
...Untuk para readers bijaklah dalam membaca karena bab ini berisi adegan dewasa bagi yang belum cukup umur diharapkan melewatkan cerita di bab ini oke sayang-sayangku 😉...
...🍃...
...🍃...
...🍃...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Kemudian perempuan cantik itu berjalan mendekati Ari yang sedang berdiri terpaku didepan nya.
"Ada apa kangmas memanggilku?". Tanya Sukma melati seraya memeluk tubuh Ari yang terasa sangat dingin.
"Aku membutuhkan bantuanmu dek". Jawab Ari dengan berderai air mata dipelukan istri gaib nya itu.
"Kau kenapa kangmas, kemarikan tanganmu aku akan menyembuhkan luka itu". Tukas Sukma melati dengan membacakan rapalan mantra dan mengusap lembut luka ditangan Ari.
Setelah itu luka goresan silet itu menghilang tanpa berbekas sama sekali, membuat Ari terkejut dengan membulatkan kedua mata nya.
Lalu Sukma melati membawa Ari ke alam gaib hanya dengan sekejap mata saja, sedangkan Ari yang masih sangat terguncang jiwa nya karena kehilangan Rara nampak berdiam diri tanpa memperdulikan istri gaib nya yang sedang duduk dihadapan nya.
"Kangmas tataplah kedua mataku". Pinta Sukma melati seraya mengecup bibir Ari yang terasa sangat dingin.
Lalu Sukma melati memainkan saliva nya dengan penuh cinta membuat tanda merah disekitar leher Ari, membuat Ari mendapatkan kesadaran nya kembali.
Nafas nya mulai berderu kencang, hawa panas mulai menguasai dirinya dan dengan paksa Ari mendorong tubuh Sukma ke ranjang begitu saja.
Setelah tubuh Sukma melati terhempas di atas ranjang, Ari berusaha melepaskan semua yang menempel pada tubuh nya, terlihat Ari mulai menggoda istri gaib nya.
Tangan Ari sibuk menjelajahi setiap jengkal tubuh Sukma yang saat ini ada dibawah nya, lalu Ari mengecup dan memainkan saliva nya di setiap jengkal tubuh istri nya itu.
Dan dengan lihai Ari melepaskan semua yang menempel pada Sukma, setelah tubuh Sukma terpampang jelas di kedua mata nya, Ari berusaha memasukan paksa miliknya kebagian milik Sukma terlihat dia begitu kuwalahan karena milik Sukma melati selalu kembali rapat setiap kali mereka akan melakukan penyatuan nya.
"Sayang kau memang yang terbaik, aku tidak bisa menahan nya lagi, mungkin akan terasa sedikit sakit kau tahan saja ya". Ucap Ari dengan nafas tersengal-sengal.
"Iya kangmas, aku juga sudah tidak tahan". Tukas Sukma melati dengan wajah yang pasrah.
Dan dengan perlahan Ari memasukan miliknya ke milik Sukma yang selama ini selalu menjadi tempat favorit nya, nampak wajah Sukma melati sedikit menahan rasa sakit terlihat dari tangan nya yang meremas guling yang ada di samping nya.
Setelah itu Ari mulai melakukan hentakan demi hentakan yang membuat kedua nya mengeluarkan suara suara aneh nya, entah kenapa malam itu Ari terlihat begitu menguasai permainan nya padahal sebelum nya dia nampak seperti orang yang kehilangan semangat hidup nya.
Tapi itu tidak akan berlangsung lama karena setiap kali Sukma melati bersama nya, Ari seakan tidak bisa menahan sesuatu yang ada pada dirinya.
Sukma melati selalu bisa membangkitkan jiwa laki-laki nya, dengan wajah cantik dan juga permainan nya membuat Ari selalu ingin melakukan penyatuan dengan istri gaib nya itu.
Sudah hampir satu jam mereka melakukan permainan tapi Sukma masih ingin melakukan nya, kali ini Sukma melati memimpin permainan nya, dia berpindah posisi dengan Ari.
Terlihat Sukma sudah duduk di atas sana dan melakukan hentakan nya dan membuat Ari melenguh tidak karuan, tapi Sukma terus memacu hentakan nya seakan tidak memberi ampun pada Ari yang wajah nya sudah terlihat tidak berdaya.
Dan benar saja ketika Sukma mengencangkan hentakan nya dengan suara aneh yang dia keluarkan membuat Ari melenguh panjang dan mengeluarkan sesuatu didalam dirinya.
Sementara Sukma melati yang merasakan sesuatu menyeruak didalam miliknya terlihat sangat puas dan menyeringai dengan penuh cinta, lalu keduanya saling mengecup seraya berpelukan di atas ranjang nya.
"Terima kasih dek, sudah memberikanku kesenangan malam ini, jika bukan karena kau mungkin aku sudah benar-benar menjadi gila". Bisik Ari di telinga istri gaib nya.
"Aku akan tinggal disini bersamamu selama nya, tapi bisakah kau mengabulkan permintaanku dek?". Tanya Ari dengan menaikan dagu Sukma ke atas sehingga kedua mata Sukma bisa menatap jelas wajah nya.
"Apapun akan aku berikan untukmu mas, asal kau tetap disini bersamaku". Jawab Sukma melati dengan mengecup bibir Ari.
"Tolong balaskan dendamku pada warga desa Rawa belatung, karena malam ini mereka semua sudah menyakitiku dengan memusnahkan jelmaan istriku". Seru Ari dengan membukatkan kedua mata nya.
"Apa kau yakin ingin membalaskan dendammu itu, bukankah di desa itu ada keluargamu kangmas". Tukas Sukma melati meyakinkan Ari.
Terlihat Ari sedikit bimbang setelah mendengar perkataan istri gaib nya tentang keluarga nya yang tinggal di desa Rawa belatung, tapi amarah sudah menguasai dirinya dan Ari sudah tidak perduli lagi dengan adik laki-laki nya itu.
"Aku sudah muak dengan mereka semua, bahkan adik kandungku bersekongkol dengan warga desa lain nya untuk memisahkanku dari jelmaan istriku, dan sekarang mereka semua harus membayarnya". Cetus Ari dengan mengepalkan tangan nya.
"Baiklah kangmas jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku akan membantumu membalaskan dendammu pada warga desa itu, tapi sebelum nya kau harus menemui Romo dan mengutarakan keinginanmu untuk tinggal di alam gaib selama nya, karena setelah itu kau harus menjadi manusia setengah siluman supaya sesepuh alam gaib memberikanmu ijin tinggal disini selama nya". Jelas Sukma dengan memandang wajah Ari yang terlihat bimbang.
"Apa dek aku harus menjadi manusia setengah siluman". Seru Ari seraya bangkit dari tempat tidur nya.
"Iya kangmas hanya itu satu-satu nya cara supaya kau dapat tinggal di alam gaib selamanya". Ucap Sukma melati dengan memeluk tubuh Ari.
"Baiklah dek berikan aku waktu untuk memikirkan nya, tapi meskipun begitu apakah kau tetap akan membantuku membalaskan dendam pada warga desa itu?". Tanya dengan menggenggam kedua tangan istri gaib nya.
"Tentu saja kangmas, aku akan membantumu tenangkan sajalah dulu pikiranmu". Jawab Sukma melati dengan seringai kecil di wajah nya.
*
*
Sementara Anto yang berada di Rumah sakit nampak hawatir mengetahui kondisi bu Ema sangat kritis dan tidak ada sanak saudara lain disana, sedangkan dokter meminta persetujuan untuk melakukan operasi.
Apa yang harus aku lakukan ya, batin Anto didalam hati nya.
Kemudian Dokter menyarankan Anto untuk mencari keluarga bu Ema di tempat asalnya, karena tanpa persetujuan dari keluarga pasien tindakan operasi tidak dapat dilakukan.
Setelah itu Anto mengemudikan mobilnya kembali ke Desa Rawa belatung dengan maksud mencari mas nya Ari, karena hanya Ari lah yang tau tempat tinggal keluarga bu Ema di kota.
Tapi sesampainya dia di rumah nya, Anto tidak dapat menemukan kangmas nya itu.
Gawat mas Ari tidak ada di rumah, jangan-jangan dia tidak pulang dari semalam, gumam Anto pada dirinya sendiri.
Terlihat sang mentari mulai menampakan cahaya nya, menandakan pagi sudah tiba, terdengar suara ayam yang berkokok dari dalam kandang nya.
Sudah semalaman Anto belum beristirahat sama sekali, tapi dia masih harus mencari keberadaan kangmas nya Ari.
Lalu Anto beranjak pergi dan melangkahkan kaki nya menyusuri jalanan di desa itu, udara dingin menusuk tubuh lelah nya membuatnya mengginggil disepanjang jalan.
Nampak Anto kebingungan mencari keberadaan Ari, mata Anto mulai menyelidik ke segala arah mencari tau keberadaan kangmas nya itu, tapi dia tidak dapat menemukan Ari dimanapun.
*
*
...Bersambung....
...Tolong tinggalkan jejak di bab ini dengan cara meninggalkan like atau komentar syukur-syukur ada yang mau berbagi dengan author memberikan hadiah atau vote nya di cerita horor ini, karena sekecil apapun dukungan dari kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita ini, terima kasih sudah mampir ke cerita horor recehku, salam sayang untuk kalian semua 💕...