DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Melakukan penjanjian dengan Sukma Melati.


Beberapa hari kemudian setelah kedatangan pak Jarwo ke desa Rawa belatung pak haji Faruk telah kembali ke desa nya, dan dengan bekerja sama kedua nya melakukan pembersihan disemua wilayah desa itu.


Kemudian pak haji Faruk dan pak Jarwo berniat membuat pagar gaib di seluruh perbatasan hutan angker supaya semua makhluk gaib yang berada disana tidak bisa keluar ke dimensi manusia lagi ketika nanti pak Jarwo akan menjemput mbah Karto dan yang lain nya di alam gaib, sementara pak haji Faruk bersama semua warga desa akan mengadakan pengajian bersama supaya perjalanan pak Jarwo ke alam gaib dapat selamat sampai kembali lagi ke dimensi manusia.


Nampak simbah Parti memandang wajah pak Jarwo dengan penuh haru, karena bagaimanapun pak Jarwo sudah seperti anaknya sendiri, dan simbah tidak tega membiarkan pak Jarwo seorang diri pergi ke alam gaib, tapi bagaimanapun dia harus tetap pergi seorang diri untuk melepaskan jiwa-jiwa yang ditahan oleh Sukma melati karena pak haji Faruk harus tetap berada di desa untuk memimpin pengajian akbar dan menjaga semua warga desa dari makhluk gaib yang berasal dari luar hutan angker itu.


Setelah semua siap pak Jarwo memulai ritualnya di kamar khusus yang sudah disiapkan oleh simbah Parti terlihat sesajen bunga tujuh rupa dan seekor ayam cemani dengan kepulan dupa sudah tertata rapi disana kemudian pak Jarwo duduk bersila dengan posisi bertapa seraya membaca rapalan mantra yang biasa dia sebut ngerogo sukmo.


"INGSUN AMETIK AJIKU SI MOYONGGOSETO,INGSUN DATOLLOH,MALAIKAT PAPAT,JIBRAIL,NGISROPIL,NGIZROIL,MIKAIL LAN SEBALANE KABEH,SIRO PODO INGSUN KONGKON...ASTAGHFIRULLOOHAL ADZIIM". 


Kemudian jiwa pak Jarwo terlepas dari raga nya, dan terbang menuju ke dimensi gaib yang ada di perbatasan hutan angker itu, Petter yang diam-diam berjaga didepan rumah Rania nampak ingin mengikuti jiwa mbah Karto ke dimensi hutan angker itu tapi Rania yang menyadari niat teman hantu nya itu melarang nya pergi kesana.


"Kau mau kemana Petter, bukankah kau sudah berjanji padaku, jika kau mengingkari janjimu aku tidak akan pernah memaafkanmu dan tidak akan pernah lagi mau bertemu denganmu". Seru Rania membulatkan kedua mata nya menatap tajam kepada teman hantu nya itu.


"Ta tapi Rania". Sahut Petter dengan menundukan kepala nya.


"Ayo cepat masuklah jaga raga mbah Karto dan pak Jarwo disini saja, jika ada makhluk gaib yang berusaha mengusikmu kau beritahu aku saja di balai desa, karena sekarang aku dan Wati akan mengikuti pengajian akbar disana tapi tenang saja bude Walimah dan simbah akan tetap berada di rumah ini". Jelas Rania memberi tugas pada Petter.


"Tapi bagaimana dengan mama dan papa ku Ran?". Tanya Petter dengan mata berkaca-kaca.


"Kau percaya padaku kan, jika kau percaya padaku dengarkanlah ucapanku kalau pak Jarwo pasti akan membawa kembali mama dan papa mu". Jawab Rania dengan mengkerutkan kening nya.


Nampak Petter menganggukan kepala nya dan menuruti ucapan Rania untuk tetap berada di dalam kamar khusus itu, sementara Rania dan Wati pergi ke balai desa untuk mengikuti pengajian akbar yang dipimpin oleh pak haji Faruk beserta beberapa santri dari pondok pesantren.


Di sela-sela pengajian itu pak haji Faruk melakukan rukiah pada semua warga yang pernah kerasukan supaya kepekaan nya terhadap makhluk halus dapat tertutup kembali, dan tiba-tiba angin kencang berhembus disertai petir yang menggelegar membuat semua orang semakin ketakutan.


*


*


Sementara di dimensi gaib sana nampak pak Jarwo sudah bersiap memasuki alam gaib melewai pohon besar yang dulu menjadi pintu utama untuk Sukma dan Ari bertemu.


Tapi tiba-tiba beberapa siluman kuda menghentikan langkah pak Jarwo dan mengarahkan senjata suar tajam ke arah nya, lalu pak Jarwo berkata jika dia hanya ingin bertemu dengan Sukma melati untuk melakukan pertukaran.


"Baiklah kau tunggu disini dulu". Ucap sesosok siluman kuda itu seraya berjalan masuk ke dalam pendopo.


Penjaga itu berjalan memasuki pendopo tempat dimana Sukma melati bersama Romo nya berkumpul dan dia mengatakan jika ada manusia yang datang untuk bertemu dengan nya, lalu Sukma melati keluar dari pendopo untuk menemui pak Jarwo yang berada di depan gerbang dimensi gaib.


Dari kejauhan tercium aroma bunga melati kemudian nampak sesosok perempuan yang sangat cantik dan anggun berjalan dengan penuh pesona nya membuat semua mata tertuju padanya.


"Wahai manusia katakanlah apa tujuanmu menemuiku disini". Seru Sukma melati menatap tajam ke arah pak Jarwo.


"Begini Nyai aku ingin menawarkan sesuatu padamu ini adalah sebuah pertukaran yang menguntungkan untukmu, bukankah kau ingin suami mu kembali padamu". Ucap pak Jarwo dengan memandang wajah cantik Sukma melati.


"Lalu apa yang kau minta sebagai imbalan nya". Sahut Sukma melati dengan berjalan anggun mendekati pak Jarwo.


Nampak Sukma melati tertawa mendengar ucapan pak Jarwo dan memalingkan wajahnya.


"Kau pikir aku sebodoh itu akan menuruti permintaanmu tanpa kau membawa suamiku kembali padaku". Seru Sukma melati dengan membulatkan kedua mata nya.


"Baiklah apa yang kau inginkan Nyai?". Tanya pak Jarwo.


"Bawa suamiku kehadapanku maka aku akan melepaskan warga desa itu". Jawab Sukma melati seraya merubah wujud nya menjadi perempuan setengah ular.


"Baiklah aku akan mengikuti ucapanmu, tapi aku hanya akan membawa suamimu kembali jika dia ingin tinggal bersama mu saja jika ternyata dia hanya ingin bertemu denganmu tanpa kembali hidup bersamamu kau harus menerima nya". Tegas pak Jarwo.


"Baiklah aku setuju dengan perjanjian ini karena suamiku tidak akan pernah mau meninggalkanku". Tukas Sukma melati dengan percaya diri nya.


Setelah perjanjjan itu pak Jarwo meminta ijin pada Sukma melati untuk bertemu mbah Karto dan menanyakan dimana jiwa Ari berada karena hanya mbah Karto saja yang mengetahui nya.


Terlihat kedua mata pak Jarwo berkaca-kaca melihat kondisi jiwa mbab Karto yang sudah sangat lemah dan tanpa Sukma ketahui pak Jarwo mengalihkan sedikit energi nya kepada mbah Karto supaya jiwa tua mbah Karto dapar bertahan sampai dirinya kembali untuk membawanya pergi dari alam gaib itu.


Dan setelah mbah Karto memberi tau dimana jiwa Ari berada selama ini, pak Jarwo berpamitan pada mbah Karto untuk membawa Ari kesana dan menukar semua yang ada disana dengan persetujuan jika Ari memang masih mau tinggal di alam gaib.


"Kenapa kau mengikuti kemauan siluman ular itu Wo". Ucap mbah Karto memandang wajah pak Jarwo sayu.


"Maafkan aku mbah, kali ini aku terpaksa mengikuti kemauan siluman itu karena kondisi raga mu sudah sangat menghawatirkan, bahkan sekalipun jiwa mu dapat kembali pada ragamu, aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya". Cetus pak Jarwo dengan menundukan kepala nya penuh sesal.


"Sudah Wo, kau tidak perlu pikirkan itu yang terpenting sekarang kau lekas membawa Ari untuk menemui Sukma melati disini, ingatlah jiwa Ari sudah ku ikat menggunakan tali suci yang sudah di doakan pak haji Faruk jadi hanya beliau saja yang dapat melepaskan tali suci yang mengikat jiwa Ari bawalah pak haji Faruk ke puncak gunung di belakang desa Rawa belatung, karena jiwa Ari di dalam goa ngerogo sukmo". Tukas mbah Karto berbicara dengan nafas yang berderu kencang.


Dan setelah mendapat perintah dari mbah Karto, dia bergegas keluar dari dimensi gaib itu dan kembali memasuki raga nya yang sudah dijaga dengan baim oleh Petter.


Wuuush...


Dengan sekejap jiwa pak Jarwo sudah memasuki raga nya kembali, lalu dia memeriksa kondisi raga mbah Karto yang sedang terbaring di tempat tidur kamar khusus itu.


"Alhamdulillah badan mbah Karto sudah mulai hangat dan tidak terlalu dingin seperti lagi". Ucap pak Jarwo seraya menempelkan punggung tangan nya ke atas kening mbah Karto.


Kemudian pak Jarwo membuka pintu kamar khusus itu seraya mengusap peluh yang membasahi kening nya.


Cekleek...


Kedua mata pak Jarwo terbelalak ketika melihat ada seorang perempuan tengah berdiri mematung di depan nya...


*


*


...Bersambung....