dan sedang membicarakan dirinya pada pangeran Asopati.


Gawat manusia itu mengenaliku, jika aku tetap berada disini jin muslim itu akan mengetahui jika akulah yang dicari teman manusianya itu, batin Elang seraya melesat meninggalkan hutan wingit itu.


Terlihat Elang berhenti melesat karena ada sesosok perempuan cantik berdiri menghalanginya, perempuan cantik itu adalah adik Sukma melati, namanya adalah Sundari sesosok makhluk gaib yang sangat cantik dan di puja-puja oleh sebagian laki-laki di jagat lelembut.


"Kau mau kemana kangmas, aku mendengar kabar tentang pernikahanmu dengan seorang manusia, apakah dia lebih cantik dariku sehingga kau memilih menikahinya dan mencampakanku". Seru Sundari menatap tajam ke arah Elang yang memalingkan wajahnya.


*


*


...Yuk panjangkan list Vote dan hadiahnya, dengan begitu kalian sudah memberikan dukungan padaku, selain itu kalian bisa menjadi salah satu pemenang give away loh, terimakasih semua pembaca 🙏...


...Bersambung....