DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Perjanjian dengan sosok hitam.


"Abimana kenapa kau berkata seperti itu, bukankah romo sudah bilang jika romo dapat mendengar suara batinmu, kenapa kau masih saja menyalahkan Seno dan juga ibu nya, mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan, dia adalah saudaramu dan kau tidak boleh berprasangka buruk padanya, ingatlah romo tidak mau mendengar omong kosong itu lagi." seru Elang menatap tajam pada Abimana.


Nampak Abimana hanya tertunduk tanpa kara, dia meminta ijin pada romo nya, untuk ke istana kakek nya, karena dia merindukan ibunda nya.


"Baiklah romo akan mengijinkanmu, tapi jangan sampai kau mengatakan pada ibundamu jika romo sudah mengetahui segala nya, biarlah romo memberi pelajaran pada pangeran Bagaskara terlebih dulu." jelas Elang pada Abimana.


"Baiklah romo, aku tidak akan mengatakan apa pun, lagipula romo akan tau jika aku berbohong." tukas Abimana seraya membalikan tubuh nya, melesar pergi meninggalkan adik tiri dan juga romo nya.


Kemudian Senopati melesat mendekati romo nya, dipandang nya wajah romo nya, yang terlihat sangat lelah.


"Apapun masalah yang sedang romo hadapi percayalah, semua pasti akan terselesaikan." ucap Seno seraya menyunggingkan senyum nya.


Dan tanpa Elang sadari, Bagaskara yang sedang bertapa di goa, memiliki tujuan supaya dia dapat memiliki kekuatan yang lebih, Bagaskara berniat menjelma menjadi manusia, supaya dia bisa bebas bertemu dengan Lala, perempuan yang masih selalu mengisi hati dan pikiran nya.


Dikegelapan malam itu nampak suar cahaya merah keemasan, masuk ke dalam goa dimana Bagaskara bertapa, terlihat sosok hitam dengan jubah hitam panjang, yang menjuntai sampai ke bawah, menurut keyakinan turun temurun keluarga ibu nya, sosok hitam itu adalah jin muslim yang murtad, dan sampai saat ini dia memiliki dua kekuatan spesial yang tidak dimiliki makhluk gaib lain nya, nama nya adalah Ki Ageng jati waringin, dia adalah salah satu keturunan dari sembilan wali yang menyebarkan agama islam di tanah jawa itu.


Tapi karena keserakahan dan kecintaan nya pada seorang gadis anak manusia, Ki Ageng jati waringin berguru ilmu sesat, supaya dia bisa memiliki gadis yang diidamkan nya, sehingga Bagaskara yang sudah kehilangan akal sehat nya, mengikuti jejak sosok itu, Bagaskara akan berubah menjadi manusia, dan dia tidak akan merasakan efek apapun ketika Lala memakai jimat didekat nya.


"Sebagai imbalan nya kau harus menyerahkan tumbal darah perawan untukku, disetiap malam bulan purnama sabit, apakah kau sanggup dengan syarat yang ku minta." seru Ki Ageng jati waringin dengan suara berat nya.


"Aku setuju ki, yang terpenting jati diriku sebagai makhluk gaib tidak akan diketahui siapa pun." sahut Bagaskara dengan tersenyum licik.


"Siapa yang mengatakan jika jati dirimu tidak akan diketahui siapapun, hanya manusia suci dan sakti yang dapat melihat wujud aslimu, karena itu lah aku berpesan padamu menjauhlah dari manusia seperti itu, mereka yang rajin beribadah sangat suci mata batin nya, tanpa kesaktian sama sekali dia bisa melihat wujud asli mu, sama seperti manusia sakti yang rajin beribadah, selain dia sakti, dia adalah penganut agama islam, dan sudah dipastikan jadi dirimu akan terungkap dengan mudah." petuah Ki Ageng hati waringin dengan menundukan kepala nya, sehingga wajahnya tidak terlihat karena jubah itu menutupi semua wajah nya.


"Baiklah Ki tapi apakah makhluk gaib yang sakti dapat mengetahui jati diriku juga, karena aku memiliki firasat, jika suatu hal buruk sedang menantiku di luar sana." ucap Bagaskara resah didalam hati nya.


"Hahaha... Kau tidak perlu hawatir ilmu yang ku berikan padamu, bukanlah sekedar ilmu gaib biasa, tapi setengah ilmu itu menganut setengah kesaktian suci yang mengalir didalam darahku, jadi sesakti apapun makhluk gaib itu, dia tidak akan mengetahui jati dirimu." cetus sosok berjubah hitam itu dengan sombong nya.


Mungkin ini adalah pilihan terbaik bagiku, dengan begini aku bebas memasuki kehidupan Lala di alam manusia, aku akan menyamar menjadi teman kuliah nya, dan semua makhluk gaib yang ada di luar sana, tidak akan tau siapa aku yang sebenarnya, batin Bagaskara penuh keangkuhan.


Tidak berselang lama sosok berjubah hitam itu, membaca mantra-mantra sekaligus ayat-ayat suci, yang berdampak pada tubuh Bagaskara yang terasa sangat panas, seakan dia tengah terbakar, tapi sesuai perintah Ki Ageng jati waringin, Bagaskara diminta menahan panas yang akan dirasakan nya, bagaimanapun Bagaskara adalah makhluk gaib, yang tidak memiliki keturunan langsung dengan jin muslim, atau tokoh agama lain nya, sehingga ayat-ayat suci yang dibacakan sosok hitam membuatnya menderita untuk sesaat.


Terdengar suara ratapan Bagaskara, yang berteriak kepanasan dengan seluruh tubuh nya yang memerah, dan mengeluarkan kepulan asap, sosok hitam itu hanya tertawa lepas melihat kondisi mengenaskan Bagaskar.


Sementara Abimana yang sudah sampai di istana kakek nya, nampak memandang sendu wajah ibunda nya, anak lelaki itu tidak berani mengatakan apapun pada ibunda nya, sehingga dia hanya bungkam seraya memeluk ibu tercinta nya, lalu Sekar membalas pelukan anaknya, dia menatap kedua mata Abimana, tersirat kesedihan dimata nya, tapi Sekar mengira kesedihan anaknya karena kakek nya yang tengah terbaring sakit.


Tapi lagi-lagi Abimana berbicara didalam batin nya, seperti hal nya Elang dapat mendengar suara batin Abimana, Sekar pun juga dapat mendengarkan suara batin anak lelaki nya itu, terdengar Abimana meminta maaf pada ibunda nya, hanya kata maaf yang terulang beberapa kali, sampai pada akhir nya Sekar membulatkan nekat nya, dan bertanya langsung pada Abimana.


"Anakku apa kau telah melakukan kesalahan dibelakangku, cobalah mengatakan sesuatu padaku, tidak usah takut pada ibumu ini." ucap Sekar seraya mengusap lembut kepala Abimana.


"Ehm tidak ada apa-apa ibunda, kenapa kau bertanya begitu padaku." seru Abimana dengan mengkerutkan kening nya.


Sepertinya Abimana masih belum sadar juga, jika aku dan romo nya mengalirkan darah kami padanya, sehingga ketika dia berhadapan langsung didepan kami, kami akan mengetahui suara batin nya, batin Sekar didalam hati nya dengan tersenyum kecut.


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ibumu nak, sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu." tukas Sekar menatap tajam Abimana.


Bagaimana ini aku sudah berjanji pada romo, aku tidak boleh mengatakan apapun pada ibu, tapi aku tidak bisa terus bungkam dihadapan ibu, batin Abimana resah.


"Aku ingin menjenguk kakek bu." celetuk Abimana mengalihkan pembicaraan.


Tapi Sekar yang yang belum mendapat jawaban dari pertanyaan nya, semakin penasaran dengan apa yang disembunyikan anaknya, Sekar bergegas melesat menghampiri anaknya, ditariknya lengan Abimana, sontak dia terlihat ketakutan, karena kini ibunda nya sedang membulatkan kedua mata nya, menatap tajam dirinya dengan penuh tanya.


"Meskipun kau tidak mengatakan apapun pada ibumu ini, ibu mengetahui satu hal yang pasti, ada perjanjian antara kau dan romo mu, yang kalian sembunyikan dariku, apakah kau akan membangkang pada ibumu sendiri Abimana." pekik Sekar murka.


*


*


...Yuk berikan Vote dan hadiah kalian untuk Author, sebagai bentuk dukungan kalian pada Author, selain Vote dan hadiah itu gratis, kalian bisa memberikan semangat yg lebih untuk Author, dan jangan lupa mampir baca ke novel horor ku yg terbaru, yang berjudul Dendam Perempuan Berjubah Merah, baca dan favoritkan dulu novel nya, karena akan ada giveaway di novel baru Author, salam sayang untuk kalian semua 💕...



...Bersambung....