
Setelah Wati menghilang, Rania segera mengayuh sepeda nya kembali ke rumah untuk memberitahu simbah dan bude kalau Wati hilang.
"Kenapa kau berkeringat seperti itu nduk, habis darimana saja pulang sesore ini", tanya simbah yang sedang duduk dikursi goyang nya.
"Mbah simbah Wati hilang mbah Wati", jawab Rania dengan nafas tersengal sengal.
"Apa maksudmu Rania", seru bude dari dalam kamarnya.
Lalu Rania menceritakan semua yang dia lakukan bersama Wati dan ketika Wati merusak sajen dibawah pohon besar, karena setelah itu Wati juga menghilang didekat pohon besar itu.
Bude Walimah berusaha meminta bantuan pada mbah Karto, tapi mbah Karto juga sedang bertapa untuk mengobati Evana yang masih lemah akibat disiksa kepala desa kampung gaib waktu itu.
"Mbah bagaimana dengan Wati, mbah Karto belum bisa ditemui", tanya bude Walimah pada simbah Parti.
"Kita harus meminta bantuan ke kampung sebelah nduk siapa tau ada yang bisa membantu menemukan Wati".
Tiba tiba Petter datang dan memberitahu simbah jika Wati ditahan penunggu pohon besar itu, karena telah merusak sesajen disana.
Dan penunggu dipohon itu sangat marah pada Wati karena dia juga menginjak nginjak tempat tinggalnya, tanpa permintaan maaf.
"Baiklah Petter apa kau bisa membantu menemukan Wati", ucap simbah dengan memandangi Petter.
"Aku tidak tau mbah, karena ilmu ku tidak sehebat penunggu pohon besar itu", ujar Petter yang sedang terbang mengambang.
Bude Walimah yang sedang melihat simbah berbicara sendiri merasa takut dan bulu kuduk nya meremang.
"Simbah bicara sama siapa to", tanya bude Walimah dengan mengernyitkan dahi nya.
"Ini lho sama teman nya Rania", jawab simbah Parti dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Petter.
"Aduh mbah jangan membuatku semakin takut to, aku bingung ini bagaimana nasib Wati sekarang " ujar bude dengan mata berkaca kaca.
"Kau pergilah ke kampung sebelah temui pak Jarwo bilang saja simbah Parti memintanya datang ke rumah, nanti biar aku saja yang berbicara padanya tentang Wati".
Setelah bertanya ke beberapa warga akhirnya bude Walimah sampai juga dirumah pak Jarwo.
T**okk took tookk**...
"Permisi", ucap bude Walimah.
C**ekleekkk**...
"Mau cari siapa ya", tanya seorang perempuan muda yang memakai baju berwarna merah muda.
"Maaf saya mau bertemu pak Jarwo nya ada", jawab bude Walimah dengan wajah cemas.
"Bapak nya sedang keluar mengobati orang, baru saja berangkat, ada perlu apa biar nanti saya sampaikan".
"Tolong sampaikan ke pak jarwo kalau simbah Parti dari desa Rawa belatung mau bertemu ditunggu di rumah nya".
"Oh iya bu nanti saya akan sampaikan ke bapak".
"Tolong secepatnya datang ya karena ini mendesak sekali", ucap bude Walimah dengan mata berkaca kaca.
Setelah menyampaikan pesan nya untuk pak Jarwo, bude Walimah mengendarai motor nya kembali ke rumah tapi saat diperjalanan melewati hutan motor bude mogok.
Lalu bude Walimah berusaha mendorong motor nya tapi tiba tiba ada siluet putih beterbangan di atas kepala nya, membuat bulu kuduk nya meremang.
H**i hi hi hi**...
Suara tawa cekikikan menggema diseluruh penjuru hutan, bude Walimah semakin ketakutan dan berlari meninggalkan motor nya begitu saja.
"Tolooong tolooong", bude Walimah berteriak seraya berlari ke kampung terdekat untuk meminta pertolongan.
...* * * bersambung * * *...