DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Perbuatan keji mbah Wongso!!!


Mbah Wongso terdengar membaca rapalan mantra untuk memanggil kuntilanak merah peliharaan nya, tapi hantu itu tidak kunjung datang.


Lalu mbah Wongso berusaha melihat dimana hantu peliharaan nya lewat baskom air bunga yang ada dihadapan nya, nampak mbah Wongso terkejut dan membulatkan kedua matanya, karena mengetahui jika kuntilanak merah itu sedang sibuk dengan urusan nya sendiri.


"Dasaar setan tidak berguna, percuma aku membangkitkanmu dari dalam kubur". Pekik mbah Wongso murka.


Sedangkan Kuntilanak Narti yang sedang bersedih di atas pohon berusaha ingin menemani Parto yang sedang dibawa ke rumah sakit, dia terbang di kegelapan malam mengikuti mobil Parto yang dikemudikan salah satu dari pemuda yang menolong nya.


Sesampainya di rumah sakit kuntilanak merah itu merubah wujudnya menjadi Yati istri dari Parto, nampak dia menghampiri pemuda yang menong Parto.


"Permisi mas apakah kalian yang menolong suamiku?". Tanya Narti yang sedanv menyamar menjadi istri Parto.


"Ehm ibu ini istrinya pak Parto ya". Jawab Rahman dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Iya mas saya istrinya, dimana suamiku sekarang". Ucapnya penasaran.


"Suami ibu masih di IGD lebih baik ibu tunggu disini saja dulu, kami semua langsung pamit pulang saja ya bu karena sudah larut malam". Jelas Rahman berpamitan bersama teman-teman nya.


Setelah kepergian itu nampak Narti dengan wujud istri Parto gelisah menanti kabar dari dokter, dia duduk dengan wajah yang gelisah.


Kenapa aku bersikap seperti ini, seharusnya aku bahagia karena telah membalaskan dendamku, batin Narti didalam hati nya.


Tapi tiba-tiba istri Parto datang karena mendapat telepon dari pihak Rumah sakit yang mengabarkan jika suaminya sedang berada di rumah sakit.


Sialan wanita jalang itu datang kesini, aku harus segera pergi sebelum semua orang mengetahui keberadaanku, gumam Narti pada dirinya sendiri.


Kemudian dia berubah menjadi kuntilanak merah dan terbang kembali ke pondokan mbah Wongso untuk memberi kabar jika dia tidak bisa mendekati rumah mbah Sumi karena tadi malam ada pengajian disana.


"Lalu kenapa kau tidak kembali lagi kesini hah". Seru mbah Wongso murka.


Setelah itu kuntilanak merah itu menjelaskan jika tadi dia bertemu seseorang di masa lalu nya, yang membuat dirinya nekat mengakhiri hidupnya, karena dendam masih menguasai dirinya Narti nekat mencelakai laki-laki itu tapi dia belum melenyapkan nya, karena tiba-tiba nyali nya menciut untuk membunuh laki-laki itu.


"Dasar setan bodoh, untuk apa kau membiarkan nya hidup di dunia ini, setelah urusanku menumbalkan nyawa gadis perawan itu selesai, aku akan menumbalkan nyawa laki-laki itu, itu pun jika dia masih bertahan hidup setelah kau mencelakainya". Tukas mbah Wongso seraya membakar dupa untuk memberi makan kuntilanak merah peliharaan nya.


Setelah itu mbah Wongso pun membaca rapalan mantra untuk mengirimkan sihir pada Lala yang sedang tertidur di dalam kamar nya, mbah Wongso membuat Lala keluar dari dalam kamarnya dengan mata yang masih terpejam, tubuhnya sudah dikendalikan oleh kekuatan mbah Wongso, dan setelah Lala sudah keluar dari dalam rumah nya, nampak kuntilanak merah itu sudah menanti gadis yang berjalan dalam tidurnya itu.


Wuuush...


Kuntilanak merah itu membawa Lala terbang bersama nya menuju ke pondokan mbah Wongso, terlihat laki-laki tua itu tertawa puas karena kuntilanak peliharaan nya berhasil membawa calon tumbalnya malam itu.


Nampak mbah Wongso sedang bersiap untuk melakukan proses penumbalan Lala, karena ini bukanlah ritual yang biasa mbah Wongso perlu waktu untuk mempersiapkan semuanya, karena tepat jam dua belas tengah malam nanti sesembahan mbah Wongso akan datang untuk menikmati darah gadis perawan yang sudah disiapkan mbah Wongso.


Setelah waktu yang ditentukan tiba nampak mbah Wongso sedang duduk bersila didepan sesajen yang tertata rapi dengan Lala yang berada di tengah-tengah nya.


Setelah aku menumbalkan gadis ini kekuatan dan kekayaanku akan semakin bertambah dan aku akan kembali muda sesuai perjanjianku dengan Ki Ageng Sedo, apapun akan aku lakukan karena aku tidak ingin tua dan mati begitu saja, batin mbah Wongso menyeringai menatap Lala yang termenung.


Tidak lama setelah itu datanglah angin kencang yang menggoyangkan semua pohon di pinggiran hutan itu, dan kepulan asap yang membumbung tinggi membentuk sesosok buto ireng yang menyeramkan dengan air liur yang menetes ke tanah karena mulut nya yang menganga karena seluruh rongga mulut nya berisi gigi-gigi yang runcing dan tidak tertata rapi, membuat mulut buto itu tidak bisa tertutup.


Terlihat mbah Wongso memberikan salam pada sosok buto ireng itu, dia menyatukan kedua tangan didepan dadanya.


"Selamat datang Ki Ageng, aku sudah menyiapkan tumbal untukmu seorang gadis yang masih perawan". Tukas mbah Wongso membungkukan tubuh nya dihadapan buto ireng.


Setelah itu buto itu menjelaskan jika raga mbah Wongso akan dipinjam oleh buto itu untuk menyetubuhi gadis yang akan ditumbalkan nya, dengan begitu mbah Wongso bisa ikut merasakan keuntungan nya, karena dia bisa menjadi lebih muda setelah itu, dan buto ireng itu akan mendapatkan keinginan nya setelah menikmati tubuh gadis perawan itu, buto ireng Ki Ageng Sedo akan meminum darah keperawanan Lala.


Kemudian tubuh tua mbah Wongso sudah siap untuk dipinjamkan pada buto itu, nampak buto itu memasuki raga mbah Wongso dan menjelma menjadi laki-laki tampan yang lebih muda, jelmaan buto itu bersiap menyetubuhi Lala yang hanya terdiam tanpa suara.


Ditariknya tubuh Lala dan dihempaskan ke sebuah gubuk yang ada disana, jelmaan buto yang telah meminjam raga mbah Wongso telah bersiap melakukan aksi nya, dia telah menyetubuhi Lala yang hanya bisa mengerang kesakitan karena kesucian nya di renggut paksa tanpa kesadaran nya.


Buto itu membuat Lala membayangkan jika dirinya telah melakukan penyatuan bersama laki-laki tampan yang dia anggap adalah suami nya, dan setelah menikmati tubuh gadis perawan itu nampak buto itu melepaskan miliknya yang perkasa membuat Lala berteriak karena rasa sakit yang luar biasa, meskipun begitu Lala masih dalam keadaan yang tidak sadar sadarkan diri.


Kemudian buto itu segera keluar dari dalam raga mbah Wongso, dan keanehan pun terjadi tiba-tiba mbah Wongso berubah menjadi seorang laki-laki muda yang tampan dan gagah.


"Aku aku sudah berubah menjadi muda Ki, terima kasih banyak karena telah mengabulkan keinginanku". Tukas mbah Wongso bersimpuh dibawah kaki buto itu.


"Pergilah nikmati masa mudamu, aku akan menikmati darah gadis perawan ini, karena aku juga akan semakin sakti dan tidak akan terkalahkan ha ha ha". Ucap buto ireng dengan suara beratnya.


Terdengar suara decapan ketika buto ireng itu meminum darah perawan Lala dan menjilatinya sampai bersih, sedangkan Lala yang masih tidak sadarkan diri hanya bisa mengerang kesakitan karena miliknya sudah terluka akibat perbuatan buto ireng itu.


Dan setelah puas menikmati darah perawan Lala, buto itu meminta mbah Wongso untuk melepaskan Lala dan tidak menjadikan nya tumbal karena setelah kejadian ini sudah dipastikan Lala akan kehilangan akal sehatnya dan buto itu tidak mau menerima tumbal manusia yang kurang waras, selain itu buto ireng Ki Ageng Sedo hawatir jika Lala sampai hamil keturunan nya setelah penyatuan nya tadi, karena keturunan nya harus tetap hidup dan meneruskan tahta nya di dunia gaib.


*


*


...Bersambung....