
Terlihat pak Jarwo berusaha keras untuk tetap khusyuk dalam melakukan ibadah nya, tapi jin muslim yang menyerupai perempuan cantik itu terus menggoda sisi kejantanan pak Jarwo sehingga membuat bulu-bulu halus nya meremang.
Meskipun begitu pak Jarwo tetap melanjutkan shalat nya dan tidak memperdulikan perempuan yang tengah menggodanya itu, sampai pada akhirnya munculah sesosok laki-laki misterius menggunakan jubah berwarna putih dengan sorban di atas kepala nya tengah mengusir perempuan jadi-jadian itu hanya dengan satu hempasan sorban yang di arahkan pada perempuan gaib itu.
Wuuuush...
Seketika perempuan gaib itu lenyap bersamaan kabut yang tiba-tiba datang ke atas puncak gunung itu, dan setelah pak Jarwo selesai melakukan shalat tahajud beliau bergegas turun kembali untuk segera menyembuhkan mbah Karto dari sihir makhluk gaib yang membuat jiwa nya terkunci didalam raga nya antara hidup dan mati.
Ya Allah berkatilah langkah hambamu ini supaya dapat menyembuhkan mbah Karto secepatnya, batin pak Jarwo didalam hati nya.
Sementara di desa Rawa belatung nampak istri pak Jarwo sangat mencemaskan keadaan suaminya yang tak kunjung datang, dia sudah menunggu suami nya di rumah simbah Parti dan berniat mengajak suami nya segera pulang setelah suami nya turun dari gunung.
Dan disaat dia termenung dengan lamunan nya, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok...
Assalamuallaikum, seru seseorang diluar sana.
Waalaikumsallam, sahut bude Walimah.
Cekleek...
"Oalah mas Jarwo to, untunglah kau cepat pulang, kemarin istrimu datang kesini mencarimu mas". Seru bude Walimah.
"Aku tidak banyak waktu Wal, aku hanya mampir sebentar mengembalikan barang-barangku karena aku harus bergegas ke rumah mbah Karto supaya beliau dapat sembuh seperti semula". Jelas pak Jarwo seraya berjalan keluar dari rumah simbah Parti.
Lalu tiba-tiba istri pak Jarwo berlari dari dalam rumah untuk menghentikan pak Jarwo yang sedang berjalan tergesa-gesa itu, nampak istri pak Jarwo meminta suaminya untuk kembali ke desa nya karena dia tidak ingin suami nya celaka seperti warga desa Rawa belatung, tapi dengan lembut pak Jarwo pun menjelaskan pada istrinya jika dia sudah berjanji akan membantu di desa ini apalagi tujuan nya untuk menyembuhkan mbah Karto belum terwujud, tapi istri nya tidak mau tau dan mengancam pak Jarwo jika dia tidak pulang sekarang juga, istrinya mengancam akan pulang ke rumah orang tua nya.
"Aku tidak dapat melarangmu tapi aku bisa menepati janjiku, jika kau mengerti tanggung jawabku kau tidak akan pernah berkata seperti itu dek, dan sekarang aku pasrahkan semua keputusan padamu, aku permisi dulu jagalah dirimu selama aku belum kembali". Ucap pak Jarwo dengan mengecup kening istri nya.
Kemudian pak Jarwo berjalan ke rumah mbah Karto, yang masih ramai oleh warga yang sedang berdoa bersama pak haji Faruk.
Ternyata kedatangan pak Jarwo bersama Syekh Abdul Mutholib dapat terlihat oleh pak haji Faruk, yang langsung memberi salam padanya dan menunjukan hormat nya.
Lalu pak Jarwo berjalan memasuki rumah mbah Karto dan meminta bantuan pak haji untuk melakukan ruqiah pada mbah Karto karena Syekh Abdul akan segera melakukan pembersihan ditubuh mbah Karto supaya sihir yang mengikat jiwa dan raga nya dapat menghilang.
Terdengar pak haji Faruk melantunkan ayat-ayat suci di dalam sebuah kamar yang ada mbah Karto tengah terbaring di atas ranjang.
Bismillahi Arqika, Min Kulli Syai'in Yu'dzika, Min Syarri Kulli Nafsin Aw 'Ainin Hasidin, Allahu Yasyfiika, Bismillaahi Arqika.
Kemudian pak haji Faruk memegangi perut mbah Karto dan meniupkan doa-doa ke tubuh nya, tidak lama setelah itu tubuh mbah Karto bereaksi bergetar perlahan sampai akhirnya menggeliat seperti kepanasan, ternyata sihir yang mengikat tubuh mbah Karto juga ada pemiliknya yang singgah disana karena merasa terpanggil oleh pak Jarwo baru setelah itu Syekh Abdul mutholib keluar dari raga pak Jarwp berusaha mengeluarkan semua sihir di tubuh mbah Karto dan juga melawan makhluk gaib yang dengan sengaja ingin membuat mbah Karto tiada.
Hooweek...
Nampak mbah Karto memuntahkan cairan berwarna hitam kental seperti cairan tinta, sedangkan pak haji Faruk dan pak Jarwo yang menatap mbah Karto dengan heran hanya bisa bersyukur akhirnya sesepuh desa itu sudah terbangun dari tidur panjang nya.
Alhamdulillah, seru keduanya dengan menengadahkan tangan nya ke atas.
Sedangkan Syekh Abdul yang telah berhasil mengeluarkan makhluk gaib yang telah menyihir mbah Karto berpamitan pada pak Jarwo dan pak haji Faruk, kali ini beliau menampakan wujud nya yang setengah bungkuk dengan memakai baju panjang berwarna putih serta sorban yang di ikat di atas kepala nya.
Sesaat setelah itu beliau pun menghilang meninggalkan aroma wangi yang menyegarkan.
"Le apa yang terjadi padaku, setelah kembali dari dimensi gaib aku tidak mengingat apa-apa lagi". Ucap mbah Karto duduk bersandar di atas tempat tidur nya.
"Setelah jiwa mbah Karto kembali pada raga ada makhluk gaib yang sengaja menggunakan sihirnya untuk mengelabuhi kami semua, makhluk itu membuat organ tubuh mbah Karto tidak dapat berfungsi lagi sehingga kami sempat mengira mbah Karto sudah meninggal dunia, dan akan segera menyiapkan pemakaman tapi aku curiga seperti ada kejanggalan lalu aku menerawang melalui mata batin ku dan benar saja aku melihat makhluk gaib itu menggunakan sihir nya padamu mbah". Jelas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Alhamdulillah ya Allah untung saja ada kau dan juga pak haji Faruk, jika tidak mungkin jiwa ku tidak akan tenang di dalam kubur". Tukas mbah Karto mengusap peluh di kening nya.
Dan tiba-tiba mbah Darmi berjalan tergesa-gesa menghampiri mbah Karto yang sudah tersadar dari tidur panjang nya, terlihat wajah wanita tua itu sangat kelelahan setiap hari selalu menjaga dan menangisi suami nya.
"Syukurlah pak kau bisa kembali lagi, aku sempatq berpikir tidak akan pernah melihatmu bangun lagi". Seru mbah Darmi terisam memeluk mbah Karto.
"Iya bu Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untuk hidup dan membantu warga desa ini". Ucap mbah Karto lirih.
"Tidak pak, aku tidak ingin kau berurusan dengan hal gaib lagi, setelah ini aku minta bapak jangan ikut campur dengan urusan yang berbau gaib, sudah cukup bapak menderita di masa tua ini, aku tidak bisa melihat hal yang sama terulang lagi". Tegas mbah Darmi dengan membulatkan kedua mata nya.
"Tapi bu aku...". Ucap mbah Karto terhenti karena pak Jarwo dan pak haji Faruk memberi isyarat untuk diam.
Kemudian mbah Darmi pun semakin merajuk mendengar penolakan suami nya untuk tidak berurusan dengan hal gaib lagi, beliau berlari ke dalam sebuah kamar dan mengadu pada anak laki-laki nya untuk ikut membujuk mbah Karto.
Lalu pak haji Faruk pun meminta mbah Karto untuk istirahat kembali supaya kondisi nya cepat pulih.
"Tapi bagaimana dengan mbah Darmi Le, dia tidak mau mengerti tentang kewajibanku". Tukas mbah Karto bimbang.
Kemudian pak Jarwo menjelaskan pada mbah Karto jika besok mereka akan membicarakan lagi dengan mbah Darmi, karena saat ini mbah Karto baru saja tersadar dari tidur panjang nya jadi beliau masih butuh waktu untuk memulihkan kondisi nya.
*
*
...Bersambung....