DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Tipuan sihir makhluk gaib.


Karena ada sesosok makhluk gaib yang berusaha mencelakai mbah Karto dengan membuat semua organ tubuh mbah Karto tidak dapat berfungsi.


Setelah itu pak Jarwo pun membuka kedua mata nya, beliau nampak menghembuskan nafas yang panjang.


Astagfirullah, seharusnya mbah Karto masih bisa hidup karena sekarang belum waktu nya beliau tiada, jadi kenapa raga mbah Karto tidak dapat berfungsi dengan baik ya, batin pak Jarwo didalam hati nya.


Belum sempat pak Jarwo mendapat jawaban dari teka-teki itu Anto pun datang mengajak pak Jarwo untuk mempersiapkan pemakaman mbah Karto.


"Mari pak kita segera ke rumah mbah Karto dan mempersiapkan semua nya". Ajak Anto pada pak Jarwo yang tidak bergeming dari tempat nya.


"Tunggu dulu To apa kau yakin mbah Karto sudah meninggal dunia?". Tanya pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Entahlah pak tadi hanya ada Dokter yang mengatakan demikian, dan kami semua belum memastikan langsung, memang nya ada apa to pak". Jawab Anto penasaran.


"Begini To tadi aku menerawang lewat mata batin ku, sebenarnya saat ini belum saat nya mbah Karto meninggal dunia sepertinya ada makhluk gaib yang sengaja membuat organ tubuh mbah Karto tidak berfungsi untuk sesaat supaya kita semua mengira beliau sudah meninggal dunia, karena raga nya yang terlihat tidak berfungsi jiwa mbah Karto terkunci didalam tubuh nya seperti orang yang telah tiada, dan disaat kita mengebumikan nya makhluk gaib itu akan mengembalikan fungsi organ tubuh mbah Karto kembali seperti semula tapi semuanya sudah terlambat jika kita sudah menguburkan nya". Tukas pak Jarwo menjelaskan apa yang dilihatnya melalui mata batin.


"Loh pak kok bisa begitu to, memang apa tujuan nya makhluk gaib itu mencelakai mbah Karto". Seru Anto dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Dendam, hanya balas dendam lah tujuan nya dan makhluk gaib itu pun ingin mengajak jiwa mbah Karto bergabung dengan mereka karena mereka tau kekuatan mbah Karto yang sebenarnya". Sahut pak Jarwo seraya mendongakan kepala nya ke atas.


"Lalu bagaimana ini pak". Ucap Anto dengan wajah cemas nya.


"Sebentar aku akan menelepon pak haji Faruk terlebih dulu". Tandas pak Jarwo seraya meraih ponsel yang ada didalam kantong celana nya.


Kemudian pak Jarwo menelepon pak haji melalui panggilan telepon, beliau meminta mbah Karto dibawa pulang saja tanpa mengumumkan kematian beliau karena pak Jarwo yakin betul jika mbah Karto sebenarnya masih hidup karena jiwa nya masih berada didalam raga nya.


"Baiklah pak Jarwo jika menurutmu memang begitu, aku akan menjelaskan ini pada mbah Darmi dan juga anaknya". Sahut pak haji Faruk diseberang telepon sana.


Setelah panggilan telepon itu dimatikan, nampak pak Jarwo menghampiri simbah Parti yang sudah tersadar dari pingsan nya.


"Simbah tenang saja, mbah Karto belum meninggal dunia, setelah ini aku akan melakukan ritual untuk mengembalikan keadaan mbah Jarwo seperti semula". Jelas pak Jarwo dengan menganggukan kepala nya.


"Benarkah Le kang Karto sebenarnya masih hidup". Ucap simbah Parti lirih.


"Insyaallah jiwa mbah Karto masih bersemayam didalam raga nya". Tukas pak Jarwo meyakinkan simbah Parti.


"Ya sudah Le, lakukan apapun yang kau bisa untuk mengembalikan kehidupan kang Karto, karena beliau tidak pantas meninggal dengan cara seperti itu, karena tipuan dari makhluk gaib yang masih dendam dengan warga desa ini". Ujar simbah dengan mata berkaca-kaca.


Dan tidak berselang lama pak haji Faruk bersama mbah Darmi dan juga anak laki-laki nya sudah kembali ke desa Rawa belatung dengan menumpangi mobil ambulance, yang sirine nya sengaja di matikan supaya tidak menimbulkan kecemasan pada warga desa, meskipun begitu beberapa warga bisa mendengar suara mesin mobil yang melewati rumah mereka.


Loh kok ada ambulance masuk desa ini to, jangan-jangan mbah Karto kenapa-kenapa lagi, gumam pak Dahlan pada dirinya sendiri.


Nampak pak Dahlan berusaha mengejar ambulance itu dengan mengayuh sepeda jengki nya, lalu Anto pun menghentikan pak Dahlan yang sedang tergesa-gesa menaiki sepeda nya.


Chiiit...


Pak Dahlan mendadak mengerem sepeda nya, dan bertanya pada Anto tentang kondisi sesepuh desa nya.


"To mbah Karto gimana, itu kok ada ambulance yang mengarah ke rumah nya?". Tanya pak Dahlan dengan wajah cemas.


"Lho kalau tidak baik kenapa dibawa pulang to, bukanya lebih baik di rumah sakit saja". Ucap pak Dahlan dengan mengkerutkan kening nya.


"Cerita nya panjang pak, mari kita ke rumah mbah Karto saja biar pak Dahlan bisa melihat sendiri kondisi mbah Karto". Tukas Anto mengajak pak Dahlan ke rumah mbah Karto.


Sedangkan ambulance yang sudah sampai di depan rumah mbah Karto, membuat penasaran tetangga di dekat sana, mereka berhamburan keluar untuk melihat siapa yang ada didalam ambulance itu.


Tidak membutuhkan waktu lama banyak warga yang berkumpul diluar rumah mbah Karto, lalu pak haji Faruk meminta semua orang yang ada disana untuk membantu mendoakan mbah Karto yang sedang terancam nyawa nya.


Sedangkan Rania yang telah mendengar tentang desas-desus mbah Karto yang sudah meninggal dunia pun menangis tidak percaya, dia bergegas pergi ke rumah mbah Karto yang sudah ramai orang berdoa.


Dan disana nampak pak Jarwo yang sedang menyiapkan sesuatu untuk ritual nya ke puncak gunung wingit dengan beraneka macam sesajen.


"Loh pak Jarwo mau kemana, dimana mbah Karto pak". Ucap Rania terisak.


"Tenanglab nduk mbah Karto sedang istirahat didalam, kamu bantu doa saja ya disini karena aku harus pergi meminta bantuan supaya mbah Karto terlepas dari sihir makhluk gaib". Tukas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Sementara di kaki perbukitan gunung wingit, nampak Sukma melati akan berpamitan pada Pangeran Asopati untuk kembali ke hutan angker.


"Pangeran aku harus pulang, tapi bisakah kau melepaskan suami manusia ku itu?". Tanya Sukma melati bergelayut manja dipelukan Pangeran Asopati.


"Apakah kau masih ingin bersama manusia sesat itu, setelah kita menghabiskan malam bersama". Jawab Pangeran Asopati seraya mendongakan wajah cantik Sukma.


"Bagaimanapun dia adalah suamiku". Tukas Sukma melati memalingkan wajah nya.


"Aku tidak perduli hubunganmu dengan nya, yang aku tau tidak lama lagi kau akan memberikanku keturunan". Tandas Pangeran Asopati menyeringai.


"Apa kau yakin itu adalah anakmu kelak". Sahut Sukma membulatkan kedua mata nya.


"Jelas aku yakin setelah ini tidak akan ku biarkan kau berhubungan dengan manusia sesat itu lagi, sehingga aku tau benar jika kau mengandung kelak itu adalah keturunanku". Tegas Pangeran Asopati menggenggam kedua tangan Sukma.


"Sudahlah Pangeran aku harus pergi jika tidak Romo ku akan segera datang kesini untuk mencariku". Ujar Sukma melati seraya menghilang di tengah kabut kaki bukit gunung wingit.


Dan sesamainya Sukma melati di pendopo istana nya, nampak Romo nya sudah menanti kedatangan nya, lalu penguasa gaib itu pun menanyakan banyak hal pada anak perempuan nya itu karena penguasa gaib itu mencium aroma jin muslim dari tubuh Sukma.


"Apa yang kau lakukan bersama jin muslim itu". Pekik penguasa gaib itu dengan membulatkan kedua mata nya.


"Ampun Romo, aku hanya berbicara saja padanya untuk mengembalikan jiwa suami ku". Sahut Sukma menundukan kepala nya.


Kemudian penguasa gaib itu bangkit dari singgasana nya dengan wajah yang memerah, dia nampak murka dengan memandangi wajah Sukma melati.


Semoga Romo tidak tau jika aku telah bersetubuh dengan Pangeran Asopati, batin Sukma melati didalam hati nya.


*


*


...Bersambung....